venus to mars


 

‘sadness’ Category

wadehel mati?

Monday, May 28th, 2007

Gak tahan mau gak posting soal ini. Wadehel mati! Temen saya itu, entah kenapa, tiba-tiba mutusin untuk ‘mati’. Jujur aja, saya kehilangan banget. Saya suka kegilaannya, saya suka cara nulisnya yang sarkastik (bener gak bahasanya?) , liar, seringkali kasar, nabrak-nabrak adab kepatutan dan kesopanan. Serius, saya bakalan kehilangan. Apalagi dia juga bilang ga akan muncul lagi di mana-mana di dunia maya. Gonna miss those late night conversations..hiks…

Maaf buat Anto ato temen-temen lain, saya ga bisa ngasi contact number si wadehel. Maaf banget. Saya cuma menghormati keputusan si Wadehel, dan menepati janji saya untuk ga ngasi nomer hapenya ke siapa-siapa. Tapi tadi saya udah telpon dia. Keliatannya sih dia baik-baik aja. Mudah-mudahan memang ga ada apa-apa. Duh, Wadehel…

*buat kamu, Hel. You be good, okay? Hope u’re doing fine wherever you are. Jangan mati, Hel. Jangan mati…

 



semoga tak lupa

Sunday, May 27th, 2007

sandboxcahandongorg.gif

Gempa Jogja setaun yang lalu, barangkali sudah kita lupakan. Satu tahun sudah lewat, dan otak kita pastilah sudah penuh dengan hal-hal lain yang penting maupun gak penting. Betapa mudahnya kita lupa.

Tepat setaun sudah, dan saya cuma bisa berharap, semoga kita tak temasuk mereka yang amnesia. Semoga kita selalu mengingat bencana mengerikan yang masih menyisakan derita, bahkan sampai hari ini. Kita, barangkali tak bisa benar-benar merasakan kepedihan seperti yang mereka rasakan, karena kita tak ada di sana saat gempa itu terjadi, meluluhlantakkan nyaris seluruh kota Jogja dan kota-kota lain di sekitarnya.

Setidaknya mari kita lakukan sesuatu buat mereka yang hingga hari ini masih tinggal di tenda-tenda, buat anak-anak yang kehilangan buku-buku dan gedung sekolahnya. Supaya kita selalu ingat, bahwa saat alam murka, sungguh kita bukan siapa-siapa. Supaya kita tak lupa dan menjadi amnesia…..

Baca juga : 1 tahun sudah Jogjaku menangis dan Jogja, that day

 



BUBARKAN!!!

Sunday, April 15th, 2007

Mimpi apa saya tadi malam ya? Tiba-tiba beberapa temen ngabarin bahwa mereka yang ngaku sebagai orang-orang bermartabat menyerang saya dan blog saya, personally. This is just great. Exactly what I need. Phew…

Jujur nih, saya gak tau, pemilik blog ini memang mewakili IPDN atau cuma orang-orang iseng yang niatnya cuma bikin suasana makin panas. Tapi kalo memang cuma hoax, apa untungnya buat mereka? Sebaliknya, kalo ini situs resmi anak-anak muda bermartabat itu, duh…alangkah menyedihkan. Menyedihkan buat mereka, karena siapa pun tau, saat ini semua mata terarah ke kampus yang indah itu. Setiap mulut, saya rasa lagi hot-hotnya menyumpah-nyumpah saking marahnya, atau sekedar menangis dalam hati, menangisi kepergian Cliff, Wahyu, dan entah siapa lagi sebelum mereka ( ah, tapi kata mereka ‘cuma’ 34 korban meninggal kok selama ini…)

Semenjak skandal ‘Wahyu Hidayat’ tahun 2003 yang lalu, sejak saya melihat dengan mata kepala saya sendiri video rekaman yang amat sangat sadis dan menjijikkan, saya sudah maaaaarah gak karuan. Dan sekarang, saat semua orang kembali menghujat dan meneriakkan kemarahan lewat segala macam media (termasuk blog), saya semakin marah, sampai-sampai gak sanggup rasanya posting tentang kebiadaban yang selalu ditutup-tutupi ini. Jangankan nulis, komen di blog orang pun saya cuma bisa ngetik “GW MARAH!! GW MAAAAAAARAAAHHH BANGET!!!”
Dan sekarang mereka bilang saya latah. Hahahaha…come on, kids!! Get real!! Kalian bilang saya latah???? Sebagai seorang ibu dengan dua anak laki-laki, saya gak sanggup membayangkan apa rasanya ibu si Cliff. Bayangkan beliau melepas anak kebanggaannya berangkat dengan niat mulia, pulang-pulang sudah jadi mayat!! Nyampe sana gak sih logika kalian??? Mikir gak??? Bukankah kalian (ngakunya) anak-anak muda pilihan, hebat, calon pemimpin masa depan blablabla….

Wah, saya males nulis panjang lebar, misuh-misuh gak jelas. Kita kembali ke nurani masing-masing aja deh. Mudah-mudahan dibukakan mata hati kita semua, mudah-mudahan diampuni segala dosa kita. Paling penting, mudah-mudahan gak akan ada lagi korban-korban selanjutnya. Jadi menurut saya memang cuma satu solusinya. BUBARKAN IPDN!!! Bangsa kita gak butuh pemimpin-pemimpin yang bangga dengan budaya barbar dan premanisme berkedok baju seragam keren rapi kinclong. Kita gak butuh itu. Kita perlu manusia-manusia bermoral, bermartabat, dan bukan cuma ngakunya bermartabat tapi seenaknya ngilangin nyawa orang lain.

INDONESIA, WAKE UP!!!!

 



kosong

Thursday, February 8th, 2007

beberapa saat sebelum tengah malam…

saya : pernah gak, tiba-tiba merasa pengen mati aja?
dia : pengen mati? pernah. tapi terlalu pengecut untuk bunuh diri.
saya : capek, merasa kosong, bodoh, dan gak pengen apa-apa lagi.
……………..
saya : ada gak sih, cara bunuh diri yang prosesnya cepet, gak sakit, dan tetep keliatan cantik?
dia : ada, pake suntik aja. kan bisa pasang senyum manis sebelum mati. tapi jangan suntik KB ya..hehe…ono opo kiiiy?
saya : gpp. cuma lagi sedih dan pengen mati. i’ll be fine. thx, wi. g’night.
dia : i know u’ll be fine. syukurlah kita ini pengecut, yang mau gak mau musti berjuang selama masih hidup. karena memang kita tak punya kuasa untuk sebuah akhir. jangan berhenti, bu !

saya tau saya tak boleh berhenti. saya cuma ingin pergi menjilati luka sendiri. sehari, dua hari, tiga hari. mungkin saya akan kembali. siapa tau…

*makasih banyak buat dewi, perempuan di penghujung hari

 



UNTITLED, AGAIN

Sunday, January 14th, 2007

I am trapped, and I’m alone…
*gambar bulan merah, dapet nyolong dari sini