<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sometimes you have to go a little crazy to stay a little sane &#187; sadness</title>
	<atom:link href="http://venus-to-mars.com/category/sadness/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://venus-to-mars.com</link>
	<description>[sometimes you have to go a little crazy to stay a little sane]</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 May 2012 06:58:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>we are NOT afraid</title>
		<link>http://venus-to-mars.com/2009/07/17/we-are-not-afraid/</link>
		<comments>http://venus-to-mars.com/2009/07/17/we-are-not-afraid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 12:52:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[sadness]]></category>
		<category><![CDATA[ngerumpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venus-to-mars.com/?p=874</guid>
		<description><![CDATA[      From Drop Box Sekadar renungan. Hari ini Indonesia berduka. Ah, barangkali bukan hanya Indonesia tapi dunia pun mestinya menangisi nilai-nilai kemanusiaan yang kembali terluka. Hari ini, Jakarta suatu pagi. Sebuah pagi yang seharusnya menjadi Jumat pagi yang menyenangkan. Dan kemudian, boom! Semua orang, setiap jiwa yang waras mengutuk ledakan yang menghilangkan nyawa mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2009%2F07%2F17%2Fwe-are-not-afraid%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2009%2F07%2F17%2Fwe-are-not-afraid%2F&amp;source=venustweets&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<table style="width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/846HJtd2a1w_iFnfM054Aw?authkey=Gv1sRgCOPzteuEgIOzUQ&amp;feat=embedwebsite"><img src="http://lh4.ggpht.com/_eBBktYdF0HY/SmBpRM4LXDI/AAAAAAAAB2g/qpyQJiowDWM/s400/5736_102463423903_785263903_1950187_4385962_n.jpg" alt="" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right">From <a href="http://picasaweb.google.com/venustovenus/DropBox?authkey=Gv1sRgCOPzteuEgIOzUQ&amp;feat=embedwebsite">Drop Box</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sekadar renungan.</p>
<p>Hari ini Indonesia berduka. Ah, barangkali bukan hanya Indonesia tapi dunia pun mestinya menangisi nilai-nilai kemanusiaan yang kembali terluka.</p>
<p>Hari ini, Jakarta suatu pagi. Sebuah pagi yang seharusnya menjadi Jumat pagi yang menyenangkan. Dan kemudian, <em>boom</em>! Semua orang, setiap jiwa yang waras mengutuk ledakan yang menghilangkan nyawa mereka yang menjadi korban segelintir pengecut yang mengatasnamakan entah apa untuk membenarkan kedunguan mereka.</p>
<p>Indonesia menangis hari ini. Kita semua berduka. Dan mereka, siapa pun pelaku kejahatan terhadap kemanusiaan yang terjadi pagi ini, barangkali sedang mengangkat gelas, tertawa-tawa merayakan kemenangan versi mereka.</p>
<p>Baiklah. Silakan berbangga diri dan menepuk dada, menasbihkan diri dan mungkin kelompok kalian sebagai pahlawan. Tapi sebentar. Tunggu dulu, bodoh . Tunggu. Kalian tidak sedang memenangkan apa-apa, tidak sedang mengalahkan siapa-siapa. Kalau kalian pikir kalian adalah pemenang dalam arena perang khayalan yang kalian ciptakan, kalian salah besar. Hanya pengecut yang bisa main kotor seperti ini. Hanya pecundang yang buta mata hatinya yang sanggup bertindak sebodoh ini.</p>
<p>Dan kalian pikir kalian membuat kami gentar? Kalian pikir kami akan takut dan tak punya nyali untuk melawan? </p>
<p>Catat ini:</p>
<p><strong>KAMI. TIDAK. TAKUT.</strong></p>
<p><em>Screw you, morons! Screw you.</em></p>
<p>*diambil dari <a href="http://ngerumpi.com/baca/2009/07/17/kami-tidak-takut.html">ngerumpi.com</a></p>
<p>**ilustrasi: indonesia unite, karya nico wijaya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venus-to-mars.com/2009/07/17/we-are-not-afraid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pemulung naik KRL untuk mengubur anaknya</title>
		<link>http://venus-to-mars.com/2009/06/24/pemulung-naik-krl-untuk-mengubur-anaknya/</link>
		<comments>http://venus-to-mars.com/2009/06/24/pemulung-naik-krl-untuk-mengubur-anaknya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 12:42:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[cermin]]></category>
		<category><![CDATA[sadness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venus-to-mars.com/?p=868</guid>
		<description><![CDATA[Note: Dikopas sepenuhnya tanpa diedit sedikit pun dari tumblr seorang kawan. Sekadar berbagi&#8230; Artikel ini gue copy paste dari facebook notesnya adik gue. Enggak cuman liat ke atas, sekali-kali kita juga harus liat ke bawah untuk bercermin. Bahkan saat kita perlu untuk bersyukur. PEMULUNG NAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA Salemba, Warta Kota PEJABAT Jakarta seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2009%2F06%2F24%2Fpemulung-naik-krl-untuk-mengubur-anaknya%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2009%2F06%2F24%2Fpemulung-naik-krl-untuk-mengubur-anaknya%2F&amp;source=venustweets&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Note: Dikopas sepenuhnya tanpa diedit sedikit pun dari <a href="http://chibialfa.tumblr.com/post/129292601/pemulung-naik-krl-untuk-mengubur-anaknya">tumblr seorang kawan</a>. Sekadar berbagi&#8230;</em></p>
<p>Artikel ini gue copy paste dari facebook notesnya adik gue. Enggak cuman liat ke atas, sekali-kali kita juga harus liat ke bawah untuk bercermin.</p>
<p>Bahkan saat kita perlu untuk bersyukur.</p>
<p>PEMULUNG NAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA<br />
Salemba, Warta Kota</p>
<p>PEJABAT Jakarta seperti ditampar. Seorang warganya harus menggendong mayat anaknya karena tak mampu sewa mobil jenazah. Penumpang kereta rel listrik (KRL) jurusan Jakarta &#8211; Bogor pun geger Minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, Khaerunisa (3 thn). Supriono akan memakamkan si kecil di Kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa KRL.</p>
<p>Tapi di Stasiun Tebet, Supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa Supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.</p>
<p>Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa Khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa Khaerunisa untuk berobat ke Puskesmas Kecamatan Setiabudi. “Saya hanya sekali bawa Khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya Rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya Rp 10.000,- per hari,” ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel KA di Cikini itu. Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit Khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, Muriski Saleh (6 thn), untuk memulung kardus di Manggarai hingga Salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya.</p>
<p>Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya Khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (5/6) pukul 07.00. Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan Muriski termangu. Uang di saku tinggal Rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak Musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari Manggarai hingga ke Stasiun Tebet, Supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di Kramat, Bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.</p>
<p>Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di Stasiun Tebet. Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau Khaerunisa sudah menghadap Sang Khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun.</p>
<p>Ketika KRL jurusan Bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri Supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang KRL yang mendengar penjelasan Supriono langsung berkerumun dan Supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar Supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam.</p>
<p>Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan. Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat Khaerunisa yang terbujur kaku.</p>
<p>Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya.</p>
<p>Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor. Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan.</p>
<p>Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama. “Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah Khaerunisa. Jangan bilang keluarga Supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia,” ujarnya.</p>
<p>Koordinator Urban Poor Consortium, Wardah Hafidz, mengatakan peristiwa itu seharusnya tidak terjadi jika pemerintah memberikan pelayanan kesehatan bagi orang yang tidak mampu. Yang terjadi selama ini, pemerintah hanya memerangi kemiskinan, tidak mengurusi orang miskin kata Wardah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venus-to-mars.com/2009/06/24/pemulung-naik-krl-untuk-mengubur-anaknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>citizen journalism dan kita.</title>
		<link>http://venus-to-mars.com/2009/06/11/indra-facebook-citizen-journalism-dan-kita/</link>
		<comments>http://venus-to-mars.com/2009/06/11/indra-facebook-citizen-journalism-dan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 11:20:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[sadness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venus-to-mars.com/?p=866</guid>
		<description><![CDATA[From Drop Box Karena bukan penggemar kotak kaca berjudul &#8216;televisi&#8217;, dalam sehari bisa dibilang paling banter hanya dua atau tiga jam saya nonton tivi. Itu pun biasanya karena gak sengaja lewat di depan rak tivi dan kebetulan lagi ada friends, atau oprah show, atau ellen degenereous show, dan saya tergoda untuk nonton. Lebih dari itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2009%2F06%2F11%2Findra-facebook-citizen-journalism-dan-kita%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2009%2F06%2F11%2Findra-facebook-citizen-journalism-dan-kita%2F&amp;source=venustweets&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<table style="width:auto;">
<tr>
<td><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/ua5Ou03HY-gcIVTtiSmR3Q?authkey=Gv1sRgCOPzteuEgIOzUQ&#038;feat=embedwebsite"><img src="http://lh5.ggpht.com/_eBBktYdF0HY/SjDnLDO0x9I/AAAAAAAABY0/SjME9Vr87V8/s400/JailCell2.jpg" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right">From <a href="http://picasaweb.google.com/venustovenus/DropBox?authkey=Gv1sRgCOPzteuEgIOzUQ&#038;feat=embedwebsite">Drop Box</a></td>
</tr>
</table>
<p>Karena bukan penggemar kotak kaca berjudul &#8216;televisi&#8217;, dalam sehari bisa dibilang paling banter hanya dua atau tiga jam saya nonton tivi. Itu pun biasanya karena gak sengaja lewat di depan rak tivi dan kebetulan lagi ada <em>friends</em>, atau <em>oprah show</em>, atau <em>ellen degenereous show</em>, dan saya tergoda untuk nonton. Lebih dari itu, saya agak-agak musuhan sama tivi. Kadang malah sampai berhari-hari gak tersentuh tivi. <em>Ndeso yo ben.</em></p>
<p>Tapi barusan, beberapa puluh menit yang lalu saat sedang asik dengerin James Morrison sambil bebersih rumah (iya, memang gitu kejadian persisnya: dengerin musik sambil bebersih, bukan kebalikannya), si kotak dengan gambar bergerak itu lagi nyiarin Seputar Indonesia. Headline newsnya adalah, antara lain perkembangan kasus Prita Mulyasari yang hari ini memasuki putaran kedua persidangan yang entah kapan selesainya. Berita selanjutnya, nah ini menarik. Tulisan yang tertera besar-besar di bagian bawah layar adalah: <strong>Facebook juga?</strong></p>
<p>Ternyata berita tentang seorang guru SMP di Sulawesi, namanya Indra Sutriadi Pipii. Beliau dituntut (dilaporkan) oleh walikotanya sendiri atas tuduhan pencemaran nama baik gara-gara notes di facebook yang menceritakan tentang pertemuan si yang terhormat bapak walikota dengan beberapa CPNS (calon PNS, masa gak tau sih?). Entah apa persisnya isi curhatan pak Indra di notes yang akhirnya berbuntut masalah hukum itu, yang tadi sekilas tertangkap di berita adalah, salah satunya Indra menuturkan bahwa walikota terlambat 2 jam dari waktu pertemuan yang dijanjikan, dan para calon PNS yang hadir di acara tersebut dipungut biaya masing-masing Rp. 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). Uang sejumlah itu entah untuk apa pula, di berita tidak terlalu detil dijelaskan (atau saya yang kurang nyimak, entahlah).</p>
<p>Saya gemes, sumpah gemes. Saya bukan siapa-siapa, wartawan gosip juga bukan, tapi ngeliat yang beginian&#8230;aduuuh&#8230;apa lagi sih ini?!! Mereka pernah denger tentang <em>citizen journalism</em> gak sih? Kalau semua-semua haram, semua-semua gak boleh diangkat ke permukaan atas nama kebebasan bicara dan menyampaikan pendapat, semua-semua harus ditutup-tutupi demi kepentingan segelintir orang di lingkaran kekuasan (dan punya uang), lantas mau kemana kita? Gak boleh nulis, gak boleh curhat, haram mengungkap apa yang kita anggap kebenaran? Meh. Menyebalkan.</p>
<p>Ya sudah, itu aja. Muak, saya.</p>
<p><em>Ps: entry yang sama saya tulis juga di notes FB saya, semoga saya gak ditangkep dan dijemput jip juga besok pagi. damn.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venus-to-mars.com/2009/06/11/indra-facebook-citizen-journalism-dan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>diam atau lawan.</title>
		<link>http://venus-to-mars.com/2009/06/01/diam-atau-lawan/</link>
		<comments>http://venus-to-mars.com/2009/06/01/diam-atau-lawan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 15:59:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[nggremeng dhewe]]></category>
		<category><![CDATA[sadness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venus-to-mars.com/?p=863</guid>
		<description><![CDATA[From Drop Box Ah, kata &#8216;lawan&#8217; sepertinya terlalu provokatif dan terkesan berusaha memanipulasi pembaca untuk ikut-ikutan marah seperti yang saya rasakan sekarang ini. Tapi begitulah. Kali ini, membaca dan mengikuti kasus Prita Mulyasari, seorang ibu dari dua anak balita, yang dengan alasan yang sangat tidak lucu ditangkap dan harus mendekam di penjara wanita Tangerang sejak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2009%2F06%2F01%2Fdiam-atau-lawan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2009%2F06%2F01%2Fdiam-atau-lawan%2F&amp;source=venustweets&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<table style="width:auto;">
<tr>
<td><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/UmUVwgGUKCFv8rkKEPKuLw?authkey=Gv1sRgCOPzteuEgIOzUQ&#038;feat=embedwebsite"><img src="http://lh3.ggpht.com/_eBBktYdF0HY/SiP3qwkUfEI/AAAAAAAABWo/qobaCG8H5UU/s800/zZJ.jpg" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right">From <a href="http://picasaweb.google.com/venustovenus/DropBox?authkey=Gv1sRgCOPzteuEgIOzUQ&#038;feat=embedwebsite">Drop Box</a></td>
</tr>
</table>
<p>Ah, kata &#8216;lawan&#8217; sepertinya terlalu provokatif dan terkesan berusaha memanipulasi pembaca untuk ikut-ikutan marah seperti yang saya rasakan sekarang ini. Tapi begitulah. Kali ini, membaca dan mengikuti kasus Prita Mulyasari, seorang ibu dari dua anak balita, yang dengan alasan yang sangat tidak lucu ditangkap dan harus mendekam di penjara wanita Tangerang sejak tanggal 13 Mei 2009 yang lalu hanya karena surat keluhan yang dia tulis kemudian beredar luas di internet, saya sebal. Amat sangat sebal. Dan kalau sudah begini, sebagai seorang warga negara -sekaligus seorang ibu seperti Prita- yang notabene aktif memanfaatkan internet dalam keseharian saya, tentu saja saya menolak untuk diam. </p>
<p>Gimana bisa diam? <em>This is so not cool, dudes</em>. Sama sekali gak keren kalo gak mau dibilang bodoh dan memalukan. Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang seharusnya melindungi kita semua dari kejahatan yang lumrah terjadi di dunia virtual, pada akhirnya (seperti diduga banyak orang sejak awal wacana tentang UU ini disosialisasikan), justru menjadikan kita, warga biasa, menjadi korban. Sekarang Prita. Besok atau lusa, tidak tertutup kemungkinan saya atau anda pembaca sekalian mendapat giliran mendekam di bui hanya karena ketidaktahuan kita.</p>
<p>Saya gak perlu <em>copy paste</em> surat elektronik naas yang menyeret Prita menjadi tersangka. Silakan cari sendiri lah. Oom Google pasti tau. Jangan malas bertanya dan mengorek informasi dari sana sini kalau gak pengen jadi korban berikutnya.</p>
<p>Situ mau diam atau gimana? Saya enggak. Saya pilih melawan kebodohan dan ketidakadilan ini, dengan cara saya. Mungkin tak akan banyak artinya, tapi dengan <em>join the cause di <a href="http://apps.facebook.com/causes/290597/64328169?m=6d54c0aa">Facebook</a></em> plus nulis ini pun saya cukup lega.<br />
<em><br />
Stay strong, Prita.</em> </p>
<p><strong>UPDATE:</strong></p>
<p>Sidang pengadilan perkara pidana ibu Prita akan digelar di PN Tangerang pada hari Kamis, 4 Juni 2009. Saya dan beberapa teman berencana datang ke sana untuk memberikan dukungan moral buat ibu Prita. <em>See you around, peeps! </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venus-to-mars.com/2009/06/01/diam-atau-lawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>69</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>luka kita</title>
		<link>http://venus-to-mars.com/2009/03/20/luka-kita/</link>
		<comments>http://venus-to-mars.com/2009/03/20/luka-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 15:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[cermin]]></category>
		<category><![CDATA[sadness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venus-to-mars.com/?p=854</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini, tanpa sengaja saya membuka google reader yang barangkali sudah jamuran karena berbulan-bulan tidak saya sentuh. Sesuatu membuat saya sejenak menahan napas. Seorang kawan lama yang selalu saya kagumi tulisan-tulisannya, dia menulis lagi setelah beberapa lama menghilang. Dan saya menangis sesenggukan, membayangkan dia menuliskan kata demi kata, barangkali dengan luka yang belum sepenuhnya mengering. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2009%2F03%2F20%2Fluka-kita%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2009%2F03%2F20%2Fluka-kita%2F&amp;source=venustweets&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Malam ini, tanpa sengaja saya membuka google reader yang barangkali sudah jamuran karena berbulan-bulan tidak saya sentuh. Sesuatu membuat saya sejenak menahan napas. Seorang kawan lama yang selalu saya kagumi tulisan-tulisannya, dia menulis lagi setelah beberapa lama menghilang. Dan saya menangis sesenggukan, membayangkan dia menuliskan kata demi kata, barangkali dengan luka yang belum sepenuhnya mengering.</p>
<table style="width:auto;">
<tr>
<td><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/IVLG4NMxl_NEH57jJI_DfQ?authkey=Gv1sRgCOPzteuEgIOzUQ&#038;feat=embedwebsite"><img src="http://lh4.ggpht.com/_eBBktYdF0HY/ScOv5Z-bxQI/AAAAAAAABRM/t4kilZ-Kyfs/s400/1215798933Wn6TQLD.jpg" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right">From <a href="http://picasaweb.google.com/venustovenus/DropBox?authkey=Gv1sRgCOPzteuEgIOzUQ&#038;feat=embedwebsite">Drop Box</a></td>
</tr>
</table>
<p>Membacamu lagi, saya merasakan nyeri yang sangat di ulu hati. Maafkan saya. Maafkan pernah melukaimu, maaf untuk bertaun-taun kenangan dan persahabatan yang koyak begitu saja karena ketololan saya. Berlama-lama membaca blogmu, saya nyaris tak tahan untuk segera menghubungi kamu dan sekali lagi mendengar suaramu. Barangkali tak akan banyak gunanya karena saya tak ingin  menjelaskan apa-apa. Sudah cukup kita berdua terluka, dan siang tadi seseorang berkata bahwa masa lalu adalah masa lalu. Yang kita punya adalah hari ini dan esok. Itu, sepertiga lebih banyak, dan tentu saja jauh lebih penting daripada mengingat-ingat yang telah lewat, bukan?</p>
<p>Kamu pasti tau tanpa saya sebut namamu. Maafkan saya, D.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venus-to-mars.com/2009/03/20/luka-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Protected: maaf</title>
		<link>http://venus-to-mars.com/2009/03/19/maaf-2/</link>
		<comments>http://venus-to-mars.com/2009/03/19/maaf-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 08:09:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[sadness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venus-to-mars.com/?p=853</guid>
		<description><![CDATA[There is no excerpt because this is a protected post.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2009%2F03%2F19%2Fmaaf-2%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2009%2F03%2F19%2Fmaaf-2%2F&amp;source=venustweets&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<form action="http://venus-to-mars.com/wp-pass.php" method="post">
<p>This post is password protected. To view it please enter your password below:</p>
<p><label for="pwbox-853">Password:<br />
<input name="post_password" id="pwbox-853" type="password" size="20" /></label><br />
<input type="submit" name="Submit" value="Submit" /></p></form>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venus-to-mars.com/2009/03/19/maaf-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>surat buat kamu (lagi)</title>
		<link>http://venus-to-mars.com/2008/11/24/surat-buat-kamu-lagi/</link>
		<comments>http://venus-to-mars.com/2008/11/24/surat-buat-kamu-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 01:59:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[sadness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venus-to-mars.com/?p=819</guid>
		<description><![CDATA[Tanpa saya sebut namamu pun saya yakin kamu pasti tau, kamulah perempuan itu. Pesanmu saya baca dini hari tadi, saya lupa jam berapa tepatnya. Dan saya kembali kehilangan kata-kata, tak sanggup memberimu penjelasan apa-apa. Maafkan saya. Bisa saja kita runut lagi dan mencari-cari apa yang salah dengan kita, atau apa yang membuat kita seolah saling [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F11%2F24%2Fsurat-buat-kamu-lagi%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F11%2F24%2Fsurat-buat-kamu-lagi%2F&amp;source=venustweets&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href='http://venus-to-mars.com/wp-content/uploads/2008/11/a_wall__a_chair_and_a_girl____by_le_croix.jpg'><img src="http://venus-to-mars.com/wp-content/uploads/2008/11/a_wall__a_chair_and_a_girl____by_le_croix.jpg" alt="" title="..." width="300" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-820" /></a></p>
<p>Tanpa saya sebut namamu pun saya yakin kamu pasti tau, kamulah perempuan itu.</p>
<p>Pesanmu saya baca dini hari tadi, saya lupa jam berapa tepatnya. Dan saya kembali kehilangan kata-kata, tak sanggup memberimu penjelasan apa-apa. Maafkan saya.</p>
<p>Bisa saja kita runut lagi dan mencari-cari apa yang salah dengan kita, atau apa yang membuat kita seolah saling menolak satu sama lain meski tau bahwa kita begitu saling merindukan, tapi saya belum yakin apakah ini akan ada gunanya. </p>
<p>Maafkan saya. Saya menjauh, barangkali karena saya terlalu sedih, atau terlalu marah. Tapi pada siapa, dan untuk apa saya marah sebenarnya? Saya terlalu bebal untuk memahami diri sendiri kadang-kadang. Kamu tau itu. Atau mungkin saya hanya marah dan membenci diri sendiri. Entahlah.</p>
<p>Dan seperti kamu juga, saya masih kerap menangis mengingatmu, tapi kamu sungguh tau bahwa saya tak punya cukup keberanian untuk sekadar menyapa dan bertanya apa kabarmu. Sudah terlalu lama, dan kita menjadi terlalu asing satu sama lain. Saya merasa belum siap memulai sesuatu. Saya, barangkali, takut dengan masa lalu. </p>
<p>Maafkan saya, nona. Maafkan saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venus-to-mars.com/2008/11/24/surat-buat-kamu-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>save your children!</title>
		<link>http://venus-to-mars.com/2008/10/12/save-your-children/</link>
		<comments>http://venus-to-mars.com/2008/10/12/save-your-children/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 19:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[sadness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venus-to-mars.com/?p=795</guid>
		<description><![CDATA[Saya gak ngerti apa pertimbangan mereka, para pengambil keputusan atau apalah namanya yang (seharusnya) bisa kita percaya di DIKNAS sana, tapi kabar yang saya dengar kemaren (dan hari ini semakin banyak dibahas di sana sini) bener-bener bikin saya sedih dan marah. Bagaimana mungkin mereka mengekspos data pribadi 36 juta pelajar Indonesia, online, yang dengan mudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F10%2F12%2Fsave-your-children%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F10%2F12%2Fsave-your-children%2F&amp;source=venustweets&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Saya gak ngerti apa pertimbangan mereka, para pengambil keputusan atau apalah namanya yang (seharusnya) bisa kita percaya di DIKNAS sana, tapi kabar yang saya dengar kemaren (dan hari ini semakin banyak dibahas di sana sini) bener-bener bikin saya sedih dan marah. Bagaimana mungkin mereka mengekspos data pribadi 36 juta pelajar Indonesia, online, yang dengan mudah dapat diakses siapa saja? Informasi pribadi yang seharusnya memang bersifat sangat pribadi seperti nama lengkap dan alamat siswa, (<strong>36 juta lebih pelajar di Indonesia</strong>, bayangkan!) dapat diintip dan diunduh dengan bebas oleh siapa saja dari mana saja.</p>
<p>Trus apa masalahnya? Bukankah ini era di mana informasi memang sesuatu yang mestinya bisa diperoleh semua orang? Informasi untuk semua, eh?</p>
<p>Memang. Tapi tunggu dulu. Bayangkan ini: dengan mengetahui nama lengkap seseorang, siapa pun tau, kita bisa melakukan banyak hal. Mencari alamat jurnal pribadinya (baca: blog), alamat flickr, friendster, facebook, dan sekian banyak layanan jejaring sosial lainnya. Apa susahnya? Berterima kasihlah kepada Google (dan mesin-mesin pencari lain) yang membuat semua jadi begitu mudah.</p>
<p>Udah kebayang? Sekarang tambahkan ini: nama lengkap PLUS alamat lengkap, dan&#8230;.selamat! Kita telah dengan penuh kesadaran mengekspos anak-anak itu, menyerahkan keselamatan mereka hanya kepada faktor keberuntungan, barangkali. Dengan sangat gampang, seseorang, siapa pun itu, memiliki akses untuk menemukan mereka dan menjadikan mereka target operasi para pelaku kejahatan. Pedofil, penculik, pemerkosa, pembunuh, <em>you name it</em>.</p>
<p><em>Spread the news, people</em>. Mari lakukan sesuatu untuk melindungi anak-anak kita. Sekarang. </p>
<p>Semoga pesan ini tersampaikan. </p>
<p><em>link terkait:<br />
<a href="http://treespotter.blogspot.com/2008/10/diknas-and-bakrie-alert.html">Diknas and Bakrie alert</a><br />
<a href="http://fajarjasmin.com/?p=18">THIS SHOULD BE STOPPED</a><br />
<a href="http://www.budiputra.com/2008/10/10/stupidity-in-the-new-media-era/">Stupidity in the new media era?</a><br />
<a href="http://3nappies.blogspot.com/2008/10/hentikan-data-siswa-indonesia-online.html">Hentikan: data siswa Indonesia online!</a><br />
<a href="http://www.internetips.web.id/news/orang-orang-pendidikan-yang-amat-sangat-bodoh/">Orang-orang pendidikan yang amat sangat bodoh</a><br />
<a href="http://ipoet.net/log/2008/10/untuk-keamanan-mereka/">Untuk keamanan mereka</a></p>
<p></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venus-to-mars.com/2008/10/12/save-your-children/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>71</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>membunuh mimpi</title>
		<link>http://venus-to-mars.com/2008/09/23/membunuh-mimpi/</link>
		<comments>http://venus-to-mars.com/2008/09/23/membunuh-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 20:30:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[belajar menulis]]></category>
		<category><![CDATA[sadness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venus-to-mars.com/?p=788</guid>
		<description><![CDATA[Jika hidup tak lebih dari serangkaian drama yang di satu babak membuatmu tertawa namun pada babak yang lain ia memaksamu tersungkur menangisi kekalahan, coba ceritakan padaku: apa rasanya memeluk mimpimu dalam diam kemudian membiarkannya mati perlahan? Bre, apa kabarmu sekarang?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F09%2F23%2Fmembunuh-mimpi%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F09%2F23%2Fmembunuh-mimpi%2F&amp;source=venustweets&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href='http://venus-to-mars.com/wp-content/uploads/2008/09/abused_by_kyra_eden.jpg'><img src="http://venus-to-mars.com/wp-content/uploads/2008/09/abused_by_kyra_eden.jpg" alt="" title="" class="alignnone size-medium wp-image-789" /></a></p>
<p>Jika hidup tak lebih dari serangkaian drama yang di satu babak membuatmu tertawa namun pada babak yang lain ia memaksamu tersungkur menangisi kekalahan, coba ceritakan padaku: apa rasanya memeluk mimpimu dalam diam kemudian membiarkannya mati perlahan? </p>
<p><em><a href="http://tukangkopi.wordpress.com/2008/06/13/matahari-padam-yogya-setelah-kamu-pergi/">Bre</a>, apa kabarmu sekarang?</p>
<p></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venus-to-mars.com/2008/09/23/membunuh-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>women who love too much #2</title>
		<link>http://venus-to-mars.com/2008/04/14/women-who-love-too-much-2/</link>
		<comments>http://venus-to-mars.com/2008/04/14/women-who-love-too-much-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 03:18:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[lagi goblok]]></category>
		<category><![CDATA[nggremeng dhewe]]></category>
		<category><![CDATA[sadness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venus-to-mars.com/2008/04/14/women-who-love-too-much-2/</guid>
		<description><![CDATA[You love too much when you find yourself becoming more and more dependent on a man emotionally while he, in return, gives less and less. Shoot. Gosh, I don&#8217;t want to be that person, not anymore. I think I&#8217;ve had enough. All these times, I forgot one simple thing I&#8217;ve always believed: I AM MY [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F04%2F14%2Fwomen-who-love-too-much-2%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F04%2F14%2Fwomen-who-love-too-much-2%2F&amp;source=venustweets&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<blockquote><p>You love too much when you find yourself becoming more and more dependent on a man emotionally while he, in return, gives less and less.</p></blockquote>
<p>Shoot. </p>
<p>Gosh, I don&#8217;t want to be that person, not anymore. I think I&#8217;ve had enough. All these times, I forgot one simple thing I&#8217;ve always believed: <strong>I AM MY HAPPINESS.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venus-to-mars.com/2008/04/14/women-who-love-too-much-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

