Club Camilan

From Drop Box

Tentang cinta yang terlepas, ditemukan, dan segala yang legit di antaranya.

Beberapa minggu yang lalu, seorang kawan berbaik hati mengirim sebuah buku karya tiga orang blogger ; Donna Talitha, Bella Widjaja, Brigitta NS. Saya tidak atau belum kenal secara pribadi dengan mereka bertiga, tapi sudah sejak lama saya tau blog mereka sekaligus menjadi pembaca yang, gak terlalu setia sih, on and off bacanya, tapi dari hati yang paling dalam, saya angkat jempol tinggi-tinggi buat tiga perempuan lesbian pemilik blog camilansepocikopi ini. 

Bukan urusan saya kalau sampai sekarang mereka memilih untuk menjadi sosok anonim di dunia maya. Saya bahkan tak merasa perlu mengenal mereka lebih jauh karena saya sungguh mengerti, hidup dan jalan hidup yang mereka pilih (pilih atau takdir sih?) memang bukan sesuatu yang akan dimengerti apatah lagi diterima oleh masyarakat kita di Republik Muna Jaya ini. Jadi begitulah, saya cukup menjadi penikmat tulisan-tulisan mereka tanpa pernah tau siapa mereka sebenarnya, atau kisah nyatakah cerita cinta manis pahit yang saya baca. 

Club Camilan, adalah tiga cerita cinta dari tiga perempuan berbeda dalam sebuah buku yang renyah dan enak dibaca. Donat yang nakal, penyuka keindahan, gampang jatuh cinta dan sulit menjaga kesetiaan pada perempuan-perempuannya. Bolu yang mencoba menutupi preferensi seksualnya dengan berpura-pura menerima cinta Rico, lelaki nyaris sempurna yang disodorkan oleh keluarganya tapi pada akhirnya harus menyerah pasrah pada kelesbiannya ketika pada suatu malam Rico mencium bibirnya. Ciuman biasa tapi membuat perutnya mual tiap kali mengingat momen yang untuknya terasa aneh dan menjijikkan karena bahkan dalam mimpi pun, dia hanya sanggup merasakan indahnya ciuman dengan, hanya dengan, sesama perempuan. Kemudian ada tokoh Brownies yang patah hati setelah kekasihnya, Hanny, meninggalkan dia untuk menikah dengan seorang lelaki karena, lagi-lagi, menjadi lesbian adalah dosa besar, setidaknya di mata keluarga besarnya.

Tiga novela. Tiga perempuan. Tiga kisah cinta.

*terima kasih, nona. saya tau kamu selalu mencintai saya, di mana pun kamu berada

curi-curi pandang

From Drop Box

Satu lagi situs seru. Baru diluncurkan tadi malam, saya yakin situs curipandang.com ini bakalan rame pengunjung. Saya pribadi yang bener-bener musuhan sama tivi, apalagi acara-acara gosip dan sinetronnya yang ya-gitu-deh itu, milih baca curipandang kalo pengen baca sesuatu tentang seleb dan tokoh-tokoh yang yummy buat dijadiin bahan gossip dan rumpian. Ihiiiyy…

Yuk kita ngintip dan merusuh di sana yukkk…. 

ngerumpi

Yang namanya perempuan, katanya sih, doyan ngerumpi. Katanya. Tapi sepertinya emang iya. Ngobrol langsung, chatting lewat instant messenger, by phone, sms-an, lewat email, atau sambil nongkrong dan ngopi-ngopi cantik bareng temen-temen yang gak selalu sesama perempuan, ngerumpi jalan terus.

Kalo udah ngumpul, apa aja bisa jadi bahan rumpian. Soal kerjaan, boss yang ngeselin, kemacetan di jam-jam berangkat dan pulang kantor yang bikin stress gak karuan, keluhan soal pacar, apa aja.

Saya punya tempat ngerumpi baru. Namanya ngerumpi[dot]com. Setelah beberapa minggu mundur dari rencana awal, akhirnya situs yang sumpah seru dan keren ini di-launch juga. Jangan tanya gimana senengnya saya dan Silly, rekan kerja saya di sana yang kebetulan diserahin tanggungjawab dan dipercaya mengasuh situs ini. Senengnya seneng banget banget banget. Apalagi sekarang mulai banyak temen-temen yang mulai berani ikut komentar dan nulis, wuaaah….bisa dibilang another orgasmic experience buat kita berdua. 

Saya gak perlu cerita panjang lebar. Silakan langsung main-main ke sana ya? Eh, jangan lupa. Karena berbasis web 2.0 yang memungkinkan siapa aja menjadi user, anda boleh banget ikut gabung, ikut nulis dan berdiskusi bareng saya dan temen-temen. Nulisnya boleh apa aja kok. Opini, foto, apa aja. Bahkan sekadar cubung (curhat terselubung) juga boleh.

See you there, jeung…