untukmu, tuan
kucari jejakmu
hingga jauh ke tepi cakrawala
kutanya pada angin, pada hujan yang tempias di daun jendela
kutanya awan juga bintang-bintang
‘adakah dia menitip rindu sebelum senja tiba?’
tapi bahkan langit pun khianat
malam ini bulan merah bata
dan gelisahku menjelaga
*ini untukmu, tuan.
saga
di antara kata dan jeda
kamu prosa liris smaradana
purnama sepanjang malam
terang selingkar badan
di sela harum rumput savana
kita memalun senja
menjadi saga
*hadiah dari ndoro lagi. tenkyu, ndoro. betapa aku padamu…
megatruh buat kamu
kosong jalanku
berdebu tanpa kamu
kamu bedebah manis nomor satu
tawa dan senyum racun rindu
renggut ruang dan waktuku
jadi bisu
tapi mestinya kamu tahu
gulanaku bisa beku
membiru sebiru-biru
lalu waktu bukan giliranmu …
*puisi. yang ini beneran puisi. hadiah dari ndorokakung. entah apa maksudnya.
**maturnuwun, ndoroku. aku padamu.
Laila kepada Sihar
kuinginkan mulut yang haus
dari lelaki yang kehilangan masa remajanya
di antara pasir-pasir tempat ia menyisir arus
Saman ~ Ayu Utami
*another repost, I know. bosen ya udah, saya gak pernah bosen sama buku Ayu Utami dan puisi yang ini.
a poem, from a stranger
Rindu itu telah mengalahkan tawaran minum kopi,
Yang tiap hari kujalani berlama-lama, tanpa jemu.
Ah, rindu telah menenggelamkan ketidakjemuan, memacu
deru jari mengetik pada tuts laptop
: terkadang, tak sabar….
Rindu telah mengalahkan percintaan jarum pendek
dan jarum panjang, yang senantiasa
berciuman lama pada angka dua belas,
mengubah letak pelukan ke percintaan yang lain
Membiarkannya menyelingkuhi rindu
: adakah rindu telah membiru?
Ataukah malah jadi jelaga dan mengelam,
karena rindu begitu telanjang…..
Atau,
Rindu seperti kopi tanpa gula
: Pahit, tapi penuh aroma………..
bergelinjang di dasar cangkir, gelap….
Membiarkan rindu menadah geram
: salahkah?the sultan, 23.07.wib
untuk R
Kiriman puisi dari seseorang yang saya terima beberapa menit yang lalu, saya temukan di email inbox saya.
Buat kamu yang udah repot-repot nulis ini, makasih banyak. Whatever it means, or whoever you are, saya tetep bilang makasih. This is sweet. Dan mengerikan. D’oh!

My name is Venus, perempuan, istri, ibu rumah tangga dengan dua anak laki-laki yang pinter-pinter dan ganteng-ganteng.