untukmu, tuan

kucari jejakmu
hingga jauh ke tepi cakrawala
kutanya pada angin, pada hujan yang tempias di daun jendela
kutanya awan juga bintang-bintang
‘adakah dia menitip rindu sebelum senja tiba?’

tapi bahkan langit pun khianat
malam ini bulan merah bata
dan gelisahku menjelaga

*ini untukmu, tuan.

saga

di antara kata dan jeda
kamu prosa liris smaradana

purnama sepanjang malam
terang selingkar badan

di sela harum rumput savana
kita memalun senja
menjadi saga

*hadiah dari ndoro lagi. tenkyu, ndoro. betapa aku padamu…

megatruh buat kamu

kosong jalanku
berdebu tanpa kamu

kamu bedebah manis nomor satu
tawa dan senyum racun rindu

renggut ruang dan waktuku
jadi bisu

tapi mestinya kamu tahu
gulanaku bisa beku
membiru sebiru-biru
lalu waktu bukan giliranmu …

*puisi. yang ini beneran puisi. hadiah dari ndorokakung. entah apa maksudnya.
**maturnuwun, ndoroku. aku padamu.