Dengan SEBAL, terpaksa saya kerjain juga PR dari Jeng Nike, atas nama tradisi aneh, tags. D’oh.
Dan inilah isi dompet saya.

Dompet standar dengan isi yang standar juga: foto lama precil-precil, KTP, STNK, SIM A, kartu berobat precil-precil (yang selalu saya bawa, just in case), kartu Estethiderma, beberapa slip pembayaran tagihan telepon dan internet (yang entah kenapa masih ada di situ dan gak dibuang), beberapa pecahan lima puluh ribu rupiah, beberapa sepuluh ribuan, dan beberapa lembar ribuan (eh padahal gak selalu ada duitnya, kadang saya malah pinjem ke precil-precil kalo lagi butuh dan lagi males ke ATM), member card The Face Shop, membercard Indovision (ini gunanya apa sih sebenernya? gak jelas), satu kartu ATM BCA, satu kartu ATM Danamon, tiga kartu kredit BCA, dan satu kartu kredit dari GE Money. Biasa aja, kan? Standar banget.
Dan karena saya terlalu baik hati, walaupun PRnya cuma posting isi dompet , saya sekalian aja upload foto tas saya dan isinya (lha, tadi katanya SEBAL pake huruf kapital??? ah entahlah). Here you go.

Ini tas yang paling sering saya pake kemana-mana. Isinya, ya gitu deh, standar juga. Dompet, permen karet, tissue, kamera, batere cadangan buat kamera, mini tripod, rokok dan korek (biasanya saya bawa masing-masing dua), classic iPod, buku kecil plus pulpen, kunci mobil, dompet koin, asbak portable warna merah (itu, yg di sebelah si iPod), my beautiful Blackberry Curve, dan beauty case kecil. Beauty casenya gak keliatan, malu soalnya udah jelek, hehehe… Tapi isinya, yah, lagi-lagi standar, pernik-pernik wajib setiap perempuan: bedak compact Revlon (eh boleh nyebut merk, kan?), lipbalm dari dokter saya di Esthetiderma, mascara Revlon, satu lipstick Revlon juga, satu lipstick dan satu pot lipgloss dari The Face Shop, lip brush (kuas lipstik, apa tuh namanya yak?), dua macam face paper, body lotion Lotus Petal dari The Body Shop, strawberry body butter dari The Body Shop juga, dan yang saya suka kebablasan, saya bawa 3 (iya, TIGA) macam parfum. Aih, malu…saya suka banget wewangian, dan selalu ada tiga macem parfum atau EDT dengan wangi yang berbeda, untuk mood yang beda-beda juga *halah*. Kali ini yang saya bawa, Bvlgari pour femme, Lotus Petal dari The Body Shop, dan White Musk (yang kata seorang kawan wanginya ‘deadly seducing’) dari merk yang sama.
Udah? Okay, silakan ngetag diri sendiri kalo mau. Saya males mikir.
One hundred things about me? So like, you really wanna know? Alrighty, here we go.
1. I’m a wife, and a mother of two. It’s in my profiles, you can see it everywhere.
2. I’m 39 going 40. See, I never lied about this.
3. Why should I?
4. Actually, I’m a sad person.
5. Not necesserily depressed. Just sad.
6. Some say I’m fun to be with.
7. Yeah? How? I’m a sad person, remember?
8. That, and I can be very rude sometimes.
9. Rude? Hell yeah! I swear a lot, did you know?
10. Oh fuck! OH FUCK!!
11. There. I did it again.
12. You can hate me now, I’m such a nuisance every once in a while.
13. HAHA!
14. My friends love me, tho. They say they love it when I swear, I wonder why.
15. I don’t eat much.
16. But I drink coffee. A lot.
17. Did I say a lot?
18. And I like it black. No sugar.
19. I love cats.
20. And books.
21. I used to exercise like a maniac. Now I stopped.
22. Damn this typhoid!
23. Holyshit, what am I doing? I hate tags, seriously.
24. But yeah, whatever, I’ll live.
25. Ummm….where were we?
26. Okay, number 26, I love rain.
27. You love rain too, right? Right?
28. What else do you want to hear?
29. I’m a very sexual person, I must say. Ask my husband he’ll say yes.
30. And no, I dont like brondong. I know some people think I do.
31. Note that, please. I DON’T.
32. And I dont sleep around.
33. Geeze, what are you thinking?
34. Try me, say ‘let’s get laid’ and say that to my face if you dare.
35. I suggest not.
36. Am I making myself clear?
37. Thank you.
38. I dont do facebook.
39. I have two accounts, really. It’s just, I dont do it.
40. I plurk, yay! I plurk, for plurk’s sake. I plurk.
41. I tweet, too. Not that much, but I tweet.
42. Can you read my tweets? No?
43. No. I know, it’s now protected.
44. Wanna know why? Hmm…cant tell.
45. I hate it when people lie to me.
46. Not that I dont lie. Of course I lie. Everybody lies.
47. Then why did I say that I hate it when people lie to me?
48. Again, no idea at all. Hmm hmm..
49. I dont shop a lot, but I love to buy myself perfumes.
50. Oh, and I’ve been wearing veils for 14 years. Err…jilbab? Yeah, that.
51. But that doesnt mean I’m a religious person, no I’m not.
52. In fact I finally realize that I’m an almost atheist.
53. I do believe in God, it’s just…
54. Oh well, let’s skip this topic. I dont wanna start a war.
55. I like girls, sexually.
56. Oh wow, do I sound mental?
57. I’m an insomniac, never sleep before 3am.
58. Tried to get some help once, and it didnt work. Now I give up, I’m okay, I can deal with it.
59. I’m not against poligamy issue.
60. My husband and I, we had a long conversation on this even before anything else.
61. Sure, he can have another wife if he wants to.
62. I mean why not?
63. Now you think I’m crazy, huh?
64. Huff…
65. I’m not always being positive. I’m negative, skeptic, and cynical, most of the time.
66. Dammit, 34 points to go?!
67. This is it. I quit.
68. This is ridiculous asking people to describe themselves this way, dont you think?
69. Shit, I hate tags, why dont we stop??!!
I’ve done my homework. Tag yourselves if you really love tagging each other. I’m out of here.
Kita sepakat, aku tau kita sepakati ini sejak bertahun-tahun lewat saat kamu memintaku berhenti menulis atau berpikir tentangmu. Semua tentangmu. Dan ya, aku sudah berhenti. Aku berhenti dan sungguh, sudah sejak lama aku membunuhmu, mencincangmu menjadi potongan-potongan kecil yang tak mungkin dikenali bahkan olehku sendiri.
Katakan ini surat atau catatan ke sekian ratus yang akan mengacaukan pagi atau malammu, siapa peduli? Aku sedang murka. Dan tentu saja aku boleh murka karena berkali-kali kamu melanggar batas kesabaran, ini yang kesekian.
Pikirkan ini. Apapun yang telah, sedang atau akan terjadi, kita mestinya tetap tinggal sebagai kawan baik. Seperti dulu. Dan kita punya sejarah, kalau kamu lupa. Kita punya sejarah, yang entah kenapa begitu kuat dan lekat sehingga kita selalu gagal meski puluhan kali kita berjanji untuk berhenti saling mencari. Kamu masih datang dan aku begitu tololnya masih selalu menginginkan kamu untuk datang, lagi dan lagi dan lagi.
Lantas ini yang terjadi. Kamu membuatku marah sekali lagi. Aku benci harus menjawab pertanyaan-pertanyaanmu, tau bahwa semua yang keluar dari mulutku akan sia-sia. Percuma. Kamu terlihat begitu menikmati permainan, dipecundangi dan hebatnya lagi, kamu merasa menang.
Lelaki. Dan kamu selalu merasa lebih pintar, menganggapku berlebihan karena mendramakan semuanya? Hah! Bukankah memang itu esensi perempuan? Hidup memang drama bagi kebanyakan perempuan. Bodoh sekali memintaku berpikir selempeng kamu. Kalau aku selogis dan serealistis itu, tidakkah kamu akan merasa mengencani sesama lelaki?
Ah, sejarah. Begitu dekat dan sesekali masih bisa kusentuh, tapi juga begitu lampau, begitu jauh.
Sudahlah. Kamu kalah.