terapi sakit hati

Udah lama banget blog ini kehilangan fungsinya sebagai online journal. Kadang pengen juga nulis semaunya, numpahin apa aja yang lagi menuh-menuhin kepala, tapi pernah ada yang bilang, pinter-pinterlah jaga kelakuan karena ini ranah publik.

Oiya, saya juga tau kalo soal itu mah. Masalahnya, gak gampang menjaga behaviour dan tetap tenang kalo saya lagi marah banget dan kepala rasanya nyaris meledak saking sebelnya. Lha dikira saya malaikat, apa? Gak lah. Segala label yang dilekatkan orang dengan semena-mena tentang perempuan tangguh misalnya, sumpah bukan saya yang mau.

Halah. Perempuan tangguh my ass. Saya juga manusia biasa. Boleh dong saya tereakin sopir angkot yang motong jalan seenaknya dan nyaris bikin saya celaka. Boleh dong saya tersinggung dan sakit hati kalo ngerasa gak dianggep terutama oleh orang-orang terdekat saya.

Okay. Cukup intronya. Sekarang kita mulai. Saya pengen ngomong sesuatu tentang sebuah kata sederhana. Teman. Apa definisi kata teman buat kalian, sih?

Buat saya, seperti saya tulis di tempat lain tadi malam, teman adalah…‘kalo kamu lagi down, mereka ada. Kamu lagi sendirian dan butuh seseorang untuk berbagi gelisahmu, mereka ada. Kamu stres, mereka memberimu pelukan. Kamu nangis, mereka sediakan pundak mereka untukmu’. Yup, saya tau, mungkin gak tepat seperti itu juga sih, tapi kalimat yang jauh dari indah inilah yang saya pikir lumayan nyambung dan mewakili perasaan dan sakit hati saya kemarin.

Ya maaf, kalo cuma temen online yang baru kenal dan intensitas pertemanannya hanya sebatas saling say hi di blog dan di ruang-ruang maya yang lain, saya gak akan menyebut mereka temen saya. Oh, soal temen online, ada satu cerita. Saya pernah kecelakaan, nabrak mobil orang dari belakang pas saya lagi bego dan telat nginjek rem di tol. Gak lama setelah itu, beberapa temen blogger bahkan yang di luar Jawa dan sama sekali belum pernah ketemu, nelpon dan mastiin bahwa saya gak pa-pa. Nah ini beda lagi kasusnya. Saya bisa bedain, meskipun hanya temen online, saya tau mereka gak basa basi dan sok perhatian, karena selain saya kenal mereka cukup lama lewat blog masing-masing, mereka dan saya sebenernya ada di lingkaran pertemanan yang sama. Artinya, beberapa temen mereka adalah temen saya, online dan offline. Ngerti gak, sampe sini?

Trus ini poinnya apa ya?

Saya mau bilang, ati-ati. Be extra careful, people. Jangan jadi orang bodoh yang rela kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga hanya demi orang-orang yang kalian sebut teman tadi. Teman-teman gak jelas seperti itu akan selalu ada, datang dan pergi. Yang tetap tinggal menemani apapun keadaanmu, bahkan sering kali tanpa pamrih bersedia melakukan nyaris apa pun untuk kalian (catat ini: NYARIS APA PUN), siapa pun pasti setuju, itulah teman sebenar-benarnya teman yang kalian butuhkan.

Iya, saya marah dan merasa disepelekan. Jeleknya (eh atau malah bagus buat kesehatan jiwa saya, ya?), ada kondisi tertentu yang membuat saya mendadak punya kemampuan luar biasa untuk switch off dan membuat diri saya sendiri mati rasa. Pride and dignity, kadang saya tempatkan di atas segalanya.

Gak percaya? Try me, dan kalian akan tau bahwa saya juga bisa dengan entengnya bilang “tell them they can go fuck themselves. I dont fuckin care.”

dear girlfriend

Dear girlfriend,

One day when you’re done with him (when he’s done with you?), we’ll hang out, just the two of us, and we’ll talk over coffee (or tea, or milk if you don’t drink coffee), and I promise you, I promise you I will tell you everything. Every secret, every lie. Everything. And then you’ll see why I always, always say ‘TRUST NO ONE’.

Until that day, you can live your life the way you choose. You can, of course, fool yourself, believing that it is a rabbit that he pulls out of his hat. He gives you rabbit because he knows you want to see a rabbit. He’s good. Pretty smooth, I’m telling ya.

Good luck, dear. Let’s just hope you’re not gonna have to go through what some girls went through. Pray, if you believe in God.

He doesn’t. I don’t.

what’s your name’s hidden meaning?

Another meaningless blog post. I actually posted this kind of thing like, two or three years ago on my previous blog. But hell, this is fun. So here’s what they say about my (real) name:

You are balanced, orderly, and organized. You like your ducks in a row.
You are powerful and competent, especially in the workplace.
People can see you as stubborn and headstrong. You definitely have a dominant personality.

You are wild, crazy, and a huge rebel. You’re always up to something.
You have a ton of energy, and most people can’t handle you. You’re very intense.
You definitely are a handful, and you’re likely to get in trouble. But your kind of trouble is a lot of fun.

You tend to be pretty tightly wound. It’s easy to get you excited… which can be a good or bad thing.
You have a lot of enthusiasm, but it fades rather quickly. You don’t stick with any one thing for very long.
You have the drive to accomplish a lot in a short amount of time. Your biggest problem is making sure you finish the projects you start.

You are usually the best at everything … you strive for perfection.
You are confident, authoritative, and aggressive.
You have the classic “Type A” personality.

You are very intuitive and wise. You understand the world better than most people.
You also have a very active imagination. You often get carried away with your thoughts.
You are prone to a little paranoia and jealousy. You sometimes go overboard in interpreting signals.

You are truly an original person. You have amazing ideas, and the power to carry them out.
Success comes rather easily for you… especially in business and academia.
Some people find you to be selfish and a bit overbearing. You’re a strong person.

You are a free spirit, and you resent anyone who tries to fence you in.
You are unpredictable, adventurous, and always a little surprising.
You may miss out by not settling down, but you’re too busy having fun to care.

Wanna know yours? Here’s the link.