megatruh buat kamu
kosong jalanku
berdebu tanpa kamu
kamu bedebah manis nomor satu
tawa dan senyum racun rindu
renggut ruang dan waktuku
jadi bisu
tapi mestinya kamu tahu
gulanaku bisa beku
membiru sebiru-biru
lalu waktu bukan giliranmu …
*puisi. yang ini beneran puisi. hadiah dari ndorokakung. entah apa maksudnya.
**maturnuwun, ndoroku. aku padamu.
a note #7
I remember asked you one stupid question once, almost a year ago. What are you made of? And you said something like, “Haha…I don’t know. Stardust, I think.”
Now let me ask you again, sweet thing. What are you made of? Because stardust, can’t be as beautiful as you..
…
“Gimana sih cara menghapus dendam? Dosa gak kalo saya masih menyimpannya jauuuuh banget di dalem?”
Belajarlah memaafkan, jawabku.
“Fiuhh…life sucks”
Yeah it does sometimes. Yang sabar ya…, kataku lagi, berharap perbincangan selesai sampai di sini.
“Makasih. Saya ditemani bercangkir-cangkir kopi, setumpuk pekerjaan, U2, sesak di kepala, sakit jiwa…what a perfect night. Met istirahat, semoga malammu indah dan berbintang”
Hahah, malamku selalu berbintang. Selamat tidur, dear.
Yang kau tak pernah tau, kawan, di langitku malam ini tak ada bintang. Dan aku terbakar cemburu. Kekasihku lebih suka melewati malam bersama perempuan itu.
Perempuannya.
note: entry yang pernah saya proteksi karena agak sensitif dan agak2 gimana gitu. ga ada judulnya karena memang ga nemu judul yg pas, dan saya lagi males mikir. fiksi atau bukan, ya silakan diartiin sendiri aja lah. saya gak mau bilang. dibilangin lagi males mikir, hahahah…
masks
Perfect husbands, happy couples, faithful wives, fucking smart persons, devoted friends, damn hot lovers. I believe we all are hiding behind one of the stupid masks.
Now the big question:
DO WE REALLY NEED THOSE?
So, people. Which mask are you wearing tonight?
a note #3
Maafkan aku, bintang.
Jarak memang selalu membuatku gamang. Bukan hanya soal angka-angka koordinat di peta, karena bagiku tak soal di belahan bumi mana kau berasal atau tinggal. Bicara jarak, yang terbayang adalah perbedaan begitu rupa yang membuatku tak mungkin memelukmu, memberimu ciuman selamat pagi sembari menengadah menatap ke kedalaman matamu dan berkata aku mencintaimu.
Tapi seperti katamu, mestinya tak ada lagi yang kita takutkan. Tidak jarak, tidak juga ruang. Dan di atas segalanya, bukankah jarak dan ruang lah yang membuat kita saling menemukan?
**buat kamu, bintang. sampai ketemu lagi di mimpiku, nanti malam.

My name is Venus, perempuan, istri, ibu rumah tangga dengan dua anak laki-laki yang pinter-pinter dan ganteng-ganteng.