venus to mars


 

‘18 taun ke atas’ Category

lovers

Tuesday, August 28th, 2007

lovers.jpg

Postingan yang tertunda beberapa hari, soal selingkuhan online. Tau maksud saya, kan?

Jadi gini situasinya.
Sabtu sore kemaren, sambil nemenin precil-precil les renang, sendirian di pinggir kolam renang sambil browsing, menikmati A mild menthol dan secangkir kopi pahit (wuah indahnyaaaa…), saya sempet chatting di messenger dengan seorang kawan yang suka ngaku-ngaku sebagai ‘piaraan’ saya. Seperti biasa, kita ngobrol tentang banyak hal, sampai akhirnya nyampe juga ke obrolan ‘edisi curhat’. Intinya, kita sepakat bahwa ternyata memang hampir semua orang, terutama di lingkaran kita, punya atau setidaknya pernah punya selingkuhan online. Ada yang keberatan dengan istilah selingkuhan? Oke, kita sebut aja temen deket online atau apa lah istilahnya, kalo gitu.

Saya dan temen saya ini, anak muda umur dua puluhan, ‘orang media’, tinggal di Semarang, ngobrolin mulai dari kenapa banyak banget kejadian kayak gini di sekitar kita, apa dan gimana bentuk hubungan virtual itu, dan sejauh mana biasanya hati dan rasa terlibat di dalamnya, atau bagaimana seharusnya memanage hubungan seperti ini agar tak melukai perasaan siapa-siapa. Menyakiti diri sendiri, juga terutama orang-orang di sekitar kita. Keluarga, misalnya.

Beberapa jam sebelumnya, seorang kawan yang lain tiba2 ngebuzz ..
dia: nanya (astagaaa…bilang hallo dulu kek..)
saya: ya?
dia: saya pantes gak sih kena weblove? secara saya tipikal cowo dengan orientasi fisik.
saya: heh?? weblove gimana?
dia: platonis gitu, mbok. jatuh cinta dengan orang yg tdk pernah saya temui.
saya: oooh, maksudnya…terjerat cinta hitam di cyberspace?
dia: hiyaaaahhh..benerrr. diterusin gak mbok, enaknya?

Kemarennya, saya ngobrol dengan temen yang lain. Dua hari sebelumnya, dengan temen yang lain lagi. Masih topik yang sama, temen deket online. Nah. Dari hasil ngobrol-ngobrol itu, saya (makin) tau bahwa ternyata issue ini sama sekali bukan lagi hal yang aneh. Setidaknya saya kenal beberapa orang yang, dari pengakuan mereka sendiri, pernah atau sedang terlibat kisah cinta virtual. Dan yang lebih dahsyat, gak ada lagi batasan umur atau status. Di semua golongan dan kelompok, ini beneran terjadi. Laki-laki, perempuan, anak kuliahan, para professional, golongan pekerja kantoran, ibu rumah tangga. Gila gak sih?

Coba lihat ini. Selain dua teman yang ngobrol sama saya di awal cerita, saya punya daftar yang meski mungkin anonim, tapi percayalah, data ini valid, bukan cuma karangan saya.

  • Perempuan, thirty something, ibu 3 anak, status bersuami. Dari pengakuannya, dia pernah punya ‘pacar online’ hampir dua tahun lamanya. Gak pernah ketemu karena selain jarak tempat tinggal mereka ribuan kilometer jauhnya, dia gak punya keberanian untuk itu, dan akhirnya bubar. Si perempuan kembali ke keluarganya, dan mantan pacarnya balik lagi ke tunangannya dengan hati patah. Jangan ketawa dulu, ini beneran. Mantan gebetan online si ibu ini bener-bener patah hati karena perpisahan mereka.
  • Perempuan lagi, umur tiga puluhan, seorang istri dan ibu dua anak, pekerja kantoran. Beberapa bulan terakhir dia terlibat sesuatu dengan seseorang, yang walaupun dia bilang ‘cuma iseng, buat temen ngobrol, sayang2an, dan temen berantem kok..’, tapi jelas, ini masuk kategori selingkuhan online, kan?
  • Perempuan, bekerja, punya suami dan 3 anak. Temen yang saya kenal udah cukup lama ini, setidaknya sudah 4 taun lebih terlibat hubungan virtual yang kompleks dengan seseorang. Saya katakan kompleks, karena mereka berdua sama-sama sudah menikah, belum pernah ketemuan, tapi begitu yakinnya bahwa ‘dia itu soulmateku, walaupun aku sangat mencintai suamiku’. Lebih aneh lagi, pasangan resmi mereka, bahkan anak2 mereka berdua tau kedekatan mereka, bahkan saling kenal.
  • Perempuan (lagi), bekerja, ibu dari satu anak. Usia pernikahannya belum lagi lima tahun, tapi sudah berkali-kali berganti pasangan kencan, yang tentu saja dikenalnya dari internet. Bahkan katanya nih, biasanya setelah beberapa kali pertemuan dan temen kita ini mulai bosen dan merasa gak ada tantangan lagi, udah ga ada deg2annya lagi, temen2 kencannya ini “aku tendang-tendangin aja, mbok”.
  • Perempuan, umur dua puluhan, karyawan swasta. Beberapa tahun yang lalu pernah jatuh cinta dengan seseorang, temen chattingnya. Hubungan mereka cukup intens, dia menggambarkannya sebagai ‘indah tapi aneh dan gak masuk akal’. Amat sangat saling mencintai satu sama lain, tapi entah apa alasannya mereka gak pernah ketemu (dan ini bikin saya gemes, sebetulnya), sampai akhirnya salah satu dari mereka menikah dengan orang lain.

Pertanyaan saya sekarang, kalau anda kebetulan ada di posisi mereka, apa yang akan anda lakukan? Maksud saya, kalau anda punya kesempatan ketemu dengan teman dekat anda di dunia maya yang sepertinya memang menjadikan jarak tak ada artinya lagi, anda berani? Anda berani, misalnya, menbawa hubungan anda ke level yang lebih serius? Ketemu, kemudian menjadikan kekasih maya anda ini pacar offline, menyerahkan hati anda kepadanya, mencoba setia, dan melakukan hal-hal seperti layaknya orang pacaran? Tell me people, how far would you go?

*fian, saya gak punya banyak brondong (gila kamu, yaaa???), gak doyan, dan gak pernah nyari-nyari brondong. edan!

update: ada sms dari seseorang, “i’ve read your post. yang jadi pertanyaan, kenapa para selingkuhers itu ngadunya sama simbok??? mau nyari info dari yang lebih pengalaman?” Salah banget, young man! Mereka berani curhat because they trust me. Mereka percaya rahasia mereka aman, saya mau dengerin cerita mereka tanpa sedikitpun niatan ngejudge dan nyalahin siapa2. I’m a damn good listener, you have to admit it! And believe me, their sex life, or YOURS, is none of my business! Happy now??!!

 



when harry met sally

Thursday, July 12th, 2007

billy_crystal8.jpg

Masih inget adegan heboh saat Meg Ryan nunjukin ke Billy Crystal bahwa perempuan sering ‘terpaksa’ berpura-pura orgasm supaya tidak melukai ego pasangannya?  Scene yang lucu abis secara kejadiannya di dalam sebuah restoran yang lagi penuh orang, dan Meg Ryan nekad mempraktekkan kepura-puraan itu dengan ekspresi wajah, suara dan napas  terengah-engah bahkan teriakan ‘pura-pura orgasme’ yang bikin semua orang di ruangan terbengong-bengong ngeliatin mereka berdua.

Film komedi romantis garapan sutradara Rob Reiner yang dirilis tanggal 12 Juli 1989, persis 18 taun yang lalu (eh pas bener yak tanggalnya), bercerita tentang persahabatan antara Harry (Billy Crystal) dan Sally (Meg Ryan) yang sudah berjalan selama hampir sebelas tahun. Cerita tentang dilema yang sering dihadapi dua orang sahabat yang berlainan jenis kelamin, dan tentu saja ‘isi otaknya’ juga berbeda (bukankah hampir seratus persen isi otak laki-laki cuma berputar-putar di daerah selangkangan?!)

Nah, hal ini yang belakangan mengusik syaraf keisengan saya. Seorang kawan, beberapa waktu yang lalu mengaku hampir saja have sex dengan teman wanita yang juga adalah teman satu kantornya. Temen saya yang lain, seorang laki-laki di awal 30-an, begitu yakin bahwa satu saat dia pasti berhasil membawa sahabatnya ke kamar hotel. No obligations, no commitments. Just sex. Bener-bener deh para lelaki ini…

Nah. The big question is, mungkin gak sih, kita bersahabat dengan lawan jenis tanpa berakhir di tempat tidur?

 



lelaki, perempuan

Monday, June 25th, 2007

Tau gak apa yang bikin kami bete?

Kamu gak sensitif. Apa susahnya ngertiin dikit tentang keinginan kami untuk sekali-sekali dimanja, diperhatiin, bahkan digombalin? Kami butuh itu. Persetan dengan logika yang selalu kalian bangga-banggakan. Hidup bukan soal fisika yang musti kita pecahkan dengan teori rumit yang bikin kita tegang seharian. Jadi cobalah menikmatinya dengan cara berbeda. Sekalisekali aja kok, kami juga gak minta kalian sok romantis setiap hari. Bawain bunga, coklat, boneka beruang segede binatang aslinya? Jangan! Kami ga butuh itu. Just be sensitive. Elusan di punggung saat kami kecapean ngurus rumah, pelukan hangat saat kami down, senyum terimakasih saat kami hidangkan kopimu di pagi hari.

Dan berhentilah, tolong berhentilah mengeluh saat kami pengen ditemenin belanja. Kami tau kamu capek kerja nyari duit seminggu penuh. Tapi kami juga capek, tau! Jadi kalo seminggu sekali kami pengen ke mall, apa salahnya sih? So don’t gimme that attitude. Gerah juga kan, kalo baru jalan sebentaran, kamunya udah bolaaaak balik ngeliat jam dengan tampang aduh-buruan-dong-lama-amat-seeeh yang ngeselin kayak gitu. Bikin bete aja. Katanya cintaaa…Huh!

Ah, ya…sebaiknya kamu ngerti, kami lebih suka kalo kamu gak ngabisin berjam-jam main game atau nonton bola di tivi. Gak bosen, apa, melototin tivi mulu? Masa gak ngerti juga, kami perempuan merelakan badan dan kulit kami diobok-obok supaya terlihat manis didepanmu. Liat sini kek. Gombal-gombal dikit, kek. Kalo nyampe rumah kamu malah sibuk sama mainanmu; gitar dan gadget dan kaset PS dan whatever it is…beuh, mendingan kami males-malesan aja di rumah, gak perlu luluran, gak usah ke salon, berenti dari kelas pilates, berenti berburu pakaian dalam yang seksi berenda-renda.

Sebel liat kami nangis? Kalo gitu, barangkali kamu harus belajar, nangis adalah cara kami melepas kemarahan kalo segala umpatan dan keluh kesah gak mempan lagi. Kalo kalian gak punya waktu mendengarkan kami, apalagi yg bisa bikin kalian tau bahwa kami ada disampingmu, membutuhkan kamu? At least dengerin dan kasi respons yang enak di kuping lah, jangan cuma pura-pura dengerin tapi sebenarnya ga nyimak. Emang kamu ga tau? Perempuan cuma butuh didenger, gak selalu butuh solusi logis dari kalian kok.

Dan please, please jangan langsung ngorok after sex. Ngeselin banget. Ngobrol bentar kek, pelukan, atau beri kami ciuman sayang. Kalo soal cape, bukannya perempuan lebih cape ngurus rumah sepanjang hari?

Dan kenapa sih, kamu males-malesan kalo kami telpon atau sms sekedar nanyain kamu udah makan apa belom, pulang jam berapa, lagi di mana, sama siapa, stuffs like that? Bukannya harusnya kamu seneng diperhatiin gitu? Pengen kami lebih cuek? Bisa aja sih, tapi apa iya kamu bener-bener mau dicuekin? Jangan-jangan kamu malah curiga, paranoid ga karuan.

Bisa taro baju dan kaos kaki kotor di tempatnya, Sayang? Jorok bener!

Coba deh, bantuin dikit mandiin anak-anak kek, jangan cuma klepas-klepus, enak-enakan nonton tivi sementara kami pontang-panting sampe gak sempet dandan.

Daripada ngoprek mobilmu yang gak kenapa-napa, bukannya lebih manis kalo kamu bawa anak-anak jalan biar kami bisa istirahat sebentar? Takut mereka ngrepotin? Huh, that’s what women have to deal with, hunny bunny! Setiap hari! Coba deh kamu ‘pegang’ mereka satu dua hariiii aja.

Haus ya, sayang? Sana, ambil air es di kulkas. Bisa kan? Tanganmu gak lagi keseleo kan? Kalo apa-apa musti diladenin, cari asisten aja, jangan cari bini cuma buat disuruh-suruh.

Jangan jelalatan! Malu-maluin, tau. Dan jangan bongkar-bongkar inbox sms kami ya? There’s one thing called PRIVACY! Plis deh…

huehehehehe…mars vs venus banget! cakep banget postingan saya kali ini:))


*inspired by danu

 



perih

Wednesday, June 20th, 2007

Dalam satu percakapan rame-rame. Ada saya, temen saya (sebut aja bu dokter), dan seorang laki-laki muda, Si A.

Dokter: oke, mau tanya apa?
A : Boleh tanya soal sex, dok? Ga pake filter nih. Boleh?
Dokter: ooo…boleeeehhhh…
A : Temen saya kemaren ngeluh. Udah lama gak have sex sama cowonya. Nah, pas udah mau penetrasi, katanya vaginanya kerasa perih gitu. Kenapa ya, dok?
Saya : Lubrikasinya kurang kalee…belom siap tuh cewenya.
A : Ah, engga. Ini udah basah banget loh. Horny, horny banget, dan foreplaynya cukup lama.
Saya : Psikis kayaknya ituuuh. Kalo buat perempuan, sex itu bukan cuma kegiatan biologis. Banyakan feeling yang main.
A : *mikir*
A : Gitu ya? Kira-kira, apa yg salah ya dok? Mungkin gak sih, kalo dua-duanya mau dan sama-sama siap, tapi perih?
Dokter: Gak. Gak akan perih kalo sama Brad Pitt.
Saya : Iya. Kalo sama Ashton Kutcher, gak jadi penetrasi, justru perih. Ati saya yang perih. Bisa muntab, saya.

Modiaaarrrr!!!!!!!

*repost dari blog rame-rame, cuma saya ganti judul entrynya. nama-nama sengaja disamarkan untuk menghindari hil-hil yang mustahal. hayaaaaaah…

 



malam minggu jahanam

Saturday, June 2nd, 2007

+ Baby…
- Ya?
+ Gpp. Iseng. Kangen…
- Halah. bengong neh, malem minggu da tau mau kmana. Ada saran?
+ Jalan. Nonton. Nonton tivi. Pacaran. Ngaji. Duh gw jg bingung mo ngapain. Bengong sebengong2nya.
- Pantesan manggil2. Ngaji?? Wakaka…iya juga ya..
+ I wish you were here with me. We can have some fun, yes? Nongkrong di mana kek. Pusing gw.
- Benerrrr! Lonesome tonite buangett..Muter2 kota dr tadi, liat orang pacaran trs! mau saya jatuhkan nuklir saja di kota ini..
+ Wakaka..sindrom manusia abad 21 ya? Sepi di keramaian. Ya deh enjoy your loneliness. Duh coba lu ada di sini, udah gw ajakin seneng2
- Ha??Diajakin apa neh? Mau mauuu…Ini lagi nongkrong di pelabuhan kota. Sok keren, wakakaka..
+Seneng2 aja. Ngobrol, making out. Apa aja jadi kalo lagi pusing gini mah. Hahaha…ancur bener becandaan kita ya? Orang2 stress! Duh..
- Making love? Wow.. asem bener pokoknya malem ini. Pada kemana seh cewe2 saya???
+ Bukan ML. Make out, petting, seneng2. Tp ML juga gpp kyknya yak? Huaaaa…malam jahanam bener nih. Bete. Halah, cewe2 saya!! Sok playboy!
- Hehe..petting aja deh. Walah, ancur bener dah malem ini! Playboy seh bukan, tapi idol! Emang mbo lagi dmana?
+ D rmh. Anak2 sibuk sendiri2, misoa pergi sm tmn2nya. Mau jalan jg lg ga mood. Ok, baby. Diposting!! Hahaha…
- Seeep, aku jg dah nemu cewe neh, anak sma katanya…

*Sms2, becanda gila2an, saya dan peter parker. Malam minggu jahanam. Sepi benerrrr… Crap! Where is everybody???