<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sometimes you have to go a little crazy to stay a little sane &#187; 18 taun ke atas</title>
	<atom:link href="http://venus-to-mars.com/category/18-taun-ke-atas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://venus-to-mars.com</link>
	<description>[sometimes you have to go a little crazy to stay a little sane]</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 10:35:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>click. you&#8217;re dead</title>
		<link>http://venus-to-mars.com/2009/06/26/click-youre-dead/</link>
		<comments>http://venus-to-mars.com/2009/06/26/click-youre-dead/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 03:35:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[18 taun ke atas]]></category>
		<category><![CDATA[ngerumpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venus-to-mars.com/?p=871</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat kasus-kasus lawas para artis dan tokoh masyarakat negeri ini yang terlibat skandal seks, yang apesnya gambar dan atau video adegan hot mereka terekam (atau sengaja direkam) kamera dan gambar-gambar itu lantas beredar luas di internet? Buat para penikmat gosip, ini rejeki. Buat penyuka pornografi, ini berkah dari langit. Tapi buat mereka, para pelaku (korban?), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2009%2F06%2F26%2Fclick-youre-dead%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2009%2F06%2F26%2Fclick-youre-dead%2F&amp;source=venustweets&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Masih ingat kasus-kasus lawas para artis dan tokoh masyarakat negeri ini yang terlibat skandal seks, yang apesnya gambar dan atau video adegan hot mereka terekam (atau sengaja direkam) kamera dan gambar-gambar itu lantas beredar luas di internet? Buat para penikmat gosip, ini rejeki. Buat penyuka pornografi, ini berkah dari langit. Tapi buat mereka, para pelaku (korban?), ini berarti kiamat. Bukan hanya menjadi bulan-bulanan media, tapi lebih naas lagi, hampir bisa dipastikan karier dan keluarga mereka habis berantakan.</p>
<p>Teknologi digital yang serba mudah dan instan kadang memerangkap. Di satu sisi, ia memberi kemudahan luar biasa. Tapi kalau kita tak pandai-pandai memanfaatkan segala kemudahan yang ditawarkan, sedikit kesalahan saja, sedikit saja, maka jadilah kita korban.</p>
<p>Untuk sebagian perempuan, momen-momen intim bersama pasangan adalah saat-saat indah yang layak didokumentasikan, entah berupa gambar diam atau rekaman video. Dan semua begitu mudah. Begitu mudahnya hingga kadang anda lupa bahwa teknologi digital juga bisa merugikan jika jatuh ke tangan yang salah.</p>
<p>Katakan suatu malam anda berkencan dengan pasangan (ini bisa siapa saja; pasangan resmi, pacar, calon suami, atau bahkan selingkuhan). Anda berdua tergoda untuk menyimpan sesuatu yang anda pikir romantis dan akan bisa disimpan sebagai kenangan seumur hidup. Terlihat sederhana dan tidak berbahaya, bahkan mungkin anda menganggap ini semacam petualangan yang menggoda dan mendebarkan. Tapi taukah anda bahwa jika anda sedikit saja lengah dan kurang hati-hati, anda akan jadi korban kebodohan anda sendiri?</p>
<p>Bukan berniat mengajari anda bagaimana berbuat curang dengan lebih cerdas. Tapi seharusnyalah semua perempuan tau bagaimana melindungi diri dari kemungkinan menjadi korban kejahatan seperti pada awal artikel tadi. Silakan saja jika memang anda begitu inginnya merekam saat-saat yang sangat pribadi dengan pasangan, tapi sebaiknya anda tau dulu trik-triknya. Aha!</p>
<ul>
<li>Jangan gunakan kamera ponsel. Suatu saat jika ponsel anda rusak, gambar-gambar dan atau video yang pernah anda simpan di situ bisa dipanggil lagi sekali pun seluruh file berbahaya sudah anda hapus dari memori ponsel.</li>
<li>Jangan membiarkan orang lain meng-copy foto dan atau video anda dengan alasan apa pun. Pasangan atau kekasih anda? Ini lebih haram lagi. Jangan.</li>
<li>Sebisa mungkin, gunakan memory card baru.</li>
<li>Segera hapus gambar atau video berbahaya anda secepatnya setelah anda puas melihatnya. Format ulang memory card yang sudah terpakai, atau gunting saja kemudian buang ke kloset dan flush.</li>
<li>Sangat tidak dianjurkan untuk memindahkan foto dan atau video ke folder komputer. Selalu ada celah dan kemungkinan buruk bahwa satu saat data anda jatuh ke tangan orang yang salah.</li>
<li>Lantas bagaimana dengan video yang diambil menggunakan handycam, misalnya? Sama saja. Justru lebih ribet karena jika anda ingin merusak mini-DV untuk memusnahkan data tersimpan, perlu usaha lebih keras karena agak susah juga merusak atau mematahkan si mini-DV. <em>Pake palu aja gimana?</em> Oiya, bisa juga sih. Tapi intinya, ribet dan merepotkan.</li>
</ul>
<p><em>Jadi gimana dong? Kan pengen juga punya kenang-kenangan manis bareng si dia?</em></p>
<p>Saran terbaik yang bisa saya berikan: simpan saja kenangan indah itu di kepala dan hati. Kecuali jika anda punya cita-cita terpendam untuk jadi bintang film bokep gratisan, tentu saja. Itu perkecualian.</p>
<p>Ilustrasi: unknown.</p>
<p><em>note: artikel diambil dari </em><a href="http://laurier.ngerumpi.com/baca/2009/06/26/click-you-re-dead.html"><em>ngerumpidotkom</em></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venus-to-mars.com/2009/06/26/click-youre-dead/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I&#8217;m your master tonight</title>
		<link>http://venus-to-mars.com/2009/06/26/im-your-master-tonight/</link>
		<comments>http://venus-to-mars.com/2009/06/26/im-your-master-tonight/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 17:56:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[18 taun ke atas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venus-to-mars.com/?p=870</guid>
		<description><![CDATA[From Drop Box Secara umum, atau kalau boleh saya sebut karena alasan &#8216;kodrat&#8217; dan nilai-nilai ketimuran (halah ini lagi), perempuan Indonesia lebih suka bersikap pasif dan menunggu saat bercinta dengan pasangan. Ada ketakutan bahwa jika perempuan lebih terbuka mengekspresikan apa yang dia rasakan, atau apa yang ia inginkan dilakukan oleh pasangannya, dia akan dianggap terlalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2009%2F06%2F26%2Fim-your-master-tonight%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2009%2F06%2F26%2Fim-your-master-tonight%2F&amp;source=venustweets&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<table style="width:auto;">
<tr>
<td><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/BDB4auNAGwnOtRNAJE2jvw?authkey=Gv1sRgCOPzteuEgIOzUQ&#038;feat=embedwebsite"><img src="http://lh4.ggpht.com/_eBBktYdF0HY/SkO5LptGYnI/AAAAAAAAB0g/dL_3c3jV5d0/s288/Picture%201-1.png" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right">From <a href="http://picasaweb.google.com/venustovenus/DropBox?authkey=Gv1sRgCOPzteuEgIOzUQ&#038;feat=embedwebsite">Drop Box</a></td>
</tr>
</table>
<p>Secara umum, atau kalau boleh saya sebut karena alasan &#8216;kodrat&#8217; dan nilai-nilai ketimuran (halah ini lagi), perempuan Indonesia lebih suka bersikap pasif dan menunggu saat bercinta dengan pasangan. Ada ketakutan bahwa jika perempuan lebih terbuka mengekspresikan apa yang dia rasakan, atau apa yang ia inginkan dilakukan oleh pasangannya, dia akan dianggap terlalu berani atau apalah, yang ujung-ujungnya akan membuat pasangan anda turned off.</p>
<p>Padahal, taukah anda bahwa laki-laki juga menikmati momen saat perempuan mendominasi dan pegang kendali? Sekali-sekali anda boleh berinisiatif dan menguasai permainan, kok. Tak perlu ekstrim dan mempraktekkan <em>master and slave</em> sampai anda membawa borgol dan cambuk, misalnya (eh, kecuali anda dan pasangan sama-sama suka kinky, kenapa engga?). </p>
<p>Berikut sedikit tips untuk anda dan pasangan. Bisa dicoba malam ini.</p>
<p>Kenali tubuh anda sendiri. Untuk memahami titik erotis dan area sensitif tubuh, tentu saja anda harus berani mengeksplor sensualitas dan seksualitas anda. Pada umumnya libido perempuan akan lebih gampang naik oleh stimulasi di daerah-daerah seperti leher, dada, dan daerah genital. Tapi tidak tertutup kemungkinan, daerah sensitif anda terletak di bagian tubuh yang lain. Betis, punggung, lipatan di bawah lengan, atau mungkin area perut? Anda yang lebih tau.</p>
<p>Jangan menunggu dia memulai sesuatu. Jika kelihatannya malam ini akan berlalu dingin-dingin saja, dekati pasangan anda. <em>Start a move</em>. Kalau dia menolak atau pura-pura menolak, nah inilah saatnya anda beraksi.</p>
<ul>
<li>Sentuh pasangan anda di area yang anda tau tak bisa ditolaknya, berikan ciuman paling panas, dan mulailah melucuti pakaiannya satu persatu. Kalau anda cukup berani, bisikkan sesuatu yang nakal di telinganya. <em>Tell him that you want him so bad tonight, that bad you could boil a cat just to be with him.</em></li>
<li>Jangan beri dia kesempatan mengendalikan permainan. Pegang tangan pasangan, arahkan ke area-area di mana anda ingin disentuh. Bimbing tangannya untuk melepas kait bra anda. Mintalah pasangan bermain-main sejenak di daerah payudara, kemudian bimbing tangannya menelusuri perut anda.</li>
<li>Saat permainan semakin panas, mintalah ia melakukan sesuatu seperti cunilingus, atau jika anda merasa kurang nyaman dengan ini, arahkan tangannya ke area genital dan biarkan jari-jarinya bekerja. Jangan lupa berikan reaksi yang akan membuatnya semakin menikmati permainan. Katakan anda menyukai apa yang dia lakukan, dan jangan malu mengekspresikan apa yang anda rasakan dengan gerakan dan suara-suara yang akan semakin membangkitkan gairahnya.</li>
<li>Kalau anda merasa bahwa foreplay sudah cukup lama dan anda berdua sama-sama siap ke babak berikutnya, mintalah pasangan melakukan penetrasi. Ucapkan dengan sedikit &#8216;nakal&#8217;, misalnya <em>&#8220;do me now, give it to me&#8221;</em>. Pilih posisi <em>woman on top</em> kalau anda suka dan biarkan dia menikmati dominasi anda di tempat tidur malam ini.</li>
</ul>
<p>Selamat mencoba  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/3.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ilustrasi dari <a href="http://pixdaus.com/"><span>pixdaus.com</span></a></p>
<p><em>note: artikel diambil dari <a href="http://laurier.ngerumpi.com/baca/2009/06/25/i-m-your-master-tonight.html">ngerumpi.com</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venus-to-mars.com/2009/06/26/im-your-master-tonight/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ketika pesta usai</title>
		<link>http://venus-to-mars.com/2008/11/23/ketika-pesta-usai/</link>
		<comments>http://venus-to-mars.com/2008/11/23/ketika-pesta-usai/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 06:28:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[18 taun ke atas]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[pb2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venus-to-mars.com/?p=817</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang tersisa selain rasa lelah yang kau rasakan sesudahnya, dan ratusan foto yang menampilkan wajah penuh tawa kawan-kawan baru dan sahabat-sahabat lama? Tubuh yang lengket oleh keringat karena kau menolak untuk pulang sebelum tengah malam, tak ingin kehilangan momen berharga yang akan tinggal cukup lama di simpul-simpul saraf otak sebagai kenangan? Tenggorokan yang terasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F11%2F23%2Fketika-pesta-usai%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F11%2F23%2Fketika-pesta-usai%2F&amp;source=venustweets&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Apa yang tersisa selain rasa lelah yang kau rasakan sesudahnya, dan ratusan foto yang menampilkan wajah penuh tawa kawan-kawan baru dan sahabat-sahabat lama? </p>
<p>Tubuh yang lengket oleh keringat karena kau menolak untuk pulang sebelum tengah malam, tak ingin kehilangan momen berharga yang akan tinggal cukup lama di simpul-simpul saraf otak sebagai kenangan? Tenggorokan yang terasa kering karena terlalu banyak tertawa dan bicara tapi baru kau sadari keesokan harinya?</p>
<p><a href='http://venus-to-mars.com/wp-content/uploads/2008/11/my-pictures.jpg'><img src="http://venus-to-mars.com/wp-content/uploads/2008/11/my-pictures.jpg" alt="" title="my-pictures" width="480" height="480" class="alignnone size-full wp-image-821" /></a></p>
<p>Buat saya, acara pestablogger 2008 kemarin adalah kesempatan langka, kemewahan yang tak bisa dinikmati semua orang. Saya beruntung bisa hadir dan bertemu begitu banyak orang di sana. Meski sedikit kecewa karena tak sempat bertukar sapa dengan beberapa orang teman (padahal mereka juga ada di sana kemarin), dan sedikit bosan waktu acara pembagian doorprize yang kelamaan, jujur saja saya merasa tak pantas mengeluhkan ini itu dan menganggap acara itu sekadar hura-hura tak perlu. </p>
<p>Kebayang gak sih, betapa seneng dan kagetnya saat begitu banyak orang tiba-tiba menyapa, menjabat tangan dan beberapa memeluk saya kuat-kuat, memperkenalkan diri (dan alamat blognya) dan obrolan yang terjadi membuat saya merasa benar-benar kenal cukup lama dengan mereka? Dan betapa saya merasa tersanjung waktu <a href="http://ndorokakung.com">Ndorokakung</a> di acara breakout session memperkenalkan saya kepada teman-teman yang hadir di situ (padahal temen-temen sendiri juga, haha) sebagai <em>&#8220;Ini Venus, sang wanita purnama, perempuan yang selalu diajak melihat bulan oleh <a href="http://gage.batubara.net">Gage</a>. Saya selalu suka dengan Venus dari dulu, karena dia ngeblog dengan passion&#8221;</em>. Terima kasih. Datang dari Ndoro, saya memilih untuk percaya dan menganggap itu pujian tulus, bukan ledekan atau sindiran seperti biasanya.</p>
<p>Itu saja cerita dari saya. Sekali lagi terima kasih buat semuanya: panitia, temen-temen blogger dan plurker, pokoknya semuanya. Oh, mudah-mudahan gak ada yang iseng menangkap momen waktu saya menghambur dan nangis di pelukan <a href="http://ndobos.com">mas Mbilung</a> entah kenapa. </p>
<p>Sampai jumpa di pestablogger berikutnya yang akan dikomandani oleh mas <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>.</p>
<p><em>*post terkait:<br />
<a href="http://pestablogger.com/2008/11/22/cerita-pesta-blogger/">cerita pesta blogger</a><br />
<a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/11/23/hari-menyenangkan-di-pesta-blogger-2008/">hari menyenangkan di pesta blogger</a><br />
<a href="http://ndorokakung.com/2008/11/23/syukur-pecas-ndahe/">syukur pecas ndahe</a><br />
<a href="http://www.rampok.org/blog/archives/postingan-pesta">postingan pesta</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venus-to-mars.com/2008/11/23/ketika-pesta-usai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>59</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#9: Bre. Yogya. Luka</title>
		<link>http://venus-to-mars.com/2008/06/13/9-bre-yogya-luka/</link>
		<comments>http://venus-to-mars.com/2008/06/13/9-bre-yogya-luka/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 05:15:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[18 taun ke atas]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venus-to-mars.com/2008/06/13/9-bre-yogya-luka/</guid>
		<description><![CDATA[Itu mereka. Bukan. Tak mungkin. Hadi tak akan pernah melakukan ini. Tidak dengan perempuan itu. Jangan bodoh. Itu jelas-jelas mereka. Baiklah. Kenapa tidak kita buktikan saja, kalau begitu? Tidak. Gila, kamu. Jangan. Kamu tak ingin menyakiti dirimu sendiri. Kau tak akan tersakiti. Tak satupun bisa melukaimu sekarang, Risha. Tak seorangpun bisa. Ayo, berhentilah. Hadapi mereka, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F06%2F13%2F9-bre-yogya-luka%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F06%2F13%2F9-bre-yogya-luka%2F&amp;source=venustweets&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Itu mereka. <em>Bukan. Tak mungkin. Hadi tak akan pernah melakukan ini. Tidak dengan perempuan itu.</em> Jangan bodoh. Itu jelas-jelas mereka. <em>Baiklah. Kenapa tidak kita buktikan saja, kalau begitu? </em>Tidak. Gila, kamu. Jangan. Kamu tak ingin menyakiti dirimu sendiri. <em>Kau tak akan tersakiti. Tak satupun bisa melukaimu sekarang, Risha. Tak seorangpun bisa. Ayo, berhentilah. Hadapi mereka, yakinlah tak akan terjadi apa-apa.</em><br />
Suara-suara di kepalaku terus saja berdengung, menebak-nebak, saling memengaruhi, semua merasa paling benar. Tanpa berpikir lebih lama, aku meminta Pak Imam sopir kami berhenti beberapa meter di depan mereka, memintanya menunggu beberapa menit sebelum mengantarku pulang. </p>
<p>Entah kekuatan apa yang membuatku begitu tenang, nyaris mati rasa, ketika dengan langkah ringan aku menghampiri mereka, suamiku dan perempuan yang dengan mesra sedang memeluk pinggangnya. Aku melihat Hadi, suamiku, ayah anak-anakku, mengatakan sesuatu yang dijawab oleh perempuan itu dengan tersipu-sipu, rona merah di wajahnya yang putih.</p>
<p>&#8220;Papa? Hai, Andin. Apa kabar?&#8221;</p>
<p>Mereka membeku di tempat mereka berdiri, tak sempat lagi berkelit atau berpura-pura tak ada yang terjadi. Dan aku merasa kosong, tidak sedih, tidak marah, tidak juga perasaan lain. Kosong. Seharusnya bisa lebih dramatis kejadiannya, batinku, tertawa dalam hati. Mestinya aku meraung-raung histeris, memaki mereka berdua dengan kata-kata kotor dan menjadikan kami bertiga tontonan gratis bagi para pejalan kaki di sekitar situ. Tapi tidak, aku memang tak bisa merasakan apa-apa lagi. </p>
<p>&#8220;Ma, akan kujelaskan&#8230;&#8221;</p>
<p>Dengan mataku, aku mengisyaratkan bahwa Hadi tak perlu bicara apa-apa. Tidak sekarang.</p>
<p>&#8220;<em>It&#8217;s okay</em>. Aku mengerti. Kita akan bicara nanti. Andin, aku pergi dulu, ya?&#8221;</p>
<p>Tersenyum, kulambaikan tangan kepada mereka berdua yang masih terpaku seolah-olah baru saja berpapasan dengan hantu.</p>
<p>Di rumah.</p>
<p>â€œBaby, tawaran berliburnya  masih berlaku?â€, tanyaku tanpa basa basi. </p>
<p>Bre di ujung telepon, tertawa renyah.</p>
<p>â€œMasih. Kenapa, sayang?â€</p>
<p>â€œIkut. Aku ikut.â€</p>
<p>                                         ****************</p>
<p><em>Sheraton Mustika Hotel, Yogyakarta, tiga hari kemudian.</em></p>
<p>Bre membukakan pintu untukku, tersenyum lebar menyambutku yang tak sabar menghambur memeluknya, dan aku terpejam merasakan bibirnya di bibirku, menciumku penuh-penuh sampai nyaris tersedak kehabisan napas.</p>
<p>â€œAku senang kamu mau datang, Rishaâ€, bisiknya setelah satu ciuman panjang yang menerbangkanku ke awang-awang. Aku tertawa, membiarkan Bre tetap memelukku, tangannya membelai punggungku.</p>
<p>â€œKupikir kamu marah kemarin waktu aku bilang aku tidak bisa pergi.â€</p>
<p>â€œAku marah, tapi sudahlah. <em>Youâ€™re here</em>, aku tidak ingin bertengkar lagi.â€</p>
<p>â€œAku juga. Dan kita akanâ€¦jalan-jalan?â€</p>
<p>â€œYup. Jalan-jalan, belanja, bersenang-senang, <em>and weâ€™ll make love. We&#8217;ll make love like never before</em>,â€ katanya.</p>
<p>â€œ<em>Oh, shut up</em>.â€</p>
<p>Bre terbahak. Aku selalu suka mendengar caranya tertawa.</p>
<p>                                                     ***************</p>
<p>Langit pukul lima sore masih menyisakan semburat keemasan yang menyilaukan, menembus kaca jendela kemudian memantul lembut, mengirimkan perasaan teduh dan  hangat ke seluruh ruangan. Lama sekali sampai  akhirnya Bre bersuara.</p>
<p>&#8220;Apa yang membawamu ke sini, Risha?&#8221;</p>
<p>Perlu beberapa saat sebelum aku berhasil mengumpulkan keberanian, menceritakan apa yang kulihat terjadi dan begitu nyata di depan mataku kemarin, di sebuah ruas jalan yang panas dan bising di Jakarta. </p>
<p>&#8220;Suamiku. Suamiku dan Andin. Mereka terlibat sesuatu, mungkin sudah sejak lama. Kamu ingat Andin, Bre? Kamu sempat berdansa dengannya malam itu di pesta ulang tahun suamiku, malam pertama kali aku mengenalmu&#8221;</p>
<p>&#8220;Andin? Andin yang itu? Oh, my God! Baby&#8230;&#8221; Bre memelukku lebih erat.</p>
<p>&#8220;<em>I know</em>. Aku juga kaget. Tapi yang lebih mengejutkan, aku tidak merasakan apa-apa, bahkan sedikit cemburu pun tidak. Menurut kamu, ini normal, Bre?&#8221; aku menelan ludah dengan susah payah, berusaha menghalau kegelisahan dan rasa tidak nyaman, bercerita tentang pengkhianatan yang dilakukan Hadi,  suamiku.</p>
<p>&#8220;Kamu cemburu, baby. Pasti. Kamu hanya takut mengakui bahwa suamimu tidur dengan perempuan lain.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hmm. Mungkin. Tapi bukankah aku juga tidur dengan lelaki lain? Sepertinya cemburu sangat tidak masuk akal, ya? Konyol sekali,&#8221; aku tertawa getir, memainkan anak-anak rambut yang terjuntai di dahinya dengan penuh sayang.</p>
<p>Kerinduanku nyaris tak tertahan, tapi aku belum  ingin bercinta sekarang. Itu bisa menunggu. Saat ini, aku hanya ingin berada dalam pelukannya, merasakan kulit kami bersentuhan, mendengar jantungnya yang berdegup kencang.</p>
<p>â€œKemana kita setelah ini, Bre?â€ tanyaku, letih.</p>
<p>â€œKamu tau kemana. Aku ingin kita menikah, Risha. Aku mencintaimu.â€</p>
<p>â€œKita sudah pernah membicarakan ini sebelumnya. Tidak, Breâ€.</p>
<p>Bre menghela napas, melepas lengannya yang melingkari tubuhku, menatapku tak mengerti.</p>
<p>â€œKenapa? Apa yang harus kulakukan supaya kamu percaya niat baikku?â€</p>
<p>â€œAku percaya, Bre. Aku sepenuhnya percaya. Tapi kenapa kita harus menikah?â€</p>
<p>â€œRisha, apa sih, yang tidak kamu mengerti? <em>I love you</em>. Coba katakan, apa yang menahanmu sekarang setelah kamu tahu tentang  Andin?â€</p>
<p>â€œ<em>No, baby. Please</em>. Kamu tau aku tak akan membiarkanmu mengambil keputusan yang akan sama-sama kita sesali satu hari nanti.â€</p>
<p>â€œMenyesal? Apa maksudmu? Aku laki-laki, Risha. Aku cukup dewasa untuk tahu apa yang kuinginkan. Seluruh dunia boleh menertawai dan menganggapku gila, jatuh cinta kepadamu, tapi tak ada yang lebih kuinginkan selain memilikimu. Izinkan aku menjadi pemenang kali ini, baby.â€</p>
<p>â€œDan Arimbi. Bagaimana dengan dia?â€</p>
<p>â€œSudah berakhir. Dia menemukan foto-foto kita, call register dan sms-sms di hapeku. Dia tahu semuanya. Please, Risha. <em>Weâ€™ve gone this far. </em>Apa lagi yang kita tunggu?â€</p>
<p>Lembut kusentuh pipinya, menatapnya penuh cinta, kemudian berkata dengan sangat hati-hati, berusaha sebisa mungkin menghentikan niat sintingnya tanpa harus melukai egonya.</p>
<p>â€œBre, dengar. Kita tidak akan menikah. Aku empat puluh tiga tahun sebentar lagi. Tidak, Bre. Aku mencintaimu, tapi jawabanku tetap tidak. Kamu akan menemukan perempuan yang lebih pantas untukmu. Percayalah. Sssshhâ€¦dengar dulu,â€ aku mencegahnya menyela kalimatku.</p>
<p>â€œKamu masih sangat, sangat muda. Berhentilah berpikir bahwa aku cinta sejatimu. Jalanmu masih sangat panjang. Kamu bisa dapatkan gadis mana saja yang kamu mau, Bre. Akan tiba saatnya kamu menemukan belahan jiwamu yang sesungguhnya.â€</p>
<p>Sontak rautnya berubah. Dengan gerakan kasar dan tiba-tiba, dia bangkit dari tempat tidur dan terburu-buru menyalakan sebatang rokok kemudian berdiri membelakangiku. Sakit sekali melihatnya seperti itu. Rasanya seperti membelah jantungku sendiri, membiarkannya berdarah dan perlahan-lahan mati.</p>
<p>Beberapa menit berlalu. Dia diam, aku juga tak tahu harus bicara apa lagi. Menit-menit yang terasa pahit, keheningan yang mengintimidasi hingga akhirnya Bre mematikan rokok yang baru setengah batang dihisapnya, dan dengan ekspresi tak tertebak, kudengar lagi suaranya,  nyaris berbisik.</p>
<p>â€œPergilah, Risha. Aku tidak menginginkan kamu lagi. Tidak kalau aku hanya menjadi boneka mainanmu seperti ini. Pergilah. Aku tak ingin melihatmu di sini.â€</p>
<p>â€œMainan?!  Mainan, kamu bilang??! <em>How dare you! You know I love you</em>, tapi menikah denganmuâ€¦ Ini gila, Bre. Aku tidak bisa,â€ aku meledak, kesabaranku habis sudah.</p>
<p>Dia menatapku dingin. Hanya beberapa detik sebelum kemudian memalingkan muka, menghindari menatap mataku yang mulai basah.</p>
<p>â€œPergilah. Jangan katakan apa-apa lagi. <em>Please just leave</em>.â€</p>
<p>â€œBre&#8230;.â€</p>
<p>â€œGO AWAY!â€ raungnya kasar, membelah udara dengan kebencian dan luka yang tak mampu dia sembunyikan.</p>
<p>Dan aku pergi. Aku pergi. Kujejalkan beberapa potong baju sekenanya ke dalam travel bag, dan tanpa berkata apa-apa lagi, sambil menyeka sudut mata dengan punggung tanganku yang sedingin es, aku meninggalkan Bre di sana, di sebuah kamar hotel yang mestinya kami tempati dua malam lagi.</p>
<p>note:<br />
<a href="http://venus-to-mars.com/2008/03/03/cerita-kemarin/">#1: cerita kemarin</a><br />
<a href="http://venus-to-mars.com/2008/03/04/perempuan-kedua/">#2: perempuan kedua</a><br />
<a href="http://tukangkopi.wordpress.com/2008/03/05/senja-di-atas-kereta/">#3: senja di atas kereta</a><br />
<a href="http://venus-to-mars.com/2008/03/06/kalah/">#4: kalah</a><br />
<a href="http://tukangkopi.wordpress.com/2008/04/02/selamat-ulang-tahun-arimbi-aku-pergi/">#5: selamat ulang tahun, arimbi. aku pergi</a><br />
<a href="http://tukangkopi.wordpress.com/2008/05/27/selamat-ulang-tahun-arimbi-aku-pergi-2flashback/">#6: selamat ulang tahun, arimbi (flashback)</a><br />
<a href="http://tukangkopi.wordpress.com/2008/06/02/batas/">#7: batas</a><br />
<a href="http://tukangkopi.wordpress.com/2008/06/02/batas/">#8: batas?</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venus-to-mars.com/2008/06/13/9-bre-yogya-luka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8230;</title>
		<link>http://venus-to-mars.com/2008/04/12/606/</link>
		<comments>http://venus-to-mars.com/2008/04/12/606/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 02:38:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[18 taun ke atas]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[insanity]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[lagi goblok]]></category>
		<category><![CDATA[sadness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venus-to-mars.com/2008/03/29/606/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Gimana sih cara menghapus dendam? Dosa gak kalo saya masih menyimpannya jauuuuh banget di dalem?&#8221; Belajarlah memaafkan, jawabku. &#8220;Fiuhh&#8230;life sucks&#8221; Yeah it does sometimes. Yang sabar ya&#8230;, kataku lagi, berharap perbincangan selesai sampai di sini. &#8220;Makasih. Saya ditemani bercangkir-cangkir kopi, setumpuk pekerjaan, U2, sesak di kepala, sakit jiwa&#8230;what a perfect night. Met istirahat, semoga malammu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F04%2F12%2F606%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F04%2F12%2F606%2F&amp;source=venustweets&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<blockquote><p> &#8220;Gimana sih cara menghapus dendam? Dosa gak kalo saya masih menyimpannya jauuuuh banget di dalem?&#8221;</p>
<p>    Belajarlah memaafkan, jawabku.</p>
<p>    &#8220;Fiuhh&#8230;<em>life sucks</em>&#8221;</p>
<p>    <em>Yeah it does sometimes</em>. Yang sabar ya&#8230;, kataku lagi, berharap perbincangan selesai sampai di sini.</p>
<p>    &#8220;Makasih. Saya ditemani bercangkir-cangkir kopi, setumpuk pekerjaan, U2, sesak di kepala, sakit jiwa&#8230;<em>what a perfect night</em>. Met istirahat, semoga malammu indah dan berbintang&#8221;</p>
<p>    Hahah, malamku selalu berbintang. Selamat tidur, <em>dear</em>.</p></blockquote>
<p>Yang kau tak pernah tau, kawan, di langitku malam ini tak ada bintang. Dan aku terbakar cemburu. Kekasihku lebih suka melewati malam bersama perempuan itu. </p>
<p>Perempuannya.</p>
<p><em>note: entry yang pernah saya proteksi karena agak sensitif dan agak2 gimana gitu. ga ada judulnya karena memang ga nemu judul yg pas, dan saya lagi males mikir. fiksi atau bukan, ya silakan diartiin sendiri aja lah. saya gak mau bilang. dibilangin lagi males mikir, hahahah&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venus-to-mars.com/2008/04/12/606/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#4: kalah</title>
		<link>http://venus-to-mars.com/2008/03/06/kalah/</link>
		<comments>http://venus-to-mars.com/2008/03/06/kalah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 12:22:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[18 taun ke atas]]></category>
		<category><![CDATA[belajar menulis]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venus-to-mars.com/2008/03/06/kalah/</guid>
		<description><![CDATA[Pernah kau rasakan cinta yang begitu dalam, begitu kuat mencengkeram dan menguasai, yang membuatmu bahagia tapi di detik yang sama membuatmu perih seakan sebilah belati ditancapkan seseorang tepat di jantungmu? Pernah? Aku mencintaimu, Risha. Cinta yang nyaris memuja dan membuatku bersedia melakukan apa saja untuk membuatmu mencintaiku dengan pemujaan yang sama. Barangkali terdengar konyol mirip [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F03%2F06%2Fkalah%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F03%2F06%2Fkalah%2F&amp;source=venustweets&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Pernah kau rasakan cinta yang begitu dalam, begitu kuat mencengkeram dan menguasai, yang membuatmu bahagia tapi di detik yang sama membuatmu perih seakan sebilah belati ditancapkan seseorang tepat di jantungmu? Pernah? </p>
<p>Aku mencintaimu, Risha. Cinta yang nyaris memuja dan membuatku bersedia melakukan apa saja untuk membuatmu mencintaiku dengan pemujaan yang sama. Barangkali terdengar konyol mirip sinetron-sinetron kejar tayang yang tak pernah kau tonton, tapi inilah yang kurasakan sekarang. </p>
<p>Kau matahariku, embun pagiku, mawar, oksigen, racun, pelangi, badai salju, malaikat, dan iblisku. Kau oase di teriknya siang, kemilau di gemerlap malam. </p>
<p>Risha, aku lelah. Aku bosan menjadi kekasih rahasiamu, aku benci harus terus menerus bersembunyi. Maafkan aku, tapi belakangan, ini semua membuatku merasa terhina, merasa kalah. Aku ingin dengan leluasa pergi berdua denganmu seperti yang dilakukan orang-orang lain. Nonton, makan, jalan-jalan, belanja, atau sekadar mengantarmu ke salon. Aku ingin dengan bangga memamerkanmu kepada dunia. Menggandeng mesra tanganmu, bahkan menciummu di tempat-tempat umum kalau perlu.</p>
<p>Maukah kau menikah denganku?</em></p>
<p>Perlahan kulipat kembali surat yang ditinggalkan Bre untukku sebelum dia pulang. Satu di antara sekian banyak surat-surat singkat, biasanya hanya berisi ungkapan-ungkapan cinta sederhana, ritual manis yang selalu dilakukannya di setiap akhir pertemuan. Dengan amat hati-hati dan tangan gemetar, kusimpan surat itu di dalam dompet untuk kubaca lagi nanti sebelum kusobek menjadi serpihan-serpihan kecil dan kubuang ke tempat sampah.</p>
<p><em>Menikah?</em> Dia pasti sudah gila. Dia lupa, suatu saat dulu kami pernah sama-sama berjanji untuk tau diri dan tak meminta lebih dari apa yang bisa kami miliki. Memintaku menjadi istrinya sungguh suatu gurauan bodoh dan sama sekali tak lucu.</p>
<p>Dan sebelum aku sempat berpikir jernih dan mencerna semuanya, suara suamiku terdengar di balik pintu kamar.</p>
<p>&#8220;Ma? Buruan dikit, dong. Udah siang, nih.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya, ya. Dikit lagi beres. Lima menit lagi, ya?&#8221;</p>
<p>Sudah seminggu ini ketiga gadis kecilku menginap di rumah mertuaku di Bogor. Pagi ini kami akan menjemput mereka ke sana karena besok lusa mereka mulai masuk sekolah.</p>
<p>Anak-anakku. Kalau bukan karena mereka, pasti sudah sejak lama aku menyerah. Pada saat-saat terburuk, saat aku mulai berpikir untuk pergi meninggalkan semuanya, hanya suara dan tawa merekalah yang membuatku berpikir seribu kali lagi, menimbang-nimbang, untuk akhirnya pasrah. Aku tak bisa pergi. Tak mungkin kubunuh mimpi anak-anakku sendiri, tak akan sanggup kupadamkan keceriaan dan kepolosan di mata mereka. Kalau hidup memang soal pilihan, aku memilih untuk menyimpan sendiri semua masalah agar aku tetap bisa tertawa dan berpura-pura bahagia di depan mereka, malaikat-malaikat kecilku. Untuk anak-anakku, apapun akan kulakukan, bahkan jika harus kukorbankan kebahagiaan dan mimpi-mimpiku.</p>
<p>Dan Bre. Lelaki yang hampir setahun ini kutemui diam-diam, yang dengannya aku merasa kembali utuh sebagai perempuan. Tapi tentu tak bisa begitu saja kutinggalkan suamiku untuk seorang Bre, yang selisih usianya denganku nyaris dua puluh tahun. Aku mencintainya, tapi cinta saja tak cukup, bukan? Dan sekarang, sekarang dia bilang ingin menikahiku. Sinting. Padahal sudah berkali-kali kami bicara tentang ini. Hubungan seperti ini memang tak akan kemana-mana. Pasrah saja lah. Nikmati apa yang bisa kau nikmati, reguk semua kesenangan kalau perlu sampai muntah. Sejauh ini tak pernah ada masalah, kami sama-sama mengerti dan tak pernah menuntut atau menginginkan lebih. Sampai kemarin.</p>
<p>Masih di jalan tol yang tak terlalu ramai saat lamunanku terputus oleh getar handphone di tas tangan di atas pangkuanku. Sms. Pasti dari dia.</p>
<p><em>From: +6285659324266<br />
Baby, lg dmn? Can I call you? Pls, we hv 2 talk.</em><br />
<em><br />
To: +6285659324266<br />
Jgn sekarang. I&#8217;ll call u. 15 mnt lg, k? Pls do not reply. He&#8217;s around.</em></p>
<p>Telapak tanganku basah oleh keringat dingin, tegang sekali menyadari bahwa lima belas menit dari sekarang, Bre akan memintaku menjawab pertanyaan ngawurnya yang dia sampaikan lewat surat kemarin. Aku tak tau harus menjawab apa. Dan dia tak akan berhenti bertanya sampai semuanya jelas. Aku kenal sekali wataknya.</p>
<p>Di toilet, saat keluarga besar suamiku sedang berkumpul di teras depan, dengan jantung berdegup tak karuan, aku menelepon Bre.</p>
<p>&#8220;Halo. Risha?&#8221;</p>
<p>&#8220;Bre, suratmu&#8230;kamu tau aku gak bisa, Bre.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kenapa?<em> I know you love me. Marry me, baby.</em> Kita akan bahagia.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bre, <em>please</em>&#8230;.ngertiin dong, Bre..&#8221;</p>
<p>&#8220;Risha, aku memang masih muda, dan aku tidak sekaya suamimu, si brengsek itu. Tapi aku udah lulus kuliah, udah kerja, dan aku akan bisa menghidupi kamu dan anak-anakmu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya Tuhan. <em>You can&#8217;t do this to me</em>, Bre..&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Do what?</em> Aku ingin kita menikah. Aku capek begini terus, baby. Ngerti gak, sih?&#8221;</p>
<p>&#8220;Bre, <em>listen</em>&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>No. You listen. I&#8217;m asking you to marry me.</em> Dan aku mau kamu menjawabnya sekarang.&#8221;</p>
<p>Sampai di sini pertahananku runtuh. Tangis yang kutahan sejak tadi akhirnya luruh menjadi butir-butir air mata dan membuat suaraku pecah.</p>
<p>&#8220;Bre, maafkan aku. Kita pernah bicara soal ini, dan kamu tau banget, kita gak mungkin&#8230;&#8221;</p>
<p><em>Klik.</em> </p>
<p>Bre sudah menutup teleponnya sebelum kalimatku selesai. Sebelum sempat kukatakan bahwa aku juga mencintai dan ingin bersamanya, dan bahwa aku tak ingin menyakiti anak-anakku dengan memisahkan mereka dari ayahnya. Anak-anakku berhak mendapat kebahagiaan dan masa kecil yang utuh. Perpisahan kedua orang tuanya akan menyisakan luka batin yang akan mereka bawa hingga dewasa.</p>
<p>Seminggu kemudian, di sebuah kamar hotel, aku menunggunya. Menunggu Bre, kekasihku. Dia ingin kami bertemu dan bicara, barangkali untuk yang terakhir kali. Dan aku benar-benar tak mampu menahan kesedihan saat melihatnya melewati pintu kamar, berdiri menjulang di hadapanku dengan raut dan ekspresi terluka yang membuat dadaku nyeri. Lalu begitu saja aku menghambur ke dalam pelukannya, membiarkan diriku sendiri menangis sesenggukan dalam rengkuhannya yang begitu erat seolah tak ingin melepaskanku lagi. Dan aku merasakan Bre menangis, putus asa dan kalah, menyurukkan wajahnya ke rambutku.<br />
<em><br />
&#8220;I love you, Baby. I&#8217;ve always loved you.&#8221;</em><br />
<em><br />
&#8220;I love you, too, Bre. I love you so much it hurts.</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>I can&#8217;t lose you now</em>, Risha. Aku gak bisa.&#8221;</p>
<p>Dan aku masih terus menangis saat perlahan-lahan dia menggiringku ke tempat tidur, merebahkanku dengan amat lembut seolah-olah khawatir sedikit saja gerakan yang terlalu kasar akan mematahkan tulang-tulangku. Kurasakan lidahnya menjelajahi leherku, dan aku masih terisak.<br />
<em><br />
&#8220;Make love to me, Bre. Make love to me&#8230;&#8230;..</em>&#8221;</p>
<p>**episode sebelumnya, <a href="http://tukangkopi.wordpress.com/2008/03/05/senja-di-atas-kereta/">baca di sini.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venus-to-mars.com/2008/03/06/kalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#2: perempuan kedua</title>
		<link>http://venus-to-mars.com/2008/03/04/perempuan-kedua/</link>
		<comments>http://venus-to-mars.com/2008/03/04/perempuan-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 13:10:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[18 taun ke atas]]></category>
		<category><![CDATA[belajar menulis]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venus-to-mars.com/2008/03/04/perempuan-kedua/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Setan&#8221;, umpatku pelan. Sudah tiga jam menunggu, tapi laki-laki sialan itu belum menelepon juga. Kemana sih, dia? Perlahan kusingkirkan cangkir berisi kopi dingin yang masih tersisa setengahnya, dan menyulut jatah rokok terakhir malam ini. Aku sebal menunggu. Tiga jam, bayangkan. Dia berjanji langsung mengabariku begitu kereta api yang ditumpanginya sampai di Surabaya. Mestinya sudah dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F03%2F04%2Fperempuan-kedua%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F03%2F04%2Fperempuan-kedua%2F&amp;source=venustweets&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>&#8220;Setan&#8221;, umpatku pelan.</p>
<p>Sudah tiga jam menunggu, tapi laki-laki sialan itu belum menelepon juga. Kemana sih, dia? Perlahan kusingkirkan cangkir berisi kopi dingin yang masih tersisa setengahnya, dan menyulut jatah rokok terakhir malam ini. Aku sebal menunggu. Tiga jam, bayangkan. Dia berjanji langsung mengabariku begitu kereta api yang ditumpanginya sampai di Surabaya. Mestinya sudah dari tadi dia berada di rumah.</p>
<p>Lampu kamar sudah kumatikan, dan seluruh ruangan kini bertabur sinar berwarna kuning pucat dari lampu meja kecil di sebelah tempat tidur yang belum sempat kurapikan. Tepatnya, sengaja tak kurapikan karena aku selalu menyukai aroma keringat lelaki sialan itu yang masih menempel di sprei dan sarung bantal yang kusut masai berantakan, seolah sengaja ia tinggalkan di situ, menjadi semacam jejak atau apalah namanya. Aku menyukainya. Membaui sisa-sisa percintaan kami tadi malam membuatku merasa&#8230;..nakal. Merasa bergairah, dan karena sesuatu yang tak terjelaskan, membuatku merasa menang. Menang atas apa, siapa, atau untuk apa, entahlah. </p>
<p>Dan layar monitor yang berkedip-kedip di meja kerja di depanku tiba-tiba saja membuatku muak. Baru juga mau masuk bab dua, tapi semua inspirasi mendadak seperti diterbangkan angin entah kemana. Di kejauhan, teriakan penjaja nasi goreng langgananku terdengar semakin samar-samar. Aduh, jam berapa sih, ini? Kenapa dia belum menelepon juga?</p>
<p>&#8220;Setan&#8221;, aku memaki lagi. Kali ini hanya dalam hati. </p>
<p>Baru saja merebahkan diri di sisi kanan ranjang, sisi<em>nya</em>, sisi di mana lelaki itu tidur dalam dekapanku semalaman dan mencoba membayangkan lagi sosok dan wajah lucunya yang mebuatku mabuk, tiba-tiba telepon genggamku berteriak nyaring mengagetkan dan membuyarkan gambar-gambar yang mulai tersusun di benakku. Dan sebelum dering kedua, aku segera menyambar dan menjawab tergesa.</p>
<p>&#8220;Halo. Bre? Udah nyampe? Ini lagi di mana?&#8221;</p>
<p>&#8220;Hai. Udah di rumah, Baby. Baru juga nyampe.&#8221;</p>
<p>&#8220;Yaela. Jam segini? Emang keretanya telat, gitu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Gak, sih. Cuma tadi aku langsung ke toko buku, nyari kado. Besok Arimbi ulang taun. Lupa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh, okay.&#8221;</p>
<p>Dia pasti mendengar nada cemburu dalam &#8216;oh, okay&#8217;-ku tadi. Biarin. Sebel.</p>
<p>&#8220;Nah kan&#8230;ngambek lagi deh. Udah ah. Cape berantem mulu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Yeeeee&#8230;.gila ya pake ngambek-ngambekan? Gak lah. Udah makan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Udah tadi di jalan. Kamu udah makan? Gak boleh sakit. Inget yang aku bilang tadi pagi, kan? Jangan sakit. Ya sayang, ya?&#8221;</p>
<p>Aku tersenyum. Cara bicaranya yang lembut selalu membuatku meleleh, lupa akan sekian jam kegelisahan yang menyesakkan dan kejengkelanku saat mendengar dia menyebut nama Arimbi.</p>
<p>&#8220;Udah, udah makan sedikit. Dipaksain nelen daripada kamu omelin&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Good</em>. Udah ya? Besok kita ngobrol lagi. <em>And baby&#8230;.I love you</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Love you, too. Bye,</em> Bre&#8221;.</p>
<p>&#8220;Dan yang tadi malam, <em>it was great</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;Haha&#8230;sialan. Udah, sana. <em>Bye</em>.&#8221;</p>
<p>Aku masih sempat mendengar tawanya di ujung sana sebelum kututup telepon dan bangkit untuk menyalakan lampu kamar. Perlahan kubuka jendela dan membiarkan udara malam yang basah menerobos masuk, memenuhi paru-paruku, menikmati rasa hangat yang membuncah setelah pertemuan kesekian dengannya. Perjumpaan yang hanya satu malam, selalu hanya satu malam yang kami curi dari hidupnya dan dari kehidupanku sendiri. Hah, aku tertawa pahit. Satu malam yang tak cukup panjang untuk menuntaskan rinduku, atau barangkali juga rindunya padaku. Tapi benarkah dia rindu? Benarkah bukan sekadar keinginan menggebu untuk bercumbu dan melumat tubuhku  yang membawanya ke sini setiap dua minggu sekali, mencari alasan-alasan berbeda setiap kali kepada Arimbi, kekasihnya?</p>
<p><em>Bre. Bre.</em> Aku membisikkan namanya berkali-kali dan merasakan sensasi aneh yang seolah menguar dari pori-poriku tiap kali aku mengingatnya. </p>
<p><em>Bre.</em> </p>
<p>Ah, aku butuh kopi. Dan rokok, walaupun aku benci merokok setelah menggosok gigi sebelum tidur. </p>
<p>Yak. Cangkir kopi kedua malam ini. Atau ketiga, ya? Aku lupa. Hmmm&#8230;&#8230;kopi dan rokok. <em>Perfect</em>. Kemudian kunyalakan CD player di sudut kamar, mengatur volumenya supaya tak terlalu merusak keheningan malam. <em>Splender. I Think God Can Explain.<br />
</em><br />
<em>There&#8217;s a lot of things I understand<br />
And there&#8217;s a lot of things that I dont want to know<br />
But you&#8217;re the only face I recognize<br />
It&#8217;s so damn sweet of you to look me in the eyes</p>
<p>It&#8217;s all right, I&#8217;m ok<br />
I think God can explain<br />
I believe&#8230;.</em></p>
<p><em>Damn!</em> Lagu favorit kami berdua, lagu yang membuatku menahan napas tiap kali mendengarnya diputar. </p>
<p><em>Tuhan,</em> bisikku. <em></p>
<p>Tuhan, kalau Kau memang ada di atas sana atau seperti mereka katakan Kau ada dan mengalir di tiap tetes darahku, jelaskan padaku, apa rencana-Mu? Apa yang membuatMu memutuskan untuk membuat kami bertemu dan tak sengaja berkenalan di sebuah pusat perbelanjaan pada suatu senja yang merah di Jakarta? Kenapa Kau biarkan kami jatuh dalam sesuatu yang tadinya kami sangka hanya cinta sesaat tapi kemudian kami sama-sama terlambat menyadari bahwa kami telah terjebak dalam hubungan aneh, cinta yang aneh, yang serupa pusaran air raksasa yang menyedot kami dengan deras dan tiba-tiba ke pusatnya tanpa kami bisa melawan? Apa mauMu, Tuhan? Kalau memang harus menjadi perempuan pendosa, kenapa harus kepada Bre aku jatuh cinta? Demi surga dan neraka, tak Kau lihatkah, bahkan kami pun jengah dan membenci perbedaan yang terbentang tanpa ampun di antara kami? Tak mungkin Kau lupa bahwa aku perempuan empat puluh dua taun dengan suami dan kehidupan yang mapan dan dia baru akan memasuki usia ke dua puluh tiga beberapa bulan lagi, bukan?</em></p>
<p>Kuhirup tegukan kopi terakhir tepat saat kudengar suara musik lembut, <em>sms alert</em> dari telepon genggam di depanku.<br />
<em><br />
&#8220;Baru nyampe bandara. Ada makanan di rumah?&#8221;</em></p>
<p>Suamiku.</p>
<p><em>**<a href="http://tukangkopi.wordpress.com">yudhis</a>, ayo buruan lanjutin, ga pake lama! hyahaha&#8230;emang enaakkk????<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venus-to-mars.com/2008/03/04/perempuan-kedua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>72</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#1: no title</title>
		<link>http://venus-to-mars.com/2008/03/03/cerita-kemarin/</link>
		<comments>http://venus-to-mars.com/2008/03/03/cerita-kemarin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 11:49:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[18 taun ke atas]]></category>
		<category><![CDATA[belajar menulis]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venus-to-mars.com/2008/03/03/cerita-kemarin/</guid>
		<description><![CDATA[Hujan masih deras di luar. Tapi entahlah, sepertinya memang hujan, atau cuma gerimis, atau justru matahari sedang bersinar dengan garang, aku tak benar-benar tau. Tak peduli. Aku lebih suka bergelung di balik selimut, melindungi kulitku yang telanjang dari serbuan udara dingin AC kamar, meringkuk mencari kehangatan dalam pelukanmu yang nyaman sambil diam-diam menghitung dalam hati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F03%2F03%2Fcerita-kemarin%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F03%2F03%2Fcerita-kemarin%2F&amp;source=venustweets&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Hujan masih deras di luar. Tapi entahlah, sepertinya memang hujan, atau cuma gerimis, atau justru matahari sedang bersinar dengan garang, aku tak benar-benar tau. Tak peduli. Aku lebih suka bergelung di balik selimut, melindungi kulitku yang telanjang dari serbuan udara dingin AC kamar, meringkuk mencari kehangatan dalam pelukanmu yang nyaman sambil diam-diam menghitung dalam hati berapa menit lagi waktu tersisa sebelum malam jatuh dan memaksaku pulang. Telepon genggamku berdering-dering sejak tadi, dan kita pura-pura tak mendengar, membiarkan deringnya berhenti setelah beberapa kali tak mendapat jawaban.</p>
<p><em>&#8220;Siapa?&#8221;</em><br />
<em><br />
&#8220;Gak tau, biarin aja.&#8221;</em></p>
<p>Dan kamu tersenyum, mencium lembut puncak kepalaku, membelai pipiku kemudian di bawah selimut tanganmu yang lain kembali menjelajah nakal, tak peduli protes pura-pura dan omelanku.</p>
<p><em>&#8220;Sayang&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku gak pengen pulang&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalo gitu gak usah pulang. Di sini aja. Berani?&#8221;</em></p>
<p>Pertanyaan yang kita sudah tau jawabannya. Pertanyaan yang membuatku menyembunyikan tangis dan berpura-pura sibuk mencari pakaian dalam yang terberai entah kemana, membiarkanmu menertawai serapahku. Tentu saja aku tak bisa tinggal. Aku harus pulang dan menyiapkan alasan paling masuk akal kemana saja aku pergi seharian.<br />
<em><br />
&#8220;Baby..&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya, sayang?&#8221;</p>
<p>&#8220;Inget gak, aku pernah bilang waktu itu. If loving you is wrong&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Then I don&#8217;t want to be right. Yang itu, kan? Iya, aku inget.&#8221;</em></p>
<p>Rasanya memang tak ada lagi yang harus kita ucapkan. Diamku, kebisuanmu telah menjelaskan semuanya. Kita jatuh cinta, dan akan memeliharanya sampai batas kesabaran kita. Dan kerelaan. Dan kebersediaan berkorban. Dan keinginan yang kuat untuk saling menunggu. Entah apa yang kita tunggu. Entah sampai kapan. Atau bagaimana kita akan melewati kesedihan di antara waktu-waktu di mana aku tak bisa menyentuhmu.</p>
<p>Kalau saja bisa&#8230;kalau saja kita punya kuasa menafikan sekian banyak perbedaan, melupakan kemungkinan bahwa semua mata akan memandang kita sebagai manusia-manusia aneh dan sakit jiwa karena jatuh cinta pada saat dan kepada orang yang sangat sangat sangat salah, aku ingin bersamamu malam ini, dan besok malam dan besok malamnya lagi. Aku bahkan rela meninggalkan rumah dan hidupku yang nyaman, terbang bertualang dan berjudi dengan hidup sekali lagi, bersamamu.</p>
<p><em>**to be continued. IF YOU&#8217;RE LUCKY *grins*</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venus-to-mars.com/2008/03/03/cerita-kemarin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>68</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>badan bagus dan hubungannya dengan&#8230;</title>
		<link>http://venus-to-mars.com/2008/03/02/badan-bagus-dan-hubungannya-dengan/</link>
		<comments>http://venus-to-mars.com/2008/03/02/badan-bagus-dan-hubungannya-dengan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2008 14:01:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[18 taun ke atas]]></category>
		<category><![CDATA[jokes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venus-to-mars.com/2008/03/02/badan-bagus-dan-hubungannya-dengan/</guid>
		<description><![CDATA[Ada hubungannya gak sih, badan besar (dan bagus dan perut six packs) dengan kemampuan laki-laki memuaskan pasangannya? Saya gak terlalu yakin, dan dibawah ini hasil obrolan ngawur saya sama Jeng Tika. Sudah diedit supaya tidak terlalu mengganggu ketenangan hidup anda. tikabanget: gak ada cowok cakep punya blog ya simbok: aku nunggu ariel peter pan aja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F03%2F02%2Fbadan-bagus-dan-hubungannya-dengan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F03%2F02%2Fbadan-bagus-dan-hubungannya-dengan%2F&amp;source=venustweets&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href='http://venus-to-mars.com/wp-content/uploads/2008/03/wew.jpg' title='wew.jpg'><img src='http://venus-to-mars.com/wp-content/uploads/2008/03/wew.jpg' alt='wew.jpg' /></a></p>
<p>Ada hubungannya gak sih, badan besar (dan bagus dan perut six packs) dengan kemampuan laki-laki memuaskan pasangannya? </p>
<p>Saya gak terlalu yakin, dan dibawah ini hasil obrolan ngawur saya sama <a href="http://tikabanget.com">Jeng Tika</a>. Sudah diedit supaya tidak terlalu mengganggu ketenangan hidup anda. </p>
<blockquote><p><strong>tikabanget:</strong> gak ada cowok cakep punya blog ya  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/45.gif' alt=':-W' class='wp-smiley' /><br />
<strong>simbok:</strong> aku nunggu ariel peter pan aja ah  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/32.gif' alt=':-$' class='wp-smiley' /><br />
<strong>tikabanget:</strong> si ariel itu sex appealnya gedhe banget ya emang  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/21.gif' alt=':))' class='wp-smiley' /><br />
<strong>simbok:</strong> badannya juga gede  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/38.gif' alt='=p~' class='wp-smiley' /><br />
<strong>tikabanget:</strong> padahal gak cakep, tapi guemes buwanget liat dia<br />
<strong>simbok:</strong> rambutnya bagus  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/22.gif' alt=':-|' class='wp-smiley' /><br />
<strong>tikabanget:</strong> pengen takremes remes<br />
<strong>tikabanget:</strong> sama kayak si anu<br />
<strong>tikabanget:</strong> kalo dah ketemu tuu&#8230;duoh  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/21.gif' alt=':))' class='wp-smiley' /><br />
<strong>simbok:</strong> wooooo&#8230;setannnnnn  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/21.gif' alt=':))' class='wp-smiley' /><br />
<strong>tikabanget:</strong> pernah gak mbok, ketemu cowok yang cuma deket deket aja tu, rasanya pengen meluk mulu?  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/24.gif' alt='=))' class='wp-smiley' /><br />
<strong>tikabanget:</strong> godaannya gedhe gitu<br />
<strong>simbok:</strong> sering  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/22.gif' alt=':-|' class='wp-smiley' /><br />
<strong>tikabanget:</strong> sering???? waduoh  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/21.gif' alt=':))' class='wp-smiley' /><br />
<strong>tikabanget:</strong> aku dulu pernah mbok, sama temen kuliahku<br />
<strong>tikabanget:</strong> dah susah payah nahan diri, sohab ya sohab aja, gak boleh ada yang laen laen. eh, jebol juga  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/30.gif' alt='l-)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>simbok:</strong> trus2?  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/42.gif' alt=':-ss' class='wp-smiley' /><br />
<strong>tikabanget:</strong> jadi lucu gitu. sama sama nahan diri&#8230;  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/21.gif' alt=':))' class='wp-smiley' /><br />
<strong>tikabanget:</strong> itu cowok pertama yang bikin aku nglanggar prinsip<br />
<strong>simbok:</strong> hayah, prinsip  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/21.gif' alt=':))' class='wp-smiley' /><br />
<strong>tikabanget:</strong> NDAK BOLEH FLIRTING MA SOHAB!!!<br />
NDAK BOLEH NGAPA2IN COWOK ORANG!!!<br />
<strong>tikabanget:</strong> uh, maapken sayah&#8230; **sungkem ma ceweknya tu cowok**<br />
<strong>simbok:</strong> emang ya tik.. godaan. hhhhhh&#8230;.  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/22.gif' alt=':-|' class='wp-smiley' /><br />
<strong>tikabanget:</strong> jadi waktu dia blom punya cewek ,kita dah flirting2 gak karuan, lanjut blablabla&#8230; tapi gak jadian juga.. keburu aku direbut orang  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/21.gif' alt=':))' class='wp-smiley' />  **cowok bego**<br />
<strong>tikabanget:</strong> eh, waktu reunian, getaran2 timbul, aku dah diem aja. dia nggodain mulu. udah deh  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/22.gif' alt=':-|' class='wp-smiley' /><br />
<strong>tikabanget:</strong> uh, maapken sayah&#8230; **sungkem ma ceweknya tu cowok**<br />
<strong>simbok:</strong>  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/22.gif' alt=':-|' class='wp-smiley' />  jd bablasnya pas sm2 udah pacaran sm orang lain?<br />
<strong>tikabanget:</strong> aku gak punya pacar, single tingting. dia dah punya.   <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/65.gif' alt=':-&amp;QUOT;' class='wp-smiley' /><br />
<strong>tikabanget:</strong> dan kita berdua ngaku ke masing2, kalo deket2 tu chemistry nya kuwat buwanget, mbok..  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/43.gif' alt='@-)' class='wp-smiley' />  susah banget nahan diri satu sama laen buwat ndak goda goda<br />
<strong>simbok:</strong> itu namanya napsu. dan itu ndak pa2  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/21.gif' alt=':))' class='wp-smiley' /><br />
<strong>tikabanget: </strong>betul  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/24.gif' alt='=))' class='wp-smiley' /><br />
<strong>tikabanget:</strong> lha jadi apa apa waktu si napsu diijinken ngapa2in  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/21.gif' alt=':))' class='wp-smiley' /><br />
<strong>simbok: </strong>lhaaa..bablaassss  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/21.gif' alt=':))' class='wp-smiley' /><br />
<strong>tikabanget:</strong> padahal NDAK MUASIN BABAR BLAS tuh dia ituh  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/22.gif' alt=':-|' class='wp-smiley' /><br />
<strong>tikabanget:</strong> **plaakkK!!!!**<br />
<strong>simbok:</strong>  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/21.gif' alt=':))' class='wp-smiley' /><br />
<strong>tikabanget:</strong> aku ngomong apa ya tadi  <img src='http://venus-to-mars.com/wp-includes/images/smilies/65.gif' alt=':-&amp;QUOT;' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p>Kesimpulan sementara, memang ga ada korelasinya sama sekali. Lha yang keliatannya biasa-biasa aja, yang kalem dan sangat <em>the boy next door</em>, bisa lebih hebat dan membuat pasangannya&#8230;&#8230;ARGHHHHHHHHH, SUDAHLAH!</p>
<p><strong>Catatan: mohon maaf apabila terdapat kesamaan nama tokoh, peristiwa, dan link. kebenaran adalah rahasia semesta. gyahahahaha&#8230;.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venus-to-mars.com/2008/03/02/badan-bagus-dan-hubungannya-dengan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>59</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>jangan percaya logika saat kamu jatuh cinta</title>
		<link>http://venus-to-mars.com/2008/02/28/jangan-percaya-logika-saat-kamu-jatuh-cinta/</link>
		<comments>http://venus-to-mars.com/2008/02/28/jangan-percaya-logika-saat-kamu-jatuh-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 17:47:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[18 taun ke atas]]></category>
		<category><![CDATA[belajar menulis]]></category>
		<category><![CDATA[in love]]></category>
		<category><![CDATA[insanity]]></category>
		<category><![CDATA[lagi goblok]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venus-to-mars.com/2008/02/28/jangan-percaya-logika-saat-kamu-jatuh-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Iya, percaya apa kata hatimu saja, karena saat cinta meracuni otakmu, percayalah, akal sehat dan yang kalian sebut logika akan terang-terangan mengkhianatimu. Dan tiba-tiba saja kamu menjadi bebal, mendadak bego dan melakukan kebodohan-kebodohan memalukan seperti misalnya SALAH KIRIM sms nakal, salah tingkah dan tersipu-sipu najis seperti gadis belasan tahun saat laki-laki yang kamu cintai memandangimu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F02%2F28%2Fjangan-percaya-logika-saat-kamu-jatuh-cinta%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fvenus-to-mars.com%2F2008%2F02%2F28%2Fjangan-percaya-logika-saat-kamu-jatuh-cinta%2F&amp;source=venustweets&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Iya, percaya apa kata hatimu saja, karena saat cinta meracuni otakmu, percayalah, akal sehat dan yang kalian sebut logika akan terang-terangan mengkhianatimu. Dan tiba-tiba saja kamu menjadi bebal, mendadak bego dan melakukan kebodohan-kebodohan memalukan seperti misalnya SALAH KIRIM sms nakal, salah tingkah dan tersipu-sipu najis seperti gadis belasan tahun saat laki-laki yang kamu cintai memandangimu dengan cara tertentu (entah memuja entah nafsu. beuh!), atau udara di sekitarmu tiba-tiba terasa beku dan DENGAN TOLOLNYA kamu bilang <em>&#8216;makasih&#8217;</em> pada saat seharusnya kamu menjawab bisikan manisnya dengan <em>&#8216;i love you, too&#8217;.</em></p>
<p>Tapi bukankah hanya cinta yang sanggup membuat pipimu merona dan kehilangan semua perbendaharaan kata ketika dia bertanya   <em>&#8216;bolehkah aku mengecup bibirmu?&#8217;</em>, bukankah memang cinta dan hanya cinta lah yang mampu membuatmu bahagia, merasa sangat perempuan, dan entah bagaimana membuatmu menangis karena merasa cantik dan diinginkan? Dan apalagi selain cinta yang membuatmu bersedia melakukan apa saja hanya supaya kau bisa memeluk dan mendengar debar jantungnya? Untuknya,  percayalah, kamu akan rela menembus macet dan hujan berjam-jam, melupakan betapa melelahkannya bercinta beberapa kali dalam rentang waktu yang tak sampai hitungan sehari semalam, atau betapa berbahaya dan tak sehatnya jika kamu nekat melewatkan jam-jam makan yang normal dan hanya mengkonsumsi selembar roti tawar dan secangkir kopi hanya karena kamu tak mampu mengatasi detak jantung yang degupnya kau rasakan begitu kencang, bukan lagi di dada melainkan sudah naik sampai ke tenggorokan, mencekikmu perlahan-lahan dan membuatmu mual.</p>
<p>Hhhhhhhhh&#8230;&#8230; Cinta dan logika. Kayaknya dari dulu memang musuhan, ya? Heran.</p>
<p><em>*hey you! I do love you, too&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venus-to-mars.com/2008/02/28/jangan-percaya-logika-saat-kamu-jatuh-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>68</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

