Gaga Saga, Gaga Drama, atau yang pernah saya sebut sebagai Gaga Gate ini luar biasa hebohnya, ya? Saya muak dan bosen baca apa pun tentang Lady Gaga beberapa minggu ini. Di news portal, di blog temen-temen, di linimasa Twitter. This is sick. And this totally sucks, big time.
Lady Gaga –dilahirkan dengan nama asli Stefani Germanotta– memang luar biasa. Tuhan memberinya bakat dan karakter tertentu, yang mau tak mau membuat semua orang geleng-geleng kepala melihat gayanya. Ia dipuja sekaligus dibenci. Gaga adalah magnet. Kalau diibaratkan sebagai sebuah produk, barang jualan, Gaga adalah mesin uang raksasa.
Jangan salah. Saya bukan penggemar Lady Gaga. Di masa lalu, kita kenal nama Madonna. Mad Donna, atau perempuan gila, demikian cacian para pembenci Madonna di era 80-an dulu. Somehow saya menemukan kemiripan yang sangat kuat di antara kedua sosok ini. Kontroversi yang timbul dari lagu-lagu dan penampilan mereka, dandanan aneh dan gak masuk akal, attitude.
Nah, lalu kenapa saya nonton konser Born This Way Ball di Indoor Stadium dua hari mendatang?
Pertanyaan bagus, mengingat saya bukan penggemar Lady Gaga. Aha!
1. Karena saya korban gosip dan berita. Ramai-ramai soal rencana konser, ribuan tiket yang habis terjual, dan ditutup dengan anti klimaks batalnya konser Gaga di Jakarta, membuat saya gemas dan malah pengen nonton.
2. Beberapa kali nonton klip musik Lady Gaga di televisi (catat ya, hanya beberapa kali), yang terbayang adalah betapa megah dan gilanya konser Gaga nantinya. Pertunjukan yang menampilkan tata lampu terbaik, sound keren, panggung spektakuler, menjadikannya pertunjukan yang wajib untuk ditonton. Apa pun jenis musiknya, siapa pun penyanyi atau kelompok musiknya.
3. Karena saya gak percaya bahwa Gaga berpotensi merusak moral suatu bangsa. Come on. It’s just Gaga. Dia bukan iblis, meski barangkali gaya hidup dan nilai-nilai yang dia anut tidak bisa diterima oleh nalar kita. Siapa pun yang mengatakan bahwa dia akan membaptis para little monster (sebutan untuk fans Gaga) menjadi pemuja Lucifer atau siapa pun lah itu, saya rasa mereka harus paham satu hal: kalian adalah lelucon terbesar. Big stupid joke ever.
See you soon, girl! Nail the stage!



suka baca postingan ini. Dia hanyalah Gaga, bukan syaitan. Hahaha. Selamat bersenang-senang, mbok
Masih tidak nemu korelasi moral dan si Lady Gaga

Anw selamat tersirhir si Monster ya mbok
Lady Gaga cuma seorang performer yg punya ide gila.. setuju dengan mbok.. Dia adalah Madonna abad 21. Dia perform bukan cuma menjual nyanyi, tapi pertunjukkan spektakular (konon katanya gitu) dan attitude! Attitude menjadi penting sbg performer karena attitude itulah yang menjadi ciri mengikat. Attitude yang dibuat oleh Lady Gaga adalah seorang wanita berparas dan berperilaku ajaib, aneh, dan disebut monster pula.
Lantas karena attitude itu pula maka Lady Gaga ditolak manggung? Ya itu lah resiko sebuah konsep.. konsep keren – menurut saya. Ibarat seorang aktor antagonis.. maka ia musti siap dimusuhi penonton.
Yang lupa kita lihat adalah makin Lady Gaga ditolak sana-sini, artinya makin memperkuat karakter dan attitude dia. Apakah dengan penolakan ini artinya dia kalah? SALAH!
Lady Gaga tidak rugi tidak jadi perform di Indonesia. Justru Indonesia saat ini menjadi sebuah negara dengan pemerintahan yang segitu mudah menelan sebuah karakter “panggung” dan menciptakan sebuah rasa takut yang mengamcam jika “performer” itu hadir dan manggung di sini. Segitunya kah?
Lady Gaga, kini sudah membuat kita sadar betapa kita sebagai warga layak khawatir bahwa negara, aparat, dan pejabat sudah tidak punya mental percaya diri.. mental tangguh yang tidak perlu khawatir atas “kelakuan” seorang seniman urakan nan aneh bernama Stefani yang kemudian menyebut dirinya sebagai Lady Gaga karena suka lagu Queen – Radio Gaga. Cemen sekali kan?
Ingat.. kalau pun seorang iblis punya kesempatan menjelma jadi apa saja untuk menggangu manusia.. apa iya ia akan memilih menjelma menjadi Lady Gaga? Lebih efektif mana dengan menjelma sebagai orang baik? atau pemuka agama?
Think again!
Tulisan bagus mbok…
Maap jadi nyampah disini hahahahaha..
Setuju berat. Yang ga setuju Gaga datang kayaknya emang udah yakin ga kuat iman.
Kalau “mereka” menganggap konser artis LN berpotensi merusak moral bangsa, kira-kira dengan moral bangsa kita saat ini, artis LN mana yang harus bertanggung jawab?
“Gaga berpotensi merusak moral suatu bangsa” itu adalah alasan yang paling lucu yang pernah saya baca. Sekarang Gaga ngga jadi manggung, dan moral bangsa ini tetep rusak, sakit. Then what? Itu mulut-mulut yang suka teriak-teriak nama Allah sembarangan emang harus diplester.
Selamat bersenang-senang, Mbok! Saya memuaskan mimpi masa abegeh aja di Jakarta alias nonton NKOTBSB!
Mungkin ada benarnya juga mbok. Karena buat sebagian orang yang memang moralnya gak kuat, kedatangan si Gaga ini akan membuat moral mereka makin rusak (dari yang sebelumnya sudah rusak).
Saya mungkin salah satunya. Gara-gara semua heboh ngomongin Gaga, saya jadi tertarik, nyari video klipnya. Penasaran kayak apa sih? Ternyata oh ternyata …. Setelah liat video klip dan mendengar lagunya, saya baru tau kalau selama ini lagunya sudah sering saya dengar, tanpa saya tahu bahwa sebenarnya yang nyanyi dia. Hehehehe …
Dan sekarang, si Monster tiap hari berteriak dari komputer saya. Moral saya? Tetep aja rusak. Wkakakaka ….
Mungkin pada ngga suka lagu GaGa
siapa sih lady gaga tuh…gk paham ane
Seorang muslim hendaknya memanfaatkan waktunya untuk sesuatu yang bermanfaat. Terlebih berbagai arus pemikiran barat telah merongrong di negeri ini. Begitu pula dengan tingkatan iman kita, iman yang ada di dalam diri seorang hamba itu bisa bertambah dan bisa pula berkurang atau bahkan hilang tanpa bekas dari diri seseorang.
Al-Imam Abdurrahman bin Amr Al-Auza’i rahimahullah pernah ditanya tentang keimanan, apakah bisa bertambah. Beliau menjawab: “Betul (bertambah), sampai seperti gunung.” Lalu beliau ditanya lagi: “Apakah bisa berkurang?” Beliau menjawab: “Ya, sampai tidak tersisa sedikitpun.”
Iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang, bisa naik bisa turun, sadar atau sadar kita pasti kita pernah mengalaminya. Dalam surat Al Baqaroh ayat 214, Allah berfirman yang artinya:
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”.
Demi Allah hanya Dia yang dapat menuntun kita kembali, Dia yang menguasai hati kita, tiada daya dan upaya kecuali atas kehendak-Nya.
Dengan menyibukkan diri kita dlm sesuatu yang bermanfaat dan majlis ilmu, Insya Allah dapat menguatkah hati kita. Yuk ngaji
Aku cinta Omar Salim tapi aku lebih cinta liberalisme, dia lah tuhan yang disempurnakan
Radio gaga, radio gugu
lady gaga, ojo digugu
Selamat menonton di Singapore mbok. :’)
wah infonya bagus sekali..

sangat bermanfaat & lengkap banget..
makasih ya
salam kenal ya
namaku : Ryuzaki
#Happy Bloging
Lady Gaga perusak moral bangsa. Bwahahaha sepulang dari Singapore apakah moral simbok langsung bejat? kita lihat nanti