Kapan terakhir kali saya nonton konser, ya? Lupa. Yang jelas udah cukup lama.

Saya juga bukan orang yang rajin berburu tiket kalau musisi atau group tertentu dikabarkan akan manggung di Jakarta. Ada 2 alasan sih:
1. harga tiket konser biasanya mahal.
2. biasanya lokasi acara cukup jauh dari rumah.

Sabtu dan Minggu malam kemaren, saya nonton konser Evanescence dan The Greatest Hits Tour (Blue, A1, Jeff Timmons 98 Degrees), yang dua-duanya di arena PRJ Kemayoran. Jauh dari rumah, iya. Tapi saya bela-belain dua hari berturut-turut nyetir ke sana, karena tiketnya gratis. Haha.

1. Evanescence

Kebetulan ada temen dari Kapanlagi yang berbaik hati menawarkan 5 (lima) tiket nonton Evanescence. Ini dadakan bener, dan kaget juga ditawarin. Cukup banyak pula tiketnya. Mau diapain, coba? Akhirnya saya putusin, dua tiket akan saya pake bareng anak saya, sisanya dibagi-bagi lewat kuis di Twitter.

Bagus gak, konsernya?

Saya bukan penggemar Evanescence. Lagu mereka yang saya kenal pun cuma tiga atau empat lagu. Tapi asli, mereka KEREN BANGET! Kualitas vokal Amy Lee, power sepanjang lebih satu jam pertunjukan bener-bener terjaga. Gak ada yang namanya dia terlihat ngos-ngosan, atau slip mencapai nada-nada tinggi. Keren edan!

Sayangnya, mungkin karena fans Evanescence gak terlalu banyak di Indonesia (?) penontonnya sepi. Saya yang sebetulnya dapet tiket kelas Festival B, akhirnya bisa pindah ke front row. Di depan stage banget.

2. The Greatest Hits Tour.

Yang ini, konser rame-rame Boyband jaman dulu. Dapet 3 (tiga) tiket jatah preman dari Diana, temen Twitter yang penyiar Kis FM. Hoho, asik bisa nonton Blue! Tapi lagi-lagi, entah kenapa, konser yang ini pun sepi penonton. Maka jadilah semua penonton dari semua kelas, tumplek blek di deretan depan. Seneng? Seneng dong!

Alasan utama saya pengen nonton pertunjukan ini adalah Blue. Ada beberapa lagu mereka yang nancep banget di kepala. Sisanya (A1 dan 98 Degrees), saya gak kenal lagu-lagunya. Bukan fans.

Tapi jujur, saya kecewa. Bukan karena konsernya gak riuh rendah seperti layaknya pertunjukan musik. Satu-satunya yang tampil bagus malam itu justru cuma A1. Keliatan banget bahwa mereka gak hanya modal ganteng atau badan bagus. Mereka ngeband beneran, lho. Dulu kirain mereka ya cuma sekelompok laki-laki yang nyanyi gantian sambil joget-joget. Ternyata salah. Mereka main musik (dan BAGUS), dan mereka beneran bisa nyanyi. TOP!

Blue yang diharapkan jadi gong yang menutup pertunjukan dengan heboh, yah ternyata gitu-gitu doang. As seen on TV lah. Ganteng-ganteng sih, tapi performance mereka standard banget.

Jeff Timmons gimana? Oooh ganteng banget! Badannya keren. Dan, ya cuma itu yang dia suguhkan: wajah dan body yang dia relakan untuk digrepe-grepe kerumunan cewek histeris di deret penonton paling depan. He’s the joke of the day, seriously. Tau gak, kenapa? Beberapa lagu dia lipsync, haha. What a shame!

Oh well, bagaimana pun, dua malam berturut-turut nonton pertunjukan musik tetap sangat menyenangkan. Seneng bisa bagi-bagi rejeki (tiket gratis, maksudnya), seneng banget nonton berdua anak saya, dan liat dia teriak-teriak tak terkendali melihat penampilan Troy McLawhorn. Dan dia dapet lemparan handuk bekas pake McLawhorn, yang saya yakin akan disimpen tanpa pernah dicuci sama precil saya itu.

Temen-temen Kapanlagi, Diana, dan KisFM, thank you so much for the tickets!