Sejatinya, tidak ada seorang pun yang layak menyebut dirinya pemenang dalam suatu pertempuran. Tak peduli siapa yang lebih dulu jatuh dan terluka, atau siapa yang terakhir kali tertawa. Keduanya, buat saya, adalah pecundang.
Yang tertawa, sesungguhnya ia kalah oleh egonya. Dia yang jatuh, adalah manusia menyedihkan, karena memilih untuk terlibat dalam pertikaian yang sia-sia.
Bukankah waktu terlalu berharga? Bukankah hidup ini indah, bahkan untuk jiwa-jiwa yang buta?
Entah siapa saya, pemenang ataukah pecundang. Sebab dengan sadar, saya memutuskan untuk pergi dari lingkaran yang memaksa saya ambil bagian dalam sebuah peperangan.
Karena hidup terlalu indah, bahkan untuk jiwa-jiwa yang pernah dibutakan.


menang atau kalah it sifatnya hanya sementara, suatu kali bisa jadi keadaan berbalik. salam kenal bunda..
Ikut menyimak artikelnya Gun
jadi siapa dong yang menang ?
anyway blognya keren