Do you believe in love? I do.
Percaya bahwa ada cinta tanpa syarat, unconditional love? Saya sedang mengalami jenis cinta yang seperti itu. Karenanya, ya, saya percaya.
Saya tahu, ada cinta yang tak meminta apa-apa. Bahkan tidak juga kadar cinta yang sama sebagai balasannya. Kalau saya memberimu lima, maka kamu harus memberi saya lima.
Cinta, seharusnya, adalah perkara sederhana. Manusia dan nilai-nilai buatan manusialah yang membuatnya rumit. Ketika ia mulai melibatkan yang duniawi, hitung-hitungan untung rugi, jadilah kita pedagang. Lantas rasa yang seharusnya murni itu tidak lagi sederhana.
Aku mencintai kamu, maka kamu harus mencintaiku. Jika kamu berhenti mencintai, maka habis pula cintaku untukmu.
Kamu milikku, karena sudah kuserahkan hatiku kepadamu.
Betapa matematis dan penuh dengan perhitungan.
Membaca lagi tulisan mas Iman Brotoseno, yang dipublish di blog beliau tiga tahun yang lalu, mau tidak mau, saya jadi berpikir tentang cinta tanpa syarat ini. Saya tertawa, meski entah untuk apa, ketika sampai di bagian akhir tulisan:
Sebagaimana ia memahkotaimu, cinta juga menyalibmu.
Mencintai tanpa meminta imbalan apa-apa, memberikan hatimu tanpa syarat kepada seseorang yang kau pilih, memang punya dua sisi yang saling melengkapi. Ia membahagiakan, meski kadang menyakiti. Cinta itu indah, walau sesekali memunculkan perih. Ia menerima apa adanya. Tanpa cemburu. Tanpa tendensi untuk mendapatkan lebih.
Saya mengalaminya. Barangkali, ini jugalah yang sedang dialami oleh kekasih saya. Saya tak pernah tahu, dan tidak ingin tahu.
Saya hanya ingin mencintai. Perkara apakah dia akan mencintai saya sebanyak yang saya berikan untuknya, itu bukan lagi urusan saya. Jika suatu hari nanti cintanya untuk saya mulai terkikis, itu pun bukan urusan saya.
Saya telah memilih dia, dengan siapa saya ingin melewati sisa usia. Dengan segala ketaksempurnaannya.
Tanpa syarat.



like button mana like button..
Kalau dalam perspektifku, cinta tak bersyarat itu tercermin dari kata ‘kasih’.
Seperti layaknya kasih Ibu kepada anaknya.
Mampir simbok. http://raisinchocolate.blogspot.com/2011/08/duapuluh-delapan-agustus-kasih.html
Kalo cewek seumuran aku, mgkn krn masih egois, cinta dengan cara simbok masih terlalu berat buat mental ini. tapi bersyukur banget kalau bisa mencintai orang dengan cara seperti itu, apalagi kalau dicintai dengan cara itu.
Cinta mungkin gak akan pernah bisa seimbang. Selalu yang satu memberi lebih banyak, dan yang lain menerima lebih banyak. Tapi selama cinta itu masih dua arah, maka hubungan itu bisa jalan. Cinta boleh menyalibkanmu, tapi jangan sampai mematikanmu.. #methink
Love will come when two human being so close,always share,and scare to loose one of them..I believe in that.
Hai venus and friends
Ingin tampil cantik dan juga mempunyai penghasilan bulanan unlimited ? ikuti cara saya dengan mengunjungi web : kecantikanalami.weebly.com atau hubungi saya di nomor : 0857-1991-2021. tks
. Tapi selama cinta itu masih dua arah, maka hubungan itu bisa jalan. Cinta boleh menyalibkanmu, tapi jangan sampai mematikanmu..
. makasih iya infonya
aku punya temen, dia bener2 cinta sama seorang cewek dan setengah mati berharap cewek itu punya perasaan sama. tapi nyatanya enggak, berkali-kali dia ditolak. begitu pun, perasaannya enggak berubah. bertahun-tahun. apa yg begini namanya juga cinta tanpa syarat ya? *weheheh.. aku kok kayak jadi org konsultasi soal cinta gini? wkwkwk,
Mbok… love is one of the main thing that keeps this word go round .. and round…
Salam hangat dari Iraq.. ya Iraq yang masih meledak-ledak itu…