Sebuah ajakan sederhana. Pengingat bagi semua, untuk menunjukkan cinta kepada ibu kita, selagi mereka masih ada..

Seringkali, ide untuk melakukan sesuatu, datang tanpa diduga.

Berawal dari mas Harry Setiawan, yang pada suatu hari mengirim pesan pendek tentang keinginannya membuat sebuah gerakan sosial. Idenya sederhana, yakni mengajak kita semua untuk sesering mungkin menelpon ibu kita, jika kita masih punya ibu.

Kita acapkali lupa melakukan hal kecil yang pastilah sangat berarti untuk seorang perempuan mulia, yang dari rahimnya kehidupan kita bermula. Mengirim sms berkali-kali dalam sehari kepada orang-orang dekat; teman, sahabat, rekan kerja, pacar, calon pacar, suami atau istri, adalah hal biasa. Namun mari kita ingat-ingat lagi, sudahkah kita melakukan hal yang sama kepada ibu kita?

Berbincang cukup lama dengan mas Harry dan Tika sore tadi, membuat saya tak henti merutuki diri sendiri. Betapa saya pun lupa, bahwa ibu yang alhamdulillah masih saya miliki, barangkali merasakan kesepian dan kerinduan besar terhadap saya, putrinya. Barangkali, di tengah celoteh cucu-cucunya, ibu mengingat saya, dan berharap saya menelpon beliau, sesekali saja.

Tak perlu setiap hari. Beberapa hari sekali, kalau saja saya menyediakan sedikit waktu untuk bercakap dengan beliau, itu sudah akan membuatnya bahagia. Siapa tahu, satu atau dua menit percakapan lewat telepon antara kami berdua, akan membuat harinya lebih indah, akan membuatnya senyumnya lebih cerah.

Tak seorang pun tahu rahasia Sang Waktu. Jadi kenapa tidak menelpon ibu sekarang, selagi beliau masih bersama kita?