Day #7

Jumat, 19 Agustus 2011

Tujuh hari sudah, Marchy menjadi teman baik yang dengan setia mengantar kemana pun saya ingin pergi. Ke kantor, ke mall, berburu tiket mudik, belanja, meeting dengan klien, atau sekadar beli makanan untuk sahur di rumah makan Padang deket rumah.

Tujuh hari yang menyenangkan, dan tidak terlalu butuh pendekatan khusus untuk memenangi hati si Marchy.

Eh, hati?

Betul sekali. Hati.

Barangkali terdengar aneh. Tapi buat saya, semua makhluk hidup mau pun benda mati, punya jiwa. Binatang peliharaan, tanaman, benda-benda yang kita pakai setiap hari, saya percaya mereka punya jiwa. Ada sesuatu yang menghubungkan kita dengan mereka. Jadi bagaimana cara kita memperlakukan benda-benda ini akan menentukan kedekatan hubungan kita dengan mereka. Itu juga sebabnya, biasanya saya menamai barang-barang kesayangan yang hampir setiap saat bersentuhan dengan kehidupan saya.

Saya pernah naik Soluna yang akhirnya dijual setelah kejadian tabrakan di tol. Pernah naik mobil sejuta umat, Innova. Semua punya nama khusus, semacam panggilan kesayangan. Yaris tahun 2007 yang masih saya pakai sampai sekarang, namanya si Angkot. Lengkapnya, Angkot Antar Kota Antar Propinsi. Kemudian Nissan March yang meskipun hanya saya pinjam selama 7 hari, saya namai si Marchy.

From #7daysmarch

Hari ini, sesuai kesepakatan, saya harus mengembalikan Marchy kepada pemiliknya. Ada sedikit perasaan sedih. Bagaimana pun, saya mulai merasa dekat dan sayang sama dia. Sempat terpikir untuk mengganti si Angkot dengan Marchy yang lebih irit, tapi itu urusan nanti. Kalau jodoh toh gak akan ke mana.

Siang tadi, dengan malas-malasan saya mulai mengeluarkan barang-barang pribadi yang saya simpan di jok depan dan belakang. Baju ganti, sweater, syal, beberapa pasang sepatu, botol air mineral, kotak snack, payung. Ah, Marchy…

From #7daysmarch

Dalam perjalanan menuju MT Haryono, saya mampir ke tempat cuci mobil untuk memandikan Marchy. Setidaknya, dia harus pulang ke rumahnya dalam keadaan bersih dan wangi. Ini juga cara saya bilang ‘terima kasih’ kepada Marchy yang selama tujuh hari menjadi teman saya, mengantar saya bekerja, dan menjalani tugas sebagai seorang ibu, sekaligus sopir pribadi anak-anak saya.

So, Marchy. Thank you so much. I enjoyed every second with you, did you know that? Now go. We’ll be fine. And baby…you be good, okay?