Dear R,

Sekarang aku mengerti, dan sekali lagi harus mengakui. Bahwa begitu banyak yang tak sempat aku pelajari. Terlalu banyak hal yang terlewat setelah sekian lama: irama, isi kepala, mimpi-mimpi besar yang tak kau ceritakan karena kamu pikir aku pasti mengerti. Kecepatanmu berlari.

Atas nama semua kegilaan kita. Untuk cinta yang kau kejar karena kamu yakin itu milikmu. Juga untuk keyakinan, bahwa apa yang pernah kamu ucapkan sekian tahun yang lalu adalah untaian doa, inti dari rahasia besar semesta.

Untuk rasa yang tak pernah mati, meski ia tak juga kupahami. Untuk cintaku kepadamu; lelaki dari masa lalu dan masa depanku.

I’m ready. Take me with you.