Senang sekali rasanya bisa mengunjungi kota ini lagi. Kalau tahun lalu saya ke sana untuk bicara di depan peserta seminar yang kebanyakan ‘orang IT’, kali ini saya dipercaya untuk mengisi kelas Creative Writing, dalam rangkaian program Sharing Keliling yang diprakarsai oleh SalingSilang.
Tumben saya gak ndredeg, gak ngalamin demam panggung. Barangkali karena semua persiapan nyinden sudah lumayan rapi. Materi workshop bahkan udah beres tiga hari sebelumnya. Dan, tau bahwa anggota team dari sini, juga temen-temen panitia di Medan adalah orang-orang yang sudah saya kenal dan gak perlu diragukan lagi kualitasnya, jujur saja membuat saya merasa lebih tenang dan nyaman.
Sabtu, 23 Juli 2011.
Masih dalam keadaan setengah ngantuk karena belum tidur dari kemarin, pukul delapan pagi, pesawat kami mendarat dengan mulus di bandara Polonia, Medan. Seneng banget ketemu Nicholas lagi, temen yang tahun lalu juga menjemput saya di bandara.
Mampir sebentar ke hotel untuk check in, mandi, dan dandan sekadarnya, kami langsung meluncur ke lokasi acara yang jaraknya –ternyata– tidak terlalu jauh. Dan memang, di Medan, tak ada yang jauh. Baru naik mobil sepuluh menit, udah nyampe di mana. Mau pindah tempat lagi, yang kata driver kami ‘lumayan jauh kalo dari sini ke sana’, eh ternyata juga deket. Deket banget. Pendeknya, kemana-mana deket dan cepet nyampe.
Singkat cerita, pukul 11.00, kelas Creative Writing dimulai. Kelas yang menyenangkan. Dan lumayan surprised, menemukan bahwa peserta sesi menulis kali ini sangat aktif dan antusias mengikuti ‘pelajaran’. Hanya beberapa orang yang terlihat masih malu-malu. Sisanya, sangat aktif bertanya ini itu seputar teknik menulis, cara mendapatkan ide, bagaimana mengakali mood menulis yang kadang mentok di tengah jalan. Bagaimana membuat orang tau bahwa kita punya blog, bagaimana membuat pembaca datang dan menjadi pembaca setia blog kita, dan sebagainya. Sangat sangat menyenangkan.
Setelah semua sesi workshop selesai, rombongan kami langsung meluncur ke kantor Kover Magazine, satu majalah lifestyle lokal, yang di luar perkiraan saya, ternyata sangat keren. Selain mbak-mbak dan mas-mas dari Kover yang sangat dandan, di sana kami juga berdiskusi dengan teman-teman media yang lain. Sharing session yang seru dan panjang, dan –lagi-lagi– menyenangkan.
Pulang dari sana, harusnya saya sempet tidur. Tapi ternyata enggak. Kami semua dengan ngawurnya memilih untuk kelayapan. Makan malam di Nelayan, Merdeka Walk, kopdar dadakan dengan teman-teman Sharing Keliling dari Medan, dan menikmati indahnya pancake durian yang fenomenal itu.
Eh, beneran lhoh soal fenomenal. Ini pancake keterlaluan enaknya, membuat kami semua berebut membuat kalimat perumpamaan yang paling pas untuk si pancake. Ia memaksa Helda, salah satu kawan kami di sana, mendadak berulang tahun. Si pancake ini juga membuat Titis (tutor video blogging workshop) yang pendiam, tiba-tiba menjadi luar biasa cerewet, entah kenapa.
Dan malam itu, saya mencatat bahwa hampir 48 jam sudah saya gak tidur. Kembali ke hotel setelah makan malam dan kopdar yang cihuy –termasuk ketemuan sebentar sama Agek, temen yang sebelumnya hanya kenal di Twitter– seharusnya saya langsung masuk kamar dan tidur.
Bodohnya, bertiga dengan Shafiq Pontoh dan mas Danny Tumbelaka, saya malah belok ke coffee shop: ngobrol serius, diskusi panjang yang seru, sambil ngebir. Kegembiraan hari ini membuat kami melupakan niat untuk tidur cepat. Dan saya terharu waktu mas Danny ngajakin toast.
“Toast dulu dong. Buat Langsat dan SalingSilang.”
Aiiih…
Medan, we love you. I love you! Kita akan ketemu lagi kapan-kapan.
p.s: next trip, Balikpapan.
*ilustrasi oleh Danny Tumbelaka dan Radix Hidayat





Menyenangkan.. Ketemu Putra juga ya?
hihi mana fotonya helda kok gak ada? pancake duriannya mau mbookk..
Artikel yang menarik,
kunjung balik yaaaaaay
makasih mbok udh dtg kemedan, senang bisa share bareng , kapan2 kemedan lagi mbok..aku menunggu…..