Gampang-gampang susah kalau diminta bicara tentang passion. Saya sendiri tidak benar-benar tahu, lebih ke arah mana passion saya sebenarnya. Menulis, tentu saja saya sangat sangat suka. Saya menikmati setiap menit ketika harus menuangkan kata-kata menjadi sebuah tulisan, apa pun namanya. Puisi, cerpen, review, artikel serius, liputan, laporan perjalanan. Bahkan nulis ngasal pun, saya juga doyan. Yang gak ada isinya, yang cuma remeh temeh seputar curhat gak penting, itu juga menyenangkan.
Pekerjaan yang saya tekuni sekarang, yang bahasa kerennya –katanya– di social media, saya juga suka. Berangkat dari hobi ngeblog, yang lantas membuat saya punya kesempatan untuk mengenal banyak sekali orang pintar dan hebat di bidang masing-masing, membawa saya ke dunia kerja yang satu ini.
Saya yang sama sekali buta marketing, cara berpikir pun boleh dibilang sama sekali tidak terstruktur –karena terbiasa menjadi orang rumahan selama belasan tahun– mau tak mau harus belajar dari nol. Senang sekali rasanya belajar dan menekuni hal-hal yang sama sekali baru. Meski harus kesandung-sandung, nyusruk, dan ada kalanya saya merasa lelah mental dan hilang akal saking banyaknya yang harus dipelajari dengan cepat, saya suka pekerjaan saya.
Nah, jadi apa sebenarnya passion saya? Jawabannya masih seperti tadi: saya tidak benar-benar tahu. Atau barangkali, saya hanya belum menemukan jawaban yang tepat. Atau mungkin, saya memang terlalu banyak mau ini dan itu.
Saya ingin berbagi sedikit saja sesuatu yang mungkin berguna. Tentang bagaimana menjadi individu yang bahagia dengan hidup dan pekerjaan yang dilakoni. Tentang bagaimana cara mencari dan menemukan jalan untuk ke sana. Monggo disimak kalo mau. Kalo males baca ya gak usah.
Know Your Passion
Hanya kita yang paling tahu minat dan kebisaan kita. Suka menjahit, menyulam, berkreasi dengan pernak pernik yang ada hubungannya dengan pekerjaan tangan seperti di sekolah dasar? Tekuni hobi ini. Mulailah mencari referensi sebanyak-banyaknya tentang bagaimana memulai toko atau butik online, misalnya.
Atau anda sangat suka membaca, menulis, riwil dan kepo dengan segala sesuatu di sekitar anda? Barangkali dunia tulis menulis adalah takdir anda. Mulai ngeblog, berlatih menulis lebih sering, membaca lebih banyak, bergabung di komunitas orang-orang dengan minat serupa. Gaul, gaul, gaul. Beredar. Jangan menunggu orang lain mengenal anda. Perkenalkan diri anda kepada dunia.
Know Your Limits
Bagaimana pun juga, ada hal-hal yang tak bisa diingkari. Bahwa setinggi apa pun mimpi kita, tetap saja sesekali kita harus tahu kapan harus berhenti mencoba. Kita sendiri lah yang paling tahu seberapa batas kemampuan kita. Contoh gampang, saya seneng banget berkhayal, membayangkan satu plot cerita dalam benak, kemudian menuliskannya. Dulu, saya juga pernah bermimpi ingin menjadi novelis dengan buku-buku best seller karya saya berjajar di rak-rak toko buku terkemuka. Seiring berjalannya waktu, saya tahu, ternyata kemampuan saya gak seheboh mimpi saya. Saya suka menulis. Betul. Saya bisa menulis? So far, saya merasa bisa. Tapi mimpi menjadi novelis terkenal, dengan sadar sudah saya lupakan. Hmm, bukan begitu tepatnya. Saya hanya tahu bahwa saya tidak secanggih itu, jadi ikhlaskan saja.
Find The Right Crowd
Menemukan, bertemu, berinteraksi dengan orang-orang yang tepat, buat saya adalah kunci penting jika anda ingin jadi sesuatu, jadi seseorang seperti yang ada dalam mimpi anda. Sudah tak terhitung berapa orang teman yang menjadi korban kenyinyiran saya soal ini, kalau kita lagi ngomongin kerjaan. Keywordnya adalah networking. Balik lagi ke ‘gaul, gaul, gaul’. Jangan jadi jago di kandang sendiri. Jangan buang-buang waktu, cengengesan gak jelas dengan orang yang itu-itu aja. Go out, make friends. Berkawanlah dengan sebanyak mungkin orang. ‘Orang’ di sini, tentu saja bukan asal orang atau siapa pun yang kita temui di jalan.
Kalau anda ingin jadi penulis, atau ingin belajar menulis, dekati orang-orang yang memang kompeten di bidang ini. Kalau minat terbesar anda adalah dunia film, ya berkenalanlah dengan orang-orang film. Ada banyak cara untuk menemukan dan masuk ke lingkaran yang anda inginkan. Silakan bosan, tapi sampai saat ini, saya selalu menyarankan kepada semua orang, untuk memanfaatkan kesaktian twitter. Temukan mereka, bergurulah, curi ilmunya. Bukan mencuri dalam arti harafiah. Bahasa kasarnya seperti itu.
Be Good
Last but not least. Dan bahkan, ini adalah poin yang paling penting kalau menurut saya. Behave. Be good. Bahasa jawanya, unggah-ungguh. Toto kromo. Sopan santun. Adab.
Seberapa pun pintar, seberapa pun jago dalam satu bidang, kalau attitude parah, gak tau cara menjaga sikap, gak tau bagaimana menempatkan diri, ya susah. Gak usah nunggu terlalu lama, anda ‘habis’. Gak percaya? Coba saja kalo berani.
Nah, jika yang jago dan mumpuni saja bisa lewat dalam sekejap, bayangkan jika kemampuan kita pas-pasan, atau kita masih dalam proses belajar untuk menjadi pintar, tapi udah mau sok-sokan. Kecuali anda sangat sangat sangat beruntung, saya rasa tidak berlebihan jika saya katakan, anda sedang menciptakan lubang jebakan, dan menunggu tubuh anda jatuh terperosok ke dalamnya.



kok sama mbok, saya juga masih bingung kalo ditanya passionnya apa

kalo nyepik cewek termasuk passion gak ya *ngacir*
matur nuwun sanget atas pencerahannya mbok…
Suka bagian yang “Know your limit”… kalo di bokep semacam “spank” kalau di kenyataan lain semacam tamparan hahaha
I did, Mbok.. I really did!
“Monggo disimak kalo mau. Kalo males baca ya gak usah.”
Wiiih, ojok kereng-kereng tah mbok

Semoga passion saya memang ada di sini
saya juga sudah mulai mengikhlaskan impian untuk jadi penulis terkenal mbok
lah njuk ngopo? hehehhee..
sikap. bener, mbok. orang sepintar apapun dan sehebat apapun yen attitude nya nyebelin dan apalagi kemaki mesthi ora suwi. tenan kuwi.
males baca mbok, langsung komen ae, oleh ra?
passion ? saya sepertinya punya passion yang besar utk berkarir di lingkungan pemerintahan. entah mengapa sejak dl rasanya ingin membuktikan bahwa di lingkungan pemerintahanpun kita bisa jadi pribadi yang “bersih” wekekkekee…
Tulisan yang membuat saya berpikir ulang….apa ya passion saya? Kok kayaknya saya berjalan lurus serba kebetulan aja, dalam karir saya selama ini….
Know your limit..ini yang paling saya tahu, tapi justru orang terdekatku suka mendorong-dorong, katanya saya nggak pede…hahaha. Jadi saya membutuhkan orang-orang tercinta di dekat saya, yang mengatakan…”Kamu pasti bisa..”
(saya bersyukur atas perjalanan karir dan orang-orang yang suka mendorong-dorong ini)
sip deh mba venus
passion fruit mbok? hihihi
think I can learn something from this note mbok…suwun! *klomoh*
sampai detik ini juga belum bener2 ketemu passion saya di mana. jadi masih suka kerja setengah hati. mohon doa restu, mbok.
*brb cari wangsit*
[...] artikel yang saya ceritakan tadi. Juga masih bisa disambung-sambungin dengan postingan tentang passion beberapa waktu yang [...]