Pada suatu masa, bersama Yudis, saya pernah menulis semacam cerita bersambung. Kisah yang tak pernah mencapai klimaks. Tidak ada ending, bahkan sampai saat ini. Namun atas nama kenangan atau apa pun itu, kami berdua lantas memutuskan untuk menerbitkannya menjadi sebuah buku.
Tadi malam, Yudis membuat saya membuka-buka kembali arsip lama. Menemukan tulisan pendek yang saya buat ketika dia memutuskan untuk berhenti bercerita bersama saya, rasanya seperti kembali ke masa-masa itu. Ke saat ketika saya jatuh cinta sejadi-jadinya kepada Bre, karakter yang saya ciptakan sendiri. Bre yang menjadi inspirasi, yang membuat saya mencari-cari alasan untuk terus menulis. Yang ketika kami berdua berhenti, membuat saya patah hati. Bre.
kutemani kau sampai saat gerimis berhenti. tak hanya kini, tapi juga nanti. bahkan ketika tak ada lagi ruang tersisa untuk titik atau koma.
paragraf terakhir, cinta. yang tercantik di antara semua…
*link terkait: setelah hujan.


simbok dan Yudis… saya juga merindukan tulisan kalian lagi…
kapan bukunya terbit?
Menarik.. ditunggu bukunya, Mbok!
Salam kenal mbak! Very nice blog!
Terus berkarya ya!
jangan lupa bagikan saya, kalau jadi terbit. Turut mendo’akan….
salam sukses Mbk.
serius mau djadiin buku, mbok? waaa…aq jadi penggemar pertama deh
aku baru nemu blog ini.
Aku jatuh hati.
bre, ku tunggu kabar terbaru mu
aku mau jadi Bre, tapi bukan Bre penutup Dede..
bisa jadi Brengosen, Brewoken..
untukmu Mbok..untukmu wis disikat durung?
suka deh kata terakhirnya.. “cinta. yang tercantik di antara semua…”
waahh mboookkkk nyes nyess…
aku jatuh cinta dgn VTM justru karena cerita bersambung itu, mbok. I’ve told u, right
bikin lagi mbok