Pada suatu masa, bersama Yudis, saya pernah menulis semacam cerita bersambung. Kisah yang tak pernah mencapai klimaks. Tidak ada ending, bahkan sampai saat ini. Namun atas nama kenangan atau apa pun itu, kami berdua lantas memutuskan untuk menerbitkannya menjadi sebuah buku.

Tadi malam, Yudis membuat saya membuka-buka kembali arsip lama. Menemukan tulisan pendek yang saya buat ketika dia memutuskan untuk berhenti bercerita bersama saya, rasanya seperti kembali ke masa-masa itu. Ke saat ketika saya jatuh cinta sejadi-jadinya kepada Bre, karakter yang saya ciptakan sendiri. Bre yang menjadi inspirasi, yang membuat saya mencari-cari alasan untuk terus menulis. Yang ketika kami berdua berhenti, membuat saya patah hati. Bre.

kutemani kau sampai saat gerimis berhenti. tak hanya kini, tapi juga nanti. bahkan ketika tak ada lagi ruang tersisa untuk titik atau koma.

paragraf terakhir, cinta. yang tercantik di antara semua…

*link terkait: setelah hujan.