Secangkir earl grey tea. Sahabat-sahabat terdekat. Percakapan konyol dan kacau balau. Asap rokok. Lalu lalang manusia-manusia yang tak kukenal. She’s mine yang puluhan kali kuputar ulang.

Lalu seperti janjimu, kamu datang.

Taukah kamu? Jakarta malam hari tak pernah seindah ini. Dan ciuman selamat malam yang kau lakukan di depan begitu banyak orang…

Bukan salahku jika lantas kugamit lenganmu, memeluk dan menciummu sekali lagi. Ciuman ringan, tak terburu-buru, yang membuat berpasang-pasang mata menatap kita tersenyum-senyum, sebagian memalingkan wajah, tersipu.

Biarkan saja. Biarkan mereka cemburu.