Pesta Blogger. Namanya saja yang terkesan hura-hura. Kalau ada yang risih dengan kata pesta, abaikan saja. Ini cuma soal bahasa. Yang sesungguhnya, ini bukan pesta. Hanya ajang bertemu dan berkumpulnya para blogger dan –tahun ini– para penggiat online di banyak jejaring sosial. Kawan lama, teman dan komunitas baru dari seluruh penjuru negeri, bertemu di satu tempat, dan –ceritanya– merayakan keragaman. Atribut dan bendera boleh berbeda, tapi di perhelatan akbar setahun sekali ini, segala sekat, jika ada, luruh begitu saja.

Tahun-tahun sebelumnya, saya sangat menikmati peran sebagai tamu. Tugas saya hanya datang dan haha-hihi saling sapa, kemudian kalau mungkin, kabur ke tempat lain jika suasana mulai membosankan.

Tahun ini, mau tidak mau, saya harus sedikit terlibat dalam kerepotan. Ikut rombongan panitia ke Padang untuk nyinden di acara blogshop, datang ke Pesta Blogger versi Jogja. Dan dua minggu menjelang hari H, mulai ribet ngurus ini itu, supaya kelas komunitas Ngerumpi sukses dan gak malu-maluin.

Breakout session yang tadinya saya pikir akan sepi dan berisi temen-temen sendiri, ternyata terisi penuh. Peserta yang gak kebagian kursi harus rela duduk di lantai beralas karpet seadanya. Saya yang sejak sehari sebelumnya mulai merasa hampir tepar, hari itu benar-benar dibuat terharu oleh semangat semua orang, terutama temen-temen Ngerumpi yang dengan senang hati membantu, dari memilih konsep hingga eksekusi. Terima kasih untuk mengerti bahwa ini adalah panggung kalian juga.

Dahsyatnya lagi, saking semangatnya, belasan teman Ngerumpi datang dari luar kota (dan luar Jawa), iuran menyewa satu apartemen bersama-sama, demi datang ke Pesta Blogger dan bertemu dengan keluarga virtual mereka. Demi Toutatis, kalian memang gila!

Oh, ada cerita yang terlewat. Beberapa hari menjelang Pesta Blogger, Ngerumpi.com (dan komunitas Langsat) mendapat penghargaan tahunan dari Markplus; Indonesia’s Most Favorite Netizen Brand. Bersama delapan komunitas yang lain, Ngerumpi dinilai sebagai komunitas penggiat online yang membawa semangat positif. Dan datang dari lembaga sekelas MarkPlus, tentu ini bukan award abal-abal.

Kalau sudah begini, apa lagi yang bisa saya lakukan kecuali bersyukur?

Pesta telah usai. Mari kembali bekerja, sembari berharap bahwa tahun depan, kita akan berjumpa lagi di pesta berikutnya.

*foto Maylaffayza adalah hasil jepretan Pitra.