Rafi.

Tepat sepuluh tahun yang lalu, untuk pertama kalinya saya mendekap dan menyapanya dengan ‘halo sayang, I love you..’ yang dia balas dengan menatap dan menggenggam jari saya di tangannya yang mungil kuat-kuat.

Sepuluh tahun kemudian, ia tumbuh menjadi anak yang lucu, pintar, dan menyenangkan. Dan mungkin karena anak bungsu, dia selalu tampak lucu, masih selalu bayi di mata saya. Masih suka gelendotan, memeluk dan menciumi saya kapan saja, bahkan saat saya tidur pun sering kali dia tiba-tiba mencium lengan dan punggung ibunya.

Selamat ulang tahun, Dek. Dengan cinta yang sama besarnya seperti ketika pertama kali Tuhan mengizinkan ibu memelukmu pagi itu, hari ini ibu panjatkan doa, semoga semua yang terbaik untukmu.