Sabtu 5 Juni 2010.

Hujan deras mengguyur Jakarta dan sekitarnya, menyebabkan kemacetan di mana-mana. Tapi bukan hanya hujan dan banjir yang membuat saya melewati akhir pekan di rumah, meringkuk kedinginan di bawah selimut ditemani segelas besar teh manis panas dan buku bagus ‘To Kill a Mocking Bird’ yang gak kelar-kelar saya baca. Demam yang dari pagi gak turun-turun juga memaksa saya melupakan rencana malam mingguan bareng anak-anak atau Elia.

Beberapa menit selewat jam sembilan malam, bunyi tring lembut membuat saya terbangun. Malas-malasan, saya intip pesan pendek yang masuk ke hape. Oh, si om Warm.

“Mbok, nyadar ga kalo hari ini ngerumpi udah genap setahun?”

Sms itu gak saya bales. Sisa-sisa pengaruh paracetamol membuat saya –antara sadar dan nggak– langsung terlelap lagi.

Tengah malam barulah saya ngintip Twitter dan menemukan banyak ucapan selamat ulangtaun buat ngerumpi dari beberapa kawan, dan ternyata mbakdos dan seorang temen lagi juga udah nulis tentang ini di sana, di ‘rumah’ yang setahun belakangan menjadi semacam rumah kedua buat dua ribu lebih temen-temen saya, lelaki dan perempuan.

Eh? Laki-laki juga ada di ngerumpi?

Ada, dong. Banget. Jangan salah. Jumlahnya cukup banyak, dan anehnya justru mereka itu bukan lelaki-lelaki yang melambai genit menyerupai perempuan. Ada bapak-bapak yang bapak-bapak banget, mas-mas yang casingnya anak metal, bahkan ada seorang guru martial art (kami di ngerumpi memanggilnya suhu Yo) yang tampilannya sangar berotot juga ada di sana.

Hmm…ngomongin ngerumpi yang lagi ulangtaun, mau gak mau membawa ingatan saya ke setaun yang lalu, saat-saat saya dan Silly harus nulis lima artikel sehari karena yang nulis (dan baca) juga hanya kami berdua. Jadi inget, tiap hari saya pusing dan pengen nangis karena ‘dipaksa’ nulis, mikir, dan nulis lagi padahal ide juga udah habis dan otak rasanya udah kering, gak tau lagi apa yang harus ditulis. Mana yang baca juga gak ada, kecuali Silly dan bapak-bapak di Langsat yang gak bosen-bosen memberi semangat dan masukan buat kami berdua, sampai akhirnya, satu atau dua bulan kemudian, ngerumpi siap dipublish. Dan setaun setelah 5 Juni 2009 –artikel pertama saya di sana bertanggal 5 Juni 2009– sungguh membahagiakan memiliki teman-teman baru, ribuan teman baru yang baik dan lucu-lucu.

Selamat ulang tahun, Ngerumpi. This is your first anniversary, first beautiful year of many to come.