Blogwalking subuh-subuh saat mata mulai terasa siwer setelah berjam-jam mantengin monitor, saya mampir ke blog si nona dita. Artikel tentang hubungan air minum yang dikatakannya merupakan indikator kekerenan kantor, menggelitik otak usil saya.

Iya, saya memang gak punya kantor. Saya bekerja di rumah dan di mana saja: di jalan, di rumah temen, di mall, di mana pun selama ada koneksi internet, urusan kerjaan dijamin aman, dan saya bisa hidup dengan damai. Tapi kalo dibilang gak punya kantor juga gak sepenuhnya bener sih. Setidaknya seminggu sekali, saya datang ke Langsat, kantor Ngerumpi dan saudara-saudaranya. Kantor yang super duper keren karena gak mirip kantor dengan kubikel-kubikel kaku. Di Langsat, semua orang terbiasa ngobrol santai ketawa-ketawa, dengerin musik, makan, duduk di atas meja, tidur di bawah tangga ke lantai dua sambil tetep bekerja. Keren, kan?

Balik ke air minum, sekali lagi kantor saya itu beneran juara. Bukan cuma air galon dengan merk bagus (yang gak boleh saya sebut di sini karena ntar dikira ngiklan), tapi di sana juga ada kopi, teh, dan kadang secara misterius tiba-tiba ada kaleng-kaleng minuman lucu di lemari es entah kiriman siapa.

Nah, soal air ini, kita semua tau bahwa air menempati hampir dua pertiga dari luas permukaan bumi. Kelihatannya banyak banget, ya? Tapi sebenernya, dari yang banyak itu, yang menempati porsi terbesar adalah air laut yang tidak bisa dikonsumsi langsung oleh manusia. Lebih detail, kalo bicara angka, volume air laut adalah 97,2 %, dan 2,8 % sisanya adalah air tawar. Itu pun ternyata harus dibagi-bagi lagi, dan air tanah yang menjadi jatah kita hanya 0,61 %, karena yang 2,41 % berupa es di kutub.

Jangan dikira saya pinter karena ngomong statistik dan angka-angka, ya? Saya cuma mengandalkan mesin pencari Google supaya gak sesat dan nulis ngasal tanpa data akurat. Dan itulah hasilnya, seperti yang saya sebutkan di atas.

Saya juga baru ngeh, ternyata bahkan bukan hanya harus jernih, tidak berbau, dan tidak memiliki rasa dan aroma tertentu supaya air bisa disebut layak untuk dikonsumsi. Air tanah dengan kualitas terbaik ternyata hanya bisa didapat dari sumber air yang berasal dari pegunungan vulkanik. Kenapa? Karena pegunungan vulkanik pada umumnya merupakan daerah basah dengan intensitas curah hujan tinggi serta masih memiliki daerah tangkapan air yang relatif baik. Akuifer (lapisan batuan pembawa air) di daerah pegunungan berapi, praktis merupakan akuifer terbaik karena lapisan dan formasi batuannya mampu menyerap, menyimpan dan kemudian mendistribusikan pasokan air dalam jumlah dan kualitas yang baik ke sumur dan mata air, yang kemudian memenuhi kebutuhan kita akan air minum sehari-hari.

Mudah-mudahan air minum di rumah atau di kantor kalian juga juara seperti di rumah dan kantor saya. Amin.