Saya kenal Elia Bintang udah lumayan lama. Kurang lebih dua tahun yang lalu, seorang kawan ngenalin blog Elia yang menurut kawan saya itu (yang dia katakan sambil cekikikan) “lucu, mbok…liat deh blognya. tulisannya seger.” Ah, girls…

Berawal dari ‘kenal blog’ itulah saya kemudian tau bahwa anak muda ini bukan cuma bisa menulis dengan gaya anak mudanya yang fresh, mengalir lancar, dan (bener kata temen saya) lucu. Elia ternyata juga adalah seorang musisi, vokalis sebuah band yang pada saat itu lagi nyiapin lagu-lagu mereka untuk album kompilasi keluaran satu major label.

Album kompilasi ini, entah kenapa, mandeg dan gak kemana-mana. Barangkali hanya faktor keberuntungan, karena saya percaya, dipaksain gimana pun, kalo belum saatnya naik ya gak akan naik. Di situ-situ aja mereka.

Lepas dari soal jualan, waktu itu saya sempet telfonan sama Elia karena saya pengen nulis di blog tentang dia dan Alaska, nama band Elia saat itu. Tulisan yang –saya inget banget– lumayan bersemangat, karena saya pikir hanya dia temen blogger yang pemusik dan kebetulan saya kenal secara pribadi, walau pun kenalnya juga cuma di blog. Masih muda, punya talenta dan selera musik yang keren, karena selain bisa nulis dan nyanyi, Elia juga bisa main gitar dan piano dengan cukup bagus.

Lama setelah itu, barulah saya punya kesempatan untuk ketemu langsung dan nodong tanda tangan Elia di cover album yang saya beli dua taun yang lalu. Dan hari ini, setelah melewati proses yang gak terlalu ribet, Elia Bintang dan band barunya, Sonicflux, mulai memperkenalkan single pertama mereka, Give Me A Chance.

Ini menarik, karena setau saya, di negeri ini baru Sonicflux yang bener-bener ngandelin kekuatan social media seperti twitter dan facebook untuk masarin karya mereka. Sedikit nekat dan idealis karena mereka sama sekali enggan bersentuhan dengan major label. Tapi di industri musik Indonesia yang ajaib, barangkali inilah satu-satunya jalan untuk berkarya tanpa mengorbankan idealisme bermusik seseorang tanpa menjadikan diri mereka buruh kapitalis, menjadi seniman yang bukan lagi bekerja untuk seni tapi untuk kepuasan para pedagang.

Soal single Give Me A Chance yang dua bulan terakhir sebenernya versi aslinya (belum dalam format band) udah didenger banyak orang di internet, rasanya saya gak perlu terlalu banyak komentar. Just listen to it. Bet you’re gonna love it.

Good luck, Sonicflux!