Cinta adalah sekeping senja yang basah, jalanan yang padat dan memaksaku berkali-kali memaki hujan yang tumpah.

Tapi bagaimana bisa kita menyalahkan hujan? Aku menyukai dingin yang menyertai tiap helainya, dan pipiku memerah ketika tanpa sengaja tangan kita bersentuhan.

Hujan. Kita menepi, menemukan sebuah sudut dengan kursi empuk yang nyaman dan menularkan kehangatan. Lampu-lampu gantung dengan sinarnya yang temaram. Aroma kopi, sekaleng bir yang kamu nikmati berlama-lama di tengah obrolan panjang, dim sum, dan senyummu yang teduh dan memabukkan.