Sebulan belakangan ini Devi Eriana Safira makin bergairah mengelola blognya di wordpress.com. Tulisan-tulisan yang ia publikasikan lewat media daring (online) itu saban hari dibaca dan dikomentari puluhan narablog (blogger). Padahal, hingga pertengahan bulan lalu, ia sudah sangat bersyukur jika ada sepuluh orang saja yang merespons artikelnya. “Sekarang dalam sehari bisa mencapai seratus orang yang membaca tulisan saya,” kata perempuan 31 tahun ini.

Popularitas Devi dan blognya meroket sejak ia bergabung dengan Ngerumpi (http://ngerumpi.com), situs vertikal yang menjadi ajang berkumpulnya para peselancar dunia maya yang tertarik denga isu seputar perempuan.
Tak cuma kaum Hawa, laki-laki pun bisa menjadi anggota situs ini. “Para pembaca laki-laki boleh berpartisipasi dan menyumbangkan suara, saran, dan opini, bahkan bantahan,” kata Silly, salah satu pengelola Ngerumpi.

Sebagian orang menganggap situs vertikal lebih menarik dibanding forum-forum diskusi yang berbentuk mailing list. “Karena enak dilihat dan ada sistem rating untuk melihat daftar penulis terbaik,” kata Venus, pengelola Ngerumpi. Venus yang di ranah daring dipanggil sebagai Simbok itu mengatakan jumlah 500 anggota Ngerumpi jauh di atas harapannya. “Pada minggu-minggu awal, hanya saya dan Silly yang mengisi situs ini bergantian dan saling mengomentari,’ katanya. Sekarang, begitu Ngerumpi mulai dikenal dan anggotanya bertambah, Silly dan Venus justru kerepotan karena harus memelototi tiap naskah yang tayang.

updated:

Penggalan-penggalan tulisan di atas saya kutip dari majalah berita mingguan Tempo edisi 10-16 Agustus 2009 yang edar hari ini. Makasiiiiiiiih banget buat semuanya. Tanpa kalian eh anda semua yang setiap hari merusuh, berdiskusi, dan cela-celaan di sini, ngerumpi gak akan pernah sekeren ini. Thank you thank you thank you *peluk-peluk semua*

Demikian. Selamat memulai minggu yang baru, para ngerumpiers.

Big hugs,

Venus dan Silly