Soal kopdar buka bersama ngerumpiers, kita udah dapet tanggal dan tempatnya nih. Catet ya, mbak-mbak dan mas-mas tercinta.
Tanggal: 4 September 2009
Jam: 17.30 WIB (sebelum maghrib)
Tempat: Wetiga/ Dagdigdug
Jalan Langsat I/3
Kebayoran Baru – Jakarta
Sekarang saya mau minta tolong, untuk keperluan penyediaan tempat dan konsumsi, kita butuh konfirmasi siapa aja yang bisa dateng kopdar. Silakan tinggalin komentar di sini ya, cintaaaaahh…
Tentang cinta yang terlepas, ditemukan, dan segala yang legit di antaranya.
Beberapa minggu yang lalu, seorang kawan berbaik hati mengirim sebuah buku karya tiga orang blogger ; Donna Talitha, Bella Widjaja, Brigitta NS. Saya tidak atau belum kenal secara pribadi dengan mereka bertiga, tapi sudah sejak lama saya tau blog mereka sekaligus menjadi pembaca yang, gak terlalu setia sih, on and off bacanya, tapi dari hati yang paling dalam, saya angkat jempol tinggi-tinggi buat tiga perempuan lesbian pemilik blog camilansepocikopi ini.
Bukan urusan saya kalau sampai sekarang mereka memilih untuk menjadi sosok anonim di dunia maya. Saya bahkan tak merasa perlu mengenal mereka lebih jauh karena saya sungguh mengerti, hidup dan jalan hidup yang mereka pilih (pilih atau takdir sih?) memang bukan sesuatu yang akan dimengerti apatah lagi diterima oleh masyarakat kita di Republik Muna Jaya ini. Jadi begitulah, saya cukup menjadi penikmat tulisan-tulisan mereka tanpa pernah tau siapa mereka sebenarnya, atau kisah nyatakah cerita cinta manis pahit yang saya baca.
Club Camilan, adalah tiga cerita cinta dari tiga perempuan berbeda dalam sebuah buku yang renyah dan enak dibaca. Donat yang nakal, penyuka keindahan, gampang jatuh cinta dan sulit menjaga kesetiaan pada perempuan-perempuannya. Bolu yang mencoba menutupi preferensi seksualnya dengan berpura-pura menerima cinta Rico, lelaki nyaris sempurna yang disodorkan oleh keluarganya tapi pada akhirnya harus menyerah pasrah pada kelesbiannya ketika pada suatu malam Rico mencium bibirnya. Ciuman biasa tapi membuat perutnya mual tiap kali mengingat momen yang untuknya terasa aneh dan menjijikkan karena bahkan dalam mimpi pun, dia hanya sanggup merasakan indahnya ciuman dengan, hanya dengan, sesama perempuan. Kemudian ada tokoh Brownies yang patah hati setelah kekasihnya, Hanny, meninggalkan dia untuk menikah dengan seorang lelaki karena, lagi-lagi, menjadi lesbian adalah dosa besar, setidaknya di mata keluarga besarnya.
Tiga novela. Tiga perempuan. Tiga kisah cinta.
*terima kasih, nona. saya tau kamu selalu mencintai saya, di mana pun kamu berada
“Saya Ian..saya bangga bisa berada di sini bersama kalian semua. Saya akan mencintai tanah ini seumur hidup saya, saya akan menjaganya, dengan apa pun yang saya punya, saya akan menjaga kehormatannya seperti saya menjaga diri saya sendiri. Seperti saya akan selalu menjaga mimpi-mimpi saya terus hidup bersama tanah air tercinta ini.”
Merah putih teruslah kau berkibar
di ujung tiang tertinggi, di Indonesiaku ini
Merah putih ku akan selalu menjagamu
“Yang berani nyela Indonesia…..ribut sama gue.”
Dialog tersebut di atas merupakan penggalan dari adegan mengharukan ketika lima sahabat; Ian, Genta, Arial, Riani, Zafran, dan Arinda saling berpelukan dalam lingkaran kecil persahabatan, bersama-sama mengucap syukur setelah berhasil mendaki hingga ke puncak Mahameru, dan bersama pendaki-pendaki lain merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia dalam sebuah upacara sederhana di titik tertinggi tanah Jawa, mengibarkan sang saka Merah Putih, menjadi saksi segala keajaiban Sang Maha Pencipta…(dari buku 5 cm, Donny Dhirgantoro)
Dirgahayu, Indonesiaku!
*ditulis dengan penuh cinta. untuk Indonesia, untuk teman-teman milis KopdarJakarta. untuk persahabatan yang manis, kegilaan dan kelucuan kalian semua, terima kasih.