click. you’re dead

Masih ingat kasus-kasus lawas para artis dan tokoh masyarakat negeri ini yang terlibat skandal seks, yang apesnya gambar dan atau video adegan hot mereka terekam (atau sengaja direkam) kamera dan gambar-gambar itu lantas beredar luas di internet? Buat para penikmat gosip, ini rejeki. Buat penyuka pornografi, ini berkah dari langit. Tapi buat mereka, para pelaku (korban?), ini berarti kiamat. Bukan hanya menjadi bulan-bulanan media, tapi lebih naas lagi, hampir bisa dipastikan karier dan keluarga mereka habis berantakan.

Teknologi digital yang serba mudah dan instan kadang memerangkap. Di satu sisi, ia memberi kemudahan luar biasa. Tapi kalau kita tak pandai-pandai memanfaatkan segala kemudahan yang ditawarkan, sedikit kesalahan saja, sedikit saja, maka jadilah kita korban.

Untuk sebagian perempuan, momen-momen intim bersama pasangan adalah saat-saat indah yang layak didokumentasikan, entah berupa gambar diam atau rekaman video. Dan semua begitu mudah. Begitu mudahnya hingga kadang anda lupa bahwa teknologi digital juga bisa merugikan jika jatuh ke tangan yang salah.

Katakan suatu malam anda berkencan dengan pasangan (ini bisa siapa saja; pasangan resmi, pacar, calon suami, atau bahkan selingkuhan). Anda berdua tergoda untuk menyimpan sesuatu yang anda pikir romantis dan akan bisa disimpan sebagai kenangan seumur hidup. Terlihat sederhana dan tidak berbahaya, bahkan mungkin anda menganggap ini semacam petualangan yang menggoda dan mendebarkan. Tapi taukah anda bahwa jika anda sedikit saja lengah dan kurang hati-hati, anda akan jadi korban kebodohan anda sendiri?

Bukan berniat mengajari anda bagaimana berbuat curang dengan lebih cerdas. Tapi seharusnyalah semua perempuan tau bagaimana melindungi diri dari kemungkinan menjadi korban kejahatan seperti pada awal artikel tadi. Silakan saja jika memang anda begitu inginnya merekam saat-saat yang sangat pribadi dengan pasangan, tapi sebaiknya anda tau dulu trik-triknya. Aha!

  • Jangan gunakan kamera ponsel. Suatu saat jika ponsel anda rusak, gambar-gambar dan atau video yang pernah anda simpan di situ bisa dipanggil lagi sekali pun seluruh file berbahaya sudah anda hapus dari memori ponsel.
  • Jangan membiarkan orang lain meng-copy foto dan atau video anda dengan alasan apa pun. Pasangan atau kekasih anda? Ini lebih haram lagi. Jangan.
  • Sebisa mungkin, gunakan memory card baru.
  • Segera hapus gambar atau video berbahaya anda secepatnya setelah anda puas melihatnya. Format ulang memory card yang sudah terpakai, atau gunting saja kemudian buang ke kloset dan flush.
  • Sangat tidak dianjurkan untuk memindahkan foto dan atau video ke folder komputer. Selalu ada celah dan kemungkinan buruk bahwa satu saat data anda jatuh ke tangan orang yang salah.
  • Lantas bagaimana dengan video yang diambil menggunakan handycam, misalnya? Sama saja. Justru lebih ribet karena jika anda ingin merusak mini-DV untuk memusnahkan data tersimpan, perlu usaha lebih keras karena agak susah juga merusak atau mematahkan si mini-DV. Pake palu aja gimana? Oiya, bisa juga sih. Tapi intinya, ribet dan merepotkan.

Jadi gimana dong? Kan pengen juga punya kenang-kenangan manis bareng si dia?

Saran terbaik yang bisa saya berikan: simpan saja kenangan indah itu di kepala dan hati. Kecuali jika anda punya cita-cita terpendam untuk jadi bintang film bokep gratisan, tentu saja. Itu perkecualian.

Ilustrasi: unknown.

note: artikel diambil dari ngerumpidotkom

I’m your master tonight

From Drop Box

Secara umum, atau kalau boleh saya sebut karena alasan ‘kodrat’ dan nilai-nilai ketimuran (halah ini lagi), perempuan Indonesia lebih suka bersikap pasif dan menunggu saat bercinta dengan pasangan. Ada ketakutan bahwa jika perempuan lebih terbuka mengekspresikan apa yang dia rasakan, atau apa yang ia inginkan dilakukan oleh pasangannya, dia akan dianggap terlalu berani atau apalah, yang ujung-ujungnya akan membuat pasangan anda turned off.

Padahal, taukah anda bahwa laki-laki juga menikmati momen saat perempuan mendominasi dan pegang kendali? Sekali-sekali anda boleh berinisiatif dan menguasai permainan, kok. Tak perlu ekstrim dan mempraktekkan master and slave sampai anda membawa borgol dan cambuk, misalnya (eh, kecuali anda dan pasangan sama-sama suka kinky, kenapa engga?). 

Berikut sedikit tips untuk anda dan pasangan. Bisa dicoba malam ini.

Kenali tubuh anda sendiri. Untuk memahami titik erotis dan area sensitif tubuh, tentu saja anda harus berani mengeksplor sensualitas dan seksualitas anda. Pada umumnya libido perempuan akan lebih gampang naik oleh stimulasi di daerah-daerah seperti leher, dada, dan daerah genital. Tapi tidak tertutup kemungkinan, daerah sensitif anda terletak di bagian tubuh yang lain. Betis, punggung, lipatan di bawah lengan, atau mungkin area perut? Anda yang lebih tau.

Jangan menunggu dia memulai sesuatu. Jika kelihatannya malam ini akan berlalu dingin-dingin saja, dekati pasangan anda. Start a move. Kalau dia menolak atau pura-pura menolak, nah inilah saatnya anda beraksi.

  • Sentuh pasangan anda di area yang anda tau tak bisa ditolaknya, berikan ciuman paling panas, dan mulailah melucuti pakaiannya satu persatu. Kalau anda cukup berani, bisikkan sesuatu yang nakal di telinganya. Tell him that you want him so bad tonight, that bad you could boil a cat just to be with him.
  • Jangan beri dia kesempatan mengendalikan permainan. Pegang tangan pasangan, arahkan ke area-area di mana anda ingin disentuh. Bimbing tangannya untuk melepas kait bra anda. Mintalah pasangan bermain-main sejenak di daerah payudara, kemudian bimbing tangannya menelusuri perut anda.
  • Saat permainan semakin panas, mintalah ia melakukan sesuatu seperti cunilingus, atau jika anda merasa kurang nyaman dengan ini, arahkan tangannya ke area genital dan biarkan jari-jarinya bekerja. Jangan lupa berikan reaksi yang akan membuatnya semakin menikmati permainan. Katakan anda menyukai apa yang dia lakukan, dan jangan malu mengekspresikan apa yang anda rasakan dengan gerakan dan suara-suara yang akan semakin membangkitkan gairahnya.
  • Kalau anda merasa bahwa foreplay sudah cukup lama dan anda berdua sama-sama siap ke babak berikutnya, mintalah pasangan melakukan penetrasi. Ucapkan dengan sedikit ‘nakal’, misalnya “do me now, give it to me”. Pilih posisi woman on top kalau anda suka dan biarkan dia menikmati dominasi anda di tempat tidur malam ini.

Selamat mencoba ;-)

Ilustrasi dari pixdaus.com

note: artikel diambil dari ngerumpi.com

pemulung naik KRL untuk mengubur anaknya

Note: Dikopas sepenuhnya tanpa diedit sedikit pun dari tumblr seorang kawan. Sekadar berbagi…

Artikel ini gue copy paste dari facebook notesnya adik gue. Enggak cuman liat ke atas, sekali-kali kita juga harus liat ke bawah untuk bercermin.

Bahkan saat kita perlu untuk bersyukur.

PEMULUNG NAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA
Salemba, Warta Kota

PEJABAT Jakarta seperti ditampar. Seorang warganya harus menggendong mayat anaknya karena tak mampu sewa mobil jenazah. Penumpang kereta rel listrik (KRL) jurusan Jakarta – Bogor pun geger Minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, Khaerunisa (3 thn). Supriono akan memakamkan si kecil di Kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa KRL.

Tapi di Stasiun Tebet, Supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa Supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.

Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa Khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa Khaerunisa untuk berobat ke Puskesmas Kecamatan Setiabudi. “Saya hanya sekali bawa Khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya Rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya Rp 10.000,- per hari,” ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel KA di Cikini itu. Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit Khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, Muriski Saleh (6 thn), untuk memulung kardus di Manggarai hingga Salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya.

Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya Khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (5/6) pukul 07.00. Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan Muriski termangu. Uang di saku tinggal Rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak Musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari Manggarai hingga ke Stasiun Tebet, Supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di Kramat, Bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.

Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di Stasiun Tebet. Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau Khaerunisa sudah menghadap Sang Khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun.

Ketika KRL jurusan Bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri Supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang KRL yang mendengar penjelasan Supriono langsung berkerumun dan Supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar Supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam.

Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan. Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat Khaerunisa yang terbujur kaku.

Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya.

Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor. Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan.

Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama. “Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah Khaerunisa. Jangan bilang keluarga Supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia,” ujarnya.

Koordinator Urban Poor Consortium, Wardah Hafidz, mengatakan peristiwa itu seharusnya tidak terjadi jika pemerintah memberikan pelayanan kesehatan bagi orang yang tidak mampu. Yang terjadi selama ini, pemerintah hanya memerangi kemiskinan, tidak mengurusi orang miskin kata Wardah.