From Drop Box

Masih tentang Jogja, kota yang tak pernah bosan kukenang dan kuceritakan.

Dan kamu. Lelaki yang terlambat datang, meremas jemariku diam-diam, memelukku berlama-lama, menciumi setiap inci tubuhku mengatasnamakan cinta dan segala pembenaran, tertawa-tawa berpura-pura bahwa kita bukan siapa-siapa saat pagi menjelang. Begitulah kita seharusnya: bukan siapa-siapa.

Enam belas taun lewat, dan aku bermimpi tentangmu tadi malam. Maafkan, tapi bahkan membayangkan bertemu kembali denganmu sudah membuatku gemetar.

*maukah kau nyanyikan lagu kita sekali lagi jika nanti kau datang?