Malam ini, tanpa sengaja saya membuka google reader yang barangkali sudah jamuran karena berbulan-bulan tidak saya sentuh. Sesuatu membuat saya sejenak menahan napas. Seorang kawan lama yang selalu saya kagumi tulisan-tulisannya, dia menulis lagi setelah beberapa lama menghilang. Dan saya menangis sesenggukan, membayangkan dia menuliskan kata demi kata, barangkali dengan luka yang belum sepenuhnya mengering.

From Drop Box

Membacamu lagi, saya merasakan nyeri yang sangat di ulu hati. Maafkan saya. Maafkan pernah melukaimu, maaf untuk bertaun-taun kenangan dan persahabatan yang koyak begitu saja karena ketololan saya. Berlama-lama membaca blogmu, saya nyaris tak tahan untuk segera menghubungi kamu dan sekali lagi mendengar suaramu. Barangkali tak akan banyak gunanya karena saya tak ingin menjelaskan apa-apa. Sudah cukup kita berdua terluka, dan siang tadi seseorang berkata bahwa masa lalu adalah masa lalu. Yang kita punya adalah hari ini dan esok. Itu, sepertiga lebih banyak, dan tentu saja jauh lebih penting daripada mengingat-ingat yang telah lewat, bukan?

Kamu pasti tau tanpa saya sebut namamu. Maafkan saya, D.