Years go by and now I want to ask you a question, just one: can you still feel my love in the air?
Because I do feel it. I love you so much, too much I say those words in every breath I take: “I love you”.
See, we’ve been through a lot. You might have been around, I myself might have been around but here we are, once again celebrating your birthday and all.
Hmm…what else can I say? I love us, I love what we are, and I definitely love the way we deal with things now aint that cool?
Happy birthday, baby. Oh, and one more thing. Have I told you that you’re the love of my life and that you’re my uh…my forever valentine? *grins*
You really don’t need to say anything. I completely understand and will always sit here whenever you need to talk. In silence….
Once, there was someone I badly missed. I rode life high and low, bled myself dry, got stoned and sober again, been to hell and back; and still I can’t forget her. Then, and only then, I’ve learned : maybe I’m not supposed to forget her. And guess what ? That’s what happened. I didn’t forget her, but now when I think of her, I don’t feel any pain anymore… Stop trying so hard to forget.. Weep now when you have to weep. Just realize that you’ll always have us to have and to hold, until that time comes. The time when you’ll be able to remember him with a smile. And nothing but a smile….
Stop guessing, people. It’s an email from a dear friend. Not just an email because I found it way too beautiful to just lay there in my inbox I then decided to post it. And you, thanks again. Thank you so much for being there for me. You know I love you, too.
Tak ada yang benar-benar tau apa yang akan terjadi esok atau lusa. Saya percaya, bahkan ketika langit terasa runtuh menimpa kepala, selalu ada sesuatu yang bisa kita jadikan pegangan, sesuatu yang membuat kita tetap bertahan. Dan sekali lagi saya harus bersyukur dikelilingi begitu banyak kawan yang selalu ada saat kita membutuhkan pertolongan. Tanpa mereka, barangkali saya akan perlu waktu jauh lebih lama untuk sembuh. Entahlah. Rasanya memang seperti itu.
Seperti kata Gage, “itulah yg terjadi ke orang-orang kayak kita gini, yang terlalu sombong dan terlalu pede, yang selalu ngerasa kuat, satu saat bakal ngerasain yang namanya jatoh, ambruk berdarah-darah.” Bener banget. Dan dia, sekali lagi menjadi orang pertama yang membaca bahwa sesuatu sedang terjadi hanya dari sepotong kalimat yang saya tulis di salah satu tempat bermain saya. Tanpa menunggu terlalu lama, dia (dua kali) menelepon saya tengah malam hanya untuk memastikan bahwa saya baik-baik saja, meski saya nyaris tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaannya.
“Lu ga pa-pa kan, mbok? Ada apa?”
“Udah makan, lu? Anak-anak lu udah makan belom?”
Dan saya dengan tololnya menangis, terbata-bata berusaha mengatakan sesuatu, namun bahkan saya lupa apa yang saya katakan malam itu. Hal-hal manis dan sederhana seperti ini…bagaimana mungkin saya tidak jatuh sayang kepadanya?
Beberapa kawan lain yang cukup dekat mengirim pesan yang kurang lebih sama,
“Aku gak tau ada apa, but I’m around if you need me. Kamu baik-baik ya?”
“Mbok, lagi sedih bener ya? Kita anuan aja yuk mbok.”
“Life sucks, but we’re bitches are stronger. Stay strong like you’ve always been.”
Atau dua kali telepon dari Goenrock yang membuat saya hampir mati ketawa karena……..ah sudahlah, panjang ceritanya (ahahaha! hai Goooeeeeeen……….)
Begitulah, hidup ternyata memang lucu. Terima kasih buat kalian semua. Saya masih di sini. Saya masih akan berada di sini.