Pada sebuah senja, perempuan menitip sepotong cerita.Tentang taun-taun yang lewat. Tentang segala manis pahit getir, dan sesuatu tentang lelaki yang datang dari sebuah masa, lelaki yang kini dikenangnya dengan tawa dan kerjap mata yang menyimpan cinta. Lelaki yang, kau tau, bahkan aroma tubuhnya masih terekam jelas, dan sesekali perempuan itu mengingatnya saat tanpa sengaja sepenggal puisi atau denting-denting lagu tertentu membawanya kembali ke rentang waktu bertaun-taun yang lalu.
Apa, kenapa, dan ribuan tanya dijawabnya kemudian tanpa penuh dia pahami bagaimana mungkin seorang perempuan sanggup bercerita begitu runut pada sekeping senja yang asing. Terbata, tersenyum dan tertawa ia bersamanya, dengan mata yang, kau tau, selamanya akan menyimpan cinta.
Lelaki yang kau tanyakan, kata perempuan kepada senja, dia ada di sini. Perempuan menunjuk jantungnya sendiri, tak yakin senja mengerti.
Hidup memang musykil, abstrak sesekali. Tak semua hal di dunia ini musti kau mengerti, pun tak semua harus diamini, kata perempuan lagi, berlalu meninggalkan sekeping senja yang asing, yang selarik kilaunya, potongan terakhir dari sekeping yang tadi, lenyap bersama matahari yang perlahan-lahan mati.


Ahahaha…houston we have problems…
banyak kata-kata yang gak dimengerti…
:mrgreen:
errr…?
baca ulang lagi, ga ngerti
saya selalu mencintai senja. seringpula mencumbunya, berbagi dengannya. sama seperti perempuan itu. tapi senja hari ini terasa pahit buat saya
kata-kata simbok selalu bikin saya betah mbacanya. keyeeen…
jadi sudah direlakan potongan terakhirnya, mbok?
ah tak pikir lanjutan kisah Bre dan Risa Mbok
hmm kapan-kapan mo titip juga sama senja ah…
ga bgitu ngerti,tp suka sama postingan ini
senja,kenapa jarang skali pagi jd ispirasi,selalu senja,mungkin krn kita seringkali menemui pagi dgn tergesa-gesa ya?
Kepada sang perempuan yang merindu kenangan, yang menitipkan kerinduan di setiap persinggahan..
Adalah benar bahwa hidup itu abstrak dan tak mudah dimengerti, semua mafhum dalam menyoal itu sebagai kebenaran sejati. Tapi terkadang, dalam abstrak dan mengaburnya setiap detik yang terlewati, ada cerita-cerita indah yang tersisa, seperti yang engkau punyai.
Aku pun terkadang sering hidup dalam potongan-potongan cerita yang tak akan kurelakan dirampas waktu. Segala bentuk kehidupan terus menua, tapi apa yang tersimpan itu akan tetap berseri. Kadang pahit, kadang getir, tapi itu menjadikan perjalananku lebih berarti..
Sehingga ketika suatu saat nanti kau temui pelabuhan terakhir, tetaplah bercerita dan berdongeng kepada semua yang kau temui. Aku pun berharap suatu saat nanti kita berpapasan entah di bagian mana bumi ini, sehingga bisa kutambahkan satu lagi warna dalam hidupku yang hitam putih.
… dan malam adalah relung hangat tempat kau akan selalu kembali, Mbok…
Dan para pembaca berlomba-lomba menulis indah. Cih! Menyebalkan!
Keren Mbok! Sumpe lhoooo! Sampe bingung mau komeng apa
*menjura*
saya suka senja! apalagi senja di pantai…
ga setiap pertanyaan bisa terjawab atau harus dijawab…question tag?
Wah, kata-katanya benar-benar sastra ya, bu

tapi masih terekam makna dibaliknya, meski harus sedikit mengernyit dahi dulu
perempuan dalam cerita mbok itu.. kok membuat saya merasa tersindir ya? apa simbok memang sedang bercerita tentang saya?
*dilempar bakiak*
aduh..
Sunset is my middle name lho mbok…
apakah simbok sedang bertanya pada saya?!? (woot)
Selalu ada perempuan kuat di balik lelaki hebat *nyambung nggak yah sama yang diatas ?*
beuh! gwa mah udah indah dari sononya. ga usah ada lomba2an!
*ngibritz*
Sepotong senja untuk Mbak Venus…..
Sumpah, gue nyaris kebawa-bawa menulis indah gara2 baca tulisan loe mbok…
baca-baca koment, dan makin kebawah emang iya makin jijik gue, hahahaha.
Yang nyisa tinggal pengen ngenyek doang… (maap), kikikikikik…
anyway, mbok… sebagai perempuan yang sama-sama menitipkan sesuatu pada senja… why don’t we go now… away from ’senja’,… kita tidur sejenak, lepasin penat… supaya kita bisa menyongsong datangnya tagi dengan wajah yang bersinar cerah.
Yahhh, siyalll.. teteup ada unsur (sok) menulis indahnya juga… damn…. Elo sih mbokkk, postingnya ginian… hehehe… mending posting gue dong, singkat padat, jelas, dan tidak membuat orang latah menulis puisi yang suka2 garing, yaaa persis yang kayak gue tulis diatas ini…. hehehe
[I tend to feel the sadness here mbok... if it is, then my tight hug is for you!]
*hugs tight*
penggemar seno gumira ajidarma ya mbak? sama-sama senang dengan senja…
hayah … emang bisa?
ini soal menopos ya?
*apa khabar?
senja itu sedih.
Kamu, perempuan senja, tempat aku menitip cerita cinta yang abstrak, senyum dan penerimaan itu hingga kini masih membekas di jiwa.
aku jadi pengen peluk simbok aja ahh… *soalnya ga bisa nulis indah*
tesaurus beraksi lagi. yihaaa
Oh Tuhan…
barusan aku buka email lama nyari alamat teman, ketemu email kita hehe..jadi kangen ngobrol sama kamu.
perempuan dan senja
lelaki & matahari
kubiarkan mati dijantungku
hugs..
Tepuk tangan sekenceng2-nya….
hebat mbak. mudah dimengerti, namun hasilnya berat euy…
salut salut…
1x lagi : BRAVO !
wah, keren artikel nya..
*meski rada g paham artinya..
hehehe
tapi saya suka banget melihat senja tiba
kepada senja… selinting ganja…
duh!
*headache*
ini posting apaan sih? bahasanya aneh? arrggghhhhh… pasti blog ini di-hack orang!!!! yang posting pasti bukan venus!!! ngaku!!!! *pentung*
some things will stay remains…
biaya penitipanya berapa?… he2
buat saya senja itu indah .. dan pantas kalau yang dititipin juga indah
keren tulisannya !
uhm….. ,apa ya…
seperti sesuatu yang lalu menghujani hari-hariku
sampe harus brkali-kali bacanya..penasaran…but anyway bageuu..s!(acung 2 jempol)..slm kenal buat mb’ venus…
susunan kata katanya indah sekali, simboookkk…
*berkaca kaca*
matahari kok mati..???
yg ada,mtahari ya tutup kalo malem….’
huuuuuuuuuuuuu
kok banyak yang nulis soal senja ya?
abstrak yah !!!
Ada senja yg diam dan tak peduli dg kencangnya angin yg menerpa..
Ada senja yg tergolek manja disudut awan jingga..
Ada senja yg merona merana menahan rasa akan luka…
Ada senja yg terpana menatap simpul mesra tak berbalas…
Oh senja.. Rinduku kan seribu pelukmu..
ada senja…ada matahari..itu buat saya kayaknya xD
Pemaparan yg indah…
tumben gaya tulisanmu mbulet mbak *haha..ojo mbok ketak’ mbak”
*langsung dengerin lagunya ARI LASSO -> MENGEJAR MATAHARI
aq perempuan yang suka ngelamun senja2…
*kabooor dilempar sendal simbok
tenang, matahari-nya nggak mati kok. cuman ngungsi sebentar ke belahan lain bumi.
like this dah pokoknya