*this blog post is dedicated to my two dearest friends, Fajar & Leonnie.
Belum terlalu lama saya mengenal mereka berdua. Barangkali baru hitungan belasan hari. Tapi pada hari ketiga sejak perbincangan pertama kami lewat Yahoo Messenger, Leonnie dengan nada serius mengundang saya datang ke apartemen mereka untuk merayakan ulang taun Ilya, putra mereka. Saya ragu pada awalnya. Amat sangat ragu. Nekat sekali kalau saya datang ke tempat asing, ke rumah seseorang yang belum genap seminggu saya kenal, itupun ‘hanya’ lewat layanan microblogging dan beberapa kali chat kakakikik gak jelas. Dan coba tebak, pada akhirnya kenekatan dan rasa ingin tau (plus nasi kuning yang dijanjikan Leonnie) mengalahkan keragu-raguan saya. Saya pergi juga ke sana, berharap gak mati gaya karena kagok sendiri dan merasa jadi alien di tengah-tengah keluarga dan teman-teman mereka yang tentu saja, satu pun belum pernah saya kenal sebelumnya.
Saya bersyukur sekarang, karena ternyata kekhawatiran saya patah dengan sendirinya saat pertama kali Leonnie membukakan pintu, dan kami berdua nyengir, saling mengucap ‘haiiiiiiii…’ dan berpelukan. Dan nasi kuningnya enak *ditampar*. Iya, beneran, nasi kuningnya enak. Tapi tunggu, ada sesuatu yang lain yang saya ingin ceritakan. Bukan nasi kuning dan kue ulang taun yang yummy. Bukan. Ada sesuatu yang lain yang membuat saya seketika jatuh cinta. Bukan pada Leonnie, bukan kepada suaminya *ditampar lebih keras*, tapi pada keluarga besar mereka.
Bayangkan, saya satu-satunya yang bukan anggota keluarga (karena ternyata dua orang teman mereka yang juga diundang gak bisa hadir), tapi saya merasa diterima dan diperlakukan dengan hangat oleh semua orang.
Pulangnya, saya berkirim direct message dengan Fajar. Saya bilang ‘I’m glad I came. You’re nice and warm, and I’m not talkin’ about you and Leonnie, am talking about every member of the family’. Dan reply Fajar dodol sekali; dia pikir saya kepanasan.
“Kepanasan??? I said they’re warm, not ‘it was warm in there’!” D’oh.
And the story goes….
Beberapa hari yang lalu, Leonnie cerita bahwa suaminya sedang menjalani test CD4, test yang apabila hasilnya di bawah angka 200, artinya dia selamanya harus mengkonsumsi obat retroviral untuk menekan pertumbuhan si virus jahat, setiap hari. Dan sore tadi saya membaca tweet Fajarjasmin; It’s not good people. My CD4 is 169. I’m now officially in the AIDS stage. My life just gets twice more complicated…
Sedih, dan jujur saja saya tidak tau harus bereaksi seperti apa. Insting membuat saya seketika mengirim sms ke nomer telpon Leonnie, berharap dia baik-baik saja meski saya tau dia tidak sedang baik-baik saja. Saya juga merasa tidak berhak bilang ‘I know how you feel’ karena saya juga tak tau apa yang mereka rasakan. Marah, sedih, takut, barangkali itu, tapi saya tak mungkin benar-benar tau.
Fajar, Leonnie… saya pengen bilang, you’re not alone. You have your family, your friends, and you have me. Hang in there. Just…hang in there. Nobody says this is gonna be easy, tapi saya tau kalian bukan manusia-manusia yang gampang dikalahkan, oleh AIDS sekalipun.
Fajar pernah bilang bahwa virus ini membuatnya kehilangan banyak hal termasuk teman-teman terdekatnya.
“They all went away after my HIV.”
Lantas saya jawab, “Ah, you’ll live longer than I will. And I’m not going anywhere. That stupid virus doesn’t scare me.”


Please send my regards to the couples ma’am, they’re a strong couples and my pray goes out for them tonight …
.
Also please let Fajar know that there are other still willing to be his friend, and it seems they’ve found a new one in you, right
spikles.
semoga bnyk doa dan semangat bs ngbantu.
sama kayak galeshka… kirim salam buat fajar dan leonnie ya mbok…. *speechles*
sampaikan salam juga mbok, semoga selalu dikuatkan….
Am I Disgusting Shit?! Saya dulu pernah mbikin tulisan tentang perlakuan mayoritas orang-orang terhadap para Odha *meh, saya lupa di mana tulisan itu sekarang, sigh*
Luar biasa sekali ketangguhan mas Fajar dan mbak Leonnie.. Saya selalu takjub dengan Odha yg survive dan masih bisa tersenyum..
Betul, mbok.. They’re not alone!!!
baru ngeuh…
salam bwat mereka mbok, they’re not alone! neva…
sama kayak Ichanx… *ditapuk simbok*
kemaren malem baru nonton konser AIDS I’m in love, ada satu LSM yang isinya waria semua yang perform di acara itu namanya LSM Kebaya. Di akhir perform, mereka membawa spanduk yang bertuliskan “Berantas virusnya, bukan orangnya”…
Semoga dberi ktbahan bang fajar. Yeah. Kick that stupid virus’ ass
Kowe wong hebat, mbok…tenan. Titip salam aja buat mereka, salam prihatin walau aku ga bisa buat apa2, minimal aku bantu lewat doa aja *serius*
*speechless, wordless*
throught it all, just stand up, everything will be alright and it will get better…
best regards to fajar & leonnie
Kaget juga kemarin pas baca tweetnya fajar. Saya jg gak bisa berkata apa2. Hanya berharap mereka tetap semangat saja dalam sehari-hari. Good luck to @leonniefm dan @fajarjasmin
salut dengan ketangguhan mas Fajar dan jg dukungan keluarganya,smoga Tuhan selalu memberi kekuatan dan memberkahi mereka.
Salam hangat bagi Mas Fajar beserta keluarga
salut buat postingannya si mbok.
it show us how you care, and so we.
semoga Fajar & Leonie diberi kekuatan dan ketabahan ekstra. amiin..
*berkaca-kaca*
salam buat mereka, ya mbok..
salam buat mereka…jangan pernah kuatir, akan banyak sahabat dan pelukan hangat yang datang
ikut sedih!
smoga diberi ketabahan dan semangat buwat mereka!
peluk hangat buat mereka mbok..
ada ikatan tak terduga dari dunia maya
yes, they arent alone…
they’re lucky to have u Mbok…
sampeken salamku ya Mbok…

mereka tidak sendiri kok…
juga mereka mereka yang lain, yang sedang berjuang untuk hal yang sama.
Idem sama semua komen diatas!
Saatnya simbok bangkit jadi aktivis!
smoga mereka tetep sabar dan tabah
yang bikin miris mbok, adek iparku di Bandung yang konselor ODHA itu bilang, pemerintah kita lagi krisis obat antiviralnya, alasannya klasik, dananya belum turun….
sendiri dan merasa sendiri,
dua kata dan frase yg beda,
bersukurlah mereka punya seseorang macam kaw, mbok …
ah you’re such lucky to know these people Mbok, and they’re so lucky to have a friend like you…
say my warm regards to them, may they have a strength to live day by day
*eh istri dan anaknya ikut jalanin test ga Mbok?*
Selamat hari aids
*langsung nyessss*
salam buat mereka ya mbok…mereka tak sendiri..kami pun siap menemani mereka…
salut buat simbok juga…
semoga segera diberikan keajaiban sehat luar dalam tuk mereka
my best prayer goes out to your friend mbak, and also to everybody….
May God will always be with you
Hi jeng,
It’s our honor to have you in our home.
It’s an honor to have you as a friend.
Thank you for this post.
I write a post for my Fajar here: http://www.leonniefm.com/?p=75
Moga mereka dikuatkan dan semakin dekat dengan-NYA
btw, salam kenal mbak
kami juga berdoa iah… smoga semakin dekat dengannya.. lam kenal juga iah…
Ahhh, mbok. I’m they must be happy having a very nice and brave friends like you mbok.
Beberapa hari yang lalu saya juga menulis tentang surat sang ayah (Fajar) yang dia tulis untuk dibaca dan dikenang anaknya kelak ketika Indigo sudah besar. Surat itu sungguh menyentuh, sehingga saya perlu berkali-kali mengusap mata sebelum benar-benar menulis posting itu.
Link-nya disini yah.
Anyway, About this AIDS think… nowadays more than 200 ribu jiwa di Indonesia sekarang terserang AIDS… and mostly justru bukan dari kontak seksual, melainkan dari pemakaian jarum suntik dan media penularan lainnya. Ini penting banget nih mbok disosialisasiin.
Tadi pagi nonton di berita… di papua baru2 aja dideteksi penduduk yang terjangkit virus HIV, dan hanya 3 diantaranya yang PSK, selebihnya (12 org) itu adalah IBU RMH TANGGA dan ANAK-ANAK. Sepertinya emang benar-benar perlu usaha yang lebih jitu dari pemerintah untuk mensosialisasikan pengetahuan mengenai HIV ini.
Untuk Fajar dan Leonnie… Tidak ada lagi tangis yang boleh mengiringi, karena saya yakin kalian kuat… Rasa haru membaca surat Fajar, saya harap sudah cukup memberikan energy yang besar untuk terus berjalan kedepan dengan kepala tegak, and knowing that YOU ARE NOT ALONE. Ada banyak sekali sahabat yang berdoa untuk Fajar dan Leonnie sekeluarga.
So, kalo tadinya cuma dapat support dari keluarga dan si mbok… NOW YOU GOT US… ALL OFF US !!!
Keep your spirit up, and always be grateful. God is Good!
Thank you for this post mbok.
Btw, I’m fine. Karena sesuatu dan lain hal, yang aku crita kemarin itu belum jadi mbok…
salam hormat saya untuk mereka, mbok. membagi sakit mungkin tak mengurangi derita, tetapi membuka mata dunia agar tak terpendam dalam kesalahkaprahan itu sangat mulia.
tidak habis pikir, bagaimana tulisan pendek ini dapat bercerita begitu banyak, dan sangat dalam
Hanya ALLAH yang tahu…
semoga diberi ketabahan yang luar biasa….
ah mbok, banyak orang yang mendiskriminasikan ODHA. merangkul mereka membuat mereka setidaknya menjadi kuat. titip salam buat Fajar…semoga tabah
so touchy and speachless
hmm smangad untuk mas fajar…salut untuk keluarganya
yes…they’re not alone
Salam buat Fajar dan Leonnie mbok…
doa saya selalu bersama mereka…
di saat seperti ini yang justru membuktikan siapa kita sebenarnya kan?!
bukan siapa mereka.
*speechless*
semoga mereka tetap tabah dengan segala cobaan ini…
Saya juga merasa tidak berhak bilang ‘I know how you feel’ karena saya juga tak tau apa yang mereka rasakan..
I.. dont know what to say..
atau mungkin memang gakkan pernah ada kata yang benar-benar pas untuk diucapkan..
Membaca apa yang ditulis oleh dia, dan sang istri, dan semua cerita berkaitan tentang ini.. I just dont have the right words to be typed.
But I know this one for sure, that if someday I meet him or them, I’ll be more than happy to be a friend; online or offline
to all: makasih banyak
*speechless*
sama seperti komen2 di atas, aku juga cuman bisa berdoa buat fajar dan leonnie, semoga mereka selalu diberi ketabahan.
bener banget, mbok… mereka ga sendirian kok. mereka punya banyak temen yang peduli dan sayang sama mereka. klo mereka ditinggalin temen2 mereka yang dulu, sekarang Tuhan sudah gantikan dengan temen2 baru yang perhatian dan sayang sama mereka.
titip salam juga buat mbak leonnie dan mas fajar ya mbok.
mereka orang2 hebat
mereka orang yg percaya, dalam kegelapan selalu ada cahaya
gak mau ah nitip salam, tar si mbok malah bingung, kebanyakan salam
ikut sedih. but i’m sure, they gonna make it trough.. just be strong and have a faith ..
salam sayang buat mereka berdua mbok…
kenapa ya mesti dijauhin?? apa mereka–temen mas fajar–takut tertular? padahal justru mereka-lah yang bisa “menulari” mas fajar!!! Disaat teman membutuhkan dukunganmalah…
maaf ya mbok–ikutan para komentator yang komen dulu
–terlalu bersemangt nulisnya, moga mereka iberi ketabahan… Amien.