Tanpa saya sebut namamu pun saya yakin kamu pasti tau, kamulah perempuan itu.
Pesanmu saya baca dini hari tadi, saya lupa jam berapa tepatnya. Dan saya kembali kehilangan kata-kata, tak sanggup memberimu penjelasan apa-apa. Maafkan saya.
Bisa saja kita runut lagi dan mencari-cari apa yang salah dengan kita, atau apa yang membuat kita seolah saling menolak satu sama lain meski tau bahwa kita begitu saling merindukan, tapi saya belum yakin apakah ini akan ada gunanya.
Maafkan saya. Saya menjauh, barangkali karena saya terlalu sedih, atau terlalu marah. Tapi pada siapa, dan untuk apa saya marah sebenarnya? Saya terlalu bebal untuk memahami diri sendiri kadang-kadang. Kamu tau itu. Atau mungkin saya hanya marah dan membenci diri sendiri. Entahlah.
Dan seperti kamu juga, saya masih kerap menangis mengingatmu, tapi kamu sungguh tau bahwa saya tak punya cukup keberanian untuk sekadar menyapa dan bertanya apa kabarmu. Sudah terlalu lama, dan kita menjadi terlalu asing satu sama lain. Saya merasa belum siap memulai sesuatu. Saya, barangkali, takut dengan masa lalu.
Maafkan saya, nona. Maafkan saya.



buat saia..? aduh makasih lo….
*nggelundung menjawuh*
i know….
sorry
pertamax!!!
mbak ini puisi???
ok ok saya maafkan kamu
kaburrr…
Seringkali kita hanya membesar-besarkan rasa takut, Mbok. Seperti diriku, takut ini-takut itu-takut memulai-takut mengakhiri. Padahal, belum tentu apa ketakutan itu terjadi.
*hugs simbok*
maafkan diri sendiri dulu mbok sebelum memaafkan orang laen…(idih sok-sok deh).
smoga gak butuh terlalu lama lagi ya buat kalian berdua untuk saling menerima.
“Persahabatan bagai Kepompong merubah ulat menjadi KupuKupu…”
Jadi inget lagunya KEPOMPONG. Dengerin lagunya mbok
nona? nona dita? (thinking)
curhat online nih. miris banget sih?
Mantab .. kata – katanya itu lho yang bisa bikin ngeri bulu kuduk ayo yang merasa jadi subject .. kasihan simbok .. gak berani tuh .. sms lagi atao kirimkan email .. ceriakan kembali di sisa hidupnya yang tak tahu sampai kapan
*peluk-peluk simbok*
serem gambarnya…
duh, jadi inget perempuan itu juga.. apa kabarnya dia yaaaaa
jleb..kok aku berasa yah mbok *hihihi sok sokan
untung sayah bukan nona2
*cheer up ya mbok
Eemm… I think it none of my business, is it mbo? Jadi saya tidak ingin mengomentari postingan, hanya menyediakan tempat untuk sandaran…
Aahh … ini buat sapa lagi ya ??
Sebenernya dari kemarin waktu saya “bongkar2″ archives blog ini, saya pengen meninggalkan komentar. Hari ini saya sadar kenapa saya tidak melakukannya : post2-nya sudah indah seperti adanya
aku tahu mbok, kadang2 kita memang ingin timbul tenggelam. maka kumaafkan kau kali ini
sapa aja, mbok. pasti dia sangat senang mendapat sapaanmu…
sorry if i hit a nerve yah … didnt mean to
enjoy the week!
konon, marah adalah kesedihan tingkat tinggi.. semoga sudah nggak sedih lagi ya mbok..
dimaafin mbok..
*serasa ajah*
Hee?? Itu suratnya bukan buwat niez kan ya mbok??
dirimu apa kabarnya mbok? i hope life is treating you well ya. *hugs*
duduk gae arek iko kan mbok? hahaha
lalu angin akan mengabarkan segala rasamu
dan mentari menorehkan sinar kasihnya
terbit indah di antaranya
segala itu….
tak pernah hilang mengabur..
di anatar kau dan dirinya…
Mewakili tiap perasaan yg memang harus mengalah utk sebuah alasan.
Great posting.
Thx
Lam kenal Yow
*peluk simbok kenceng2*
sama seperti yang saya rasa …
mbok boleh ga tulisan nya saya copy
[...] By kutu kupret cuma ini sama ini [...]
Jeez, I was sooooooooooooooooo in your place! But I hope everything would turn out well for both of you, no matter what it is