Saya gak ngerti apa pertimbangan mereka, para pengambil keputusan atau apalah namanya yang (seharusnya) bisa kita percaya di DIKNAS sana, tapi kabar yang saya dengar kemaren (dan hari ini semakin banyak dibahas di sana sini) bener-bener bikin saya sedih dan marah. Bagaimana mungkin mereka mengekspos data pribadi 36 juta pelajar Indonesia, online, yang dengan mudah dapat diakses siapa saja? Informasi pribadi yang seharusnya memang bersifat sangat pribadi seperti nama lengkap dan alamat siswa, (36 juta lebih pelajar di Indonesia, bayangkan!) dapat diintip dan diunduh dengan bebas oleh siapa saja dari mana saja.

Trus apa masalahnya? Bukankah ini era di mana informasi memang sesuatu yang mestinya bisa diperoleh semua orang? Informasi untuk semua, eh?

Memang. Tapi tunggu dulu. Bayangkan ini: dengan mengetahui nama lengkap seseorang, siapa pun tau, kita bisa melakukan banyak hal. Mencari alamat jurnal pribadinya (baca: blog), alamat flickr, friendster, facebook, dan sekian banyak layanan jejaring sosial lainnya. Apa susahnya? Berterima kasihlah kepada Google (dan mesin-mesin pencari lain) yang membuat semua jadi begitu mudah.

Udah kebayang? Sekarang tambahkan ini: nama lengkap PLUS alamat lengkap, dan….selamat! Kita telah dengan penuh kesadaran mengekspos anak-anak itu, menyerahkan keselamatan mereka hanya kepada faktor keberuntungan, barangkali. Dengan sangat gampang, seseorang, siapa pun itu, memiliki akses untuk menemukan mereka dan menjadikan mereka target operasi para pelaku kejahatan. Pedofil, penculik, pemerkosa, pembunuh, you name it.

Spread the news, people. Mari lakukan sesuatu untuk melindungi anak-anak kita. Sekarang.

Semoga pesan ini tersampaikan.

link terkait:
Diknas and Bakrie alert
THIS SHOULD BE STOPPED
Stupidity in the new media era?
Hentikan: data siswa Indonesia online!
Orang-orang pendidikan yang amat sangat bodoh
Untuk keamanan mereka