Saya gak ngerti apa pertimbangan mereka, para pengambil keputusan atau apalah namanya yang (seharusnya) bisa kita percaya di DIKNAS sana, tapi kabar yang saya dengar kemaren (dan hari ini semakin banyak dibahas di sana sini) bener-bener bikin saya sedih dan marah. Bagaimana mungkin mereka mengekspos data pribadi 36 juta pelajar Indonesia, online, yang dengan mudah dapat diakses siapa saja? Informasi pribadi yang seharusnya memang bersifat sangat pribadi seperti nama lengkap dan alamat siswa, (36 juta lebih pelajar di Indonesia, bayangkan!) dapat diintip dan diunduh dengan bebas oleh siapa saja dari mana saja.
Trus apa masalahnya? Bukankah ini era di mana informasi memang sesuatu yang mestinya bisa diperoleh semua orang? Informasi untuk semua, eh?
Memang. Tapi tunggu dulu. Bayangkan ini: dengan mengetahui nama lengkap seseorang, siapa pun tau, kita bisa melakukan banyak hal. Mencari alamat jurnal pribadinya (baca: blog), alamat flickr, friendster, facebook, dan sekian banyak layanan jejaring sosial lainnya. Apa susahnya? Berterima kasihlah kepada Google (dan mesin-mesin pencari lain) yang membuat semua jadi begitu mudah.
Udah kebayang? Sekarang tambahkan ini: nama lengkap PLUS alamat lengkap, dan….selamat! Kita telah dengan penuh kesadaran mengekspos anak-anak itu, menyerahkan keselamatan mereka hanya kepada faktor keberuntungan, barangkali. Dengan sangat gampang, seseorang, siapa pun itu, memiliki akses untuk menemukan mereka dan menjadikan mereka target operasi para pelaku kejahatan. Pedofil, penculik, pemerkosa, pembunuh, you name it.
Spread the news, people. Mari lakukan sesuatu untuk melindungi anak-anak kita. Sekarang.
Semoga pesan ini tersampaikan.
link terkait:
Diknas and Bakrie alert
THIS SHOULD BE STOPPED
Stupidity in the new media era?
Hentikan: data siswa Indonesia online!
Orang-orang pendidikan yang amat sangat bodoh
Untuk keamanan mereka

October 12th, 2008 at 2:36 am
I hope your kids are not on the files
Thanks, Venus…. I am glad to know that I’m not alone
Godbless..!
October 12th, 2008 at 2:37 am
I agree.. THIS SHOULD BE STOPPED!
*segera re-post tulisan ini*
October 12th, 2008 at 2:43 am
betul sekali , gugel telah mempermudh hidup kita
October 12th, 2008 at 2:43 am
Yup,jadi keinget kasus penipuan yang kerap terjadi di daerah2 yang umumnya para ortunya belum bisa menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi,duh..ngeri banget..
October 12th, 2008 at 2:49 am
Nah! Saya sebetulnya udah lama nemu kayak gini. Sempet kaget juga, nyari nama temen SMA saya kok malah dapet file *.xls yang isinya list nama2 siswa plus amat rumah mereka kumplit plit! Betul Mbok, ini wajib dihentikan, jangan sampe ada yang menyalahgunaken.
October 12th, 2008 at 3:05 am
NAMA sekaligus ALAMAT LENGKAP diobral di internet?
Great! Mimpi buruk saya terwujud..
Saya jauh lebih menyukai kegilaan Joker daripada ini..
Stop DIKNAS!
Akan saya repost dan tulis di berbagai jaringan A.S.A.P
October 12th, 2008 at 3:25 am
[...] Venus [...]
October 12th, 2008 at 3:28 am
Yang bener loe mbok… gile yeee… kok gak kepikiran sih mereka kalo itu bisa membahayakan anak2 kita.
Semoga artikel ini dibaca yang berkepentingan ya mbokkk
October 12th, 2008 at 3:36 am
[...] Orang-orang pendidikan yang amat sangat bodoh [...]
October 12th, 2008 at 3:58 am
OMG. this. is. nightmare.
October 12th, 2008 at 4:03 am
bebrapa bulan terakhir saya menyadari bahwa ketika searching “nama lengkap” seseorang, akan muncul data2 seperti nomer induk, alamat, tanggal lahir dsb nya dari web diknas itu *walau beberapa page tidak bisa dibuka*.
salah satunya saya menemukan informasi lengkap tentang bayumukti.com. sampai2 beliau bertanya2
saya juga sangat tidak setuju jika ada publikasi data pribadi. bayangkan jika kita adalah orangtua yang menerima teror, para pelaku teror bisa saja mendapatkan informasi lengkap hanya dari diknas… *what the….!!*
October 12th, 2008 at 4:06 am
perasaan dulu sebelum gonjang ganjing IT di diknas, akses info itu masih musti login dulu deh. kok jadi seperti itu ya sekarang?
October 12th, 2008 at 4:10 am
apa yang mereka pikirkan dengan mempublish data-data ini?!
tidak tahukah mereka data-data ini SANGAT MUNGKIN disalahgunakan?
harap agar pihak DIKNAS SEGERA menarik database tersebut dari dari internet
keselamatan siswa-siswa kita harus diutamakan!
October 12th, 2008 at 4:18 am
Ini sebenernya sudah lama, saya waktu itu iseng cari NIS adik saya ternyata ketemu di google, dan seluruh NIS se-indonesia bisa dicari dan ketemu sesuai data, tapi tidak ada alamat lengkapnya cuman nama lengkap sana NIS saja, nah kok sekarang update komplet sealamat lengkapnya? waduwwww
*update, alamat guru2 terkait juga tergdaftar sangat lengkap hehehe
October 12th, 2008 at 4:26 am
Ini benar benar berbahaya. Kira2 apa ya motif dari Diknas melakukan ini semua?
*langsung cobain iseng2 dulu deh*
October 12th, 2008 at 4:27 am
update lagi
Seluruh data siswa/siwsi beserta guru sd/smp/sma/smk se-Indonesia dapat didownload dan file EXCEL, sangat rapi dan jelas… ckckckckck…
dari adik/temen/pacar/selingkuhan sampek ttmku yg anak smu yg aku ga tau alamatnya bisa ketemu, EDAN..!!!
October 12th, 2008 at 6:43 am
Hal2 seperti yang akan smakin mengancam keselamatan para murid… Seharusnya, tak masalah bila DIKNAS ingin membuat list 36 juta pelajar itu secara transparan, namun yg perlu diperhatikan adalah masalah pencantuman alamat dan no telepon rumah. Ada baiknya bila DIKNAS tidak perlu memberikan data sebegitu lengkapnya, cukup nama dan asala sekolah saja. Ato jangan2 DIKNAS bagian dari jaringan penculikan anak n human traficking???? Hehehe….
October 12th, 2008 at 8:08 am
settttt …. terancam masuk daftar kejahatan kriminal
October 12th, 2008 at 8:25 am
beberapa banyak tahun lampau banget, waktu internet baru ada, beberapa ahli antropologi dan sebangsanya udah merasa dunia baru ini bakal tanpa sekat. dunia dalam genggaman, dunia tanpa tedeng aling-aling, mau dipagari macem2 pake proxy-anti spam-atau pelindung apapun- tetep aja bisa dijebol.
tapi internet sih gak salah, mbok. tetep balik ke manusianya, ya to?
October 12th, 2008 at 9:41 am
kayaknya mesti bikin petisi deh mbok. atau ada yang mesti ngomong langsung kesana…
October 12th, 2008 at 9:58 am
wah kalo ini memang di negara2 berkembang udah jadi masalah. Instansi yang “kurang cerdas” akhirnya mencerdaskan diri dengan tidak mengekspos data pelajar di internet. hah.. tinggal tunggu saja kapan DIKNAS bisa nyadar.
Disisi lain, Google mempermudah saya menemukan orang yang udah lama nggak denger kabarnya *macam termehek-mehek pulak*
October 12th, 2008 at 10:10 am
Mungkin maksudnya baik (positive thinking mode
N), CUMA gak dipikir efeknya. Asal buat aja, dipikir idenya itu udah cemerlang dan bakal sangat membantu masyarakat. Taunya …. tau sendiri efeknya 
October 12th, 2008 at 11:51 am
wah kemaren ibu saya kaya’nya kena tuh, walaupun kena 30 ribu aja sih … mungkin bapak yang nipu itu taunya dari google
October 12th, 2008 at 12:26 pm
bodoh sebodoh-bodohnya memang hal itu Mbok… Parah!!!!!
*berita terkait sudah saya forward ke salah satu pejabat diknas, ntah lah bagaimana tanggapan mereka.. menyatakan salah dan mengakui kalo melakukan kebodohan, atau seperti biasa…. mari kita berdoa*
October 12th, 2008 at 12:37 pm
Thanks Venus untuk postingan ini. Berita & protes atas kecerobohan DIKNAS harus diteruskan. Harapan saya supaya teman2 yang membaca mengerti esensi dari protes ini adalah untuk membuat DIKNAS menarik data itu dari sistem online mereka, dan bukan untuk membuat teman2 berbondong2 mengunduh data & menyebarluaskan keberadaan data.
Telah diverifikasi oleh beberapa blogger bahwa data memang tersedia lengkap. Biarlah berhenti di sana dan mari mulai upayakan tidak ada lagi pengunduhan data. KIta tidak ingin justru suara kita ini memancing orang2 tidak bertanggung jawab melihat peluang.
POsting saya terdahulu mengenai protes ini telah di-update, tersediadi daftar link terkait-nya mbak Venus
trims
October 12th, 2008 at 12:45 pm
Mbok…bikin takut juga ya. Apalagi mbok ngepost ini. Masalahnya media ini kadang malah jadi pemicu, yang tau tambah tau..yang gak tau jdi ikut2an niru…mungkin semakin diekspos sebuah masalah, malah jadi guru buat mereka.
October 12th, 2008 at 12:47 pm
yeah… scary… just like anything else….
October 12th, 2008 at 12:57 pm
aih, ngapain data pribadi gitu disebar2?
klo nama lengkap aja sih sepertinya ga masalah, tapi klo sampe mencantumkan alamat dan data2 pribadi lain sepertinya sudah kelewatan deh. Ngecek ah, jgn2 data saya juga dipublish *geer*
October 12th, 2008 at 2:13 pm
Kira-kira maksud DikNas apa ya?
Masuk pasal UU ITE ga? Laporkan saja!
October 12th, 2008 at 5:55 pm
Kalau homeschool aman dong ..??btw nggak penting amat data anak kecil disebar luaskan ya
October 12th, 2008 at 7:22 pm
hmm, kan ceritanya database, dan via online semua orang bisa tau, tapi saya sadar akibatnya, saya yang keren ini juga terekspose, hahahaha..
October 12th, 2008 at 7:36 pm
ada tuh link kontak nya, coba di kirim imel ato ym aja kontak personnya! kalo perlu pentungin aja!
October 12th, 2008 at 7:41 pm
[...] in the new Media era? Diknas and Bakrie alert Save your Children Orang-orang Pendidikan Yang AMAT SANGAT Bodoh Selamatkan [...]
October 13th, 2008 at 12:13 am
privacy… privacy…!
October 13th, 2008 at 5:51 am
ARRRGGGH..!!
October 13th, 2008 at 6:03 am
parental guide required
October 13th, 2008 at 7:20 am
save the cheerleader save the world *kebanyakan nonton heroes*
kesalahan fatal telah dilakukan DIKNAS. parah dah.
October 13th, 2008 at 7:45 am
namanya jg pemerintah jeng
October 13th, 2008 at 8:39 am
memang lagi seneng2nya punya media baru …
October 13th, 2008 at 9:13 am
haduh….gw takut diculik. bodoh banget sih ini diknas?
dari ketua kelas
kemaren pengen nulis juga tapi data gw ga meyakinkan, cuma denger2
October 13th, 2008 at 9:49 am
mereka harus diberikan edukasi tuh…
October 13th, 2008 at 10:26 am
[...] Venus (in Indonesian) [...]
October 13th, 2008 at 2:17 pm
SaVE tHe ChILdrEn!
October 13th, 2008 at 2:43 pm
Tadi kasih tau rekan di Detikinet tentang kasus ini, mereka langsung memuat dua berita.
http://www.detikinet.com/read/2008/10/13/123536/1019177/399/diknas-umbar-data-jutaan-siswa-sekolah
http://www.detikinet.com/read/2008/10/13/131045/1019212/399/data-siswa-diumbar-blogger-teriak
Joget pisang duluuu ahhh…
Semoga Diknas langsung segera memperbaikinya
October 13th, 2008 at 3:56 pm
save the children save the world!
de ja vu!
October 13th, 2008 at 8:11 pm
kayaknya udah diperbaiki kok karena terakhir download semua data tanggal lahir dan alamat sudah tidak ada didalam file excel
October 13th, 2008 at 9:55 pm
sudah dihapus. alhamdulillah.
ternyata dengan diberitahu baik-baik mereka ngerti,
tidak perlu pake petisi petisian
October 13th, 2008 at 10:11 pm
waduh bakalan banyak yg punya body guard nanti, kog bisa2 nya diknas ke’gitu
October 13th, 2008 at 11:44 pm
haduuhhh…
truly a nightmare…
semoga cepet diberesin de…
October 14th, 2008 at 3:11 am
hostingan saya yang baru ternyata tidak menyediakan fasilitas whois untuk beberapa domain yang baru saya beli disana. nama, alamat, dan nomor telpon saya pun dapat dilacak oleh manusia sejagad (doh)
October 15th, 2008 at 10:28 am
hayo, sudah ikut Blog Action Day 2008 belum?
October 15th, 2008 at 1:19 pm
kapan sih negara ini bisa membiarkan rakyatnya hidup nyaman, barang satu dua mingguuu aja…
*mana baru aja posting ttg anak2 pulak*
October 15th, 2008 at 5:28 pm
janji aku mbok,klo aku jd mentrinya,..
ga bkl ada kyk gini….
sumpah…!!!
October 15th, 2008 at 7:06 pm
maren aq n suami baru aja liat2 data online penerimaan siswa online di SMU2 jogjakarta..
kebeneran anaku Insya Allah mo tamat SMP tahun ini…
tapi apa karena aq gaptek or aq orang baik *wink..
aq nggak kepikiran apa2 tuh tentang hal2 buruk yang bakal terjadi dihari nanti dgn di umbarnya data2 mereka…
aq n suami malah begitu kagum n berkali2 mengucap Subhanallah melihat nilai mereka yang bagus2 ….
sambil mikir..bisa nggak anak kita yg sekolah diluar ini menyesuaikan diri andaikata masuk salah 1 SMU disana…
barusan aq cek lagi…udah gak ada tuh tinggal nama n sekolah asal ajah…
October 16th, 2008 at 8:12 pm
bener-bener bencana baru di indonesia ..ck ck ck ck ..
October 17th, 2008 at 12:21 pm
mrk itu kan begodotcom. keknya always deh ;(
October 18th, 2008 at 12:10 am
untungnya nama saya kalo diketik di gugel nyasarnya ke blogku sendiri.. otomatis datanya akurat…
October 18th, 2008 at 10:09 pm
ah mbok..saya yakin bukan ini aja keputusan bodoh yang akan diambil pemerintah negara ini..saya dah mati rasa..
October 20th, 2008 at 5:01 pm
memang sekarang jamannya keterbukaan, lha tapi kalo kayak gini ini ya salah kaprah.
mau buat apa data anak2 itu dipublish ke internet?
jd kepikiran adik yang masih SMA nih
October 21st, 2008 at 3:09 pm
Kebebasan yang kelewatan, sama sekali tidak memikirkan privacy….
Mudah-mudahan tidak akan muncul modus operandi kejahatan baru dengan berbekal informasi ini…
October 24th, 2008 at 9:33 pm
Haha.. Jadi ingat, kadang saya juga memanfaatkan fasilitas tersebut untuk melakukan social hacking beberapa kenalan ABG saya..
Tapi sekarang dah ditutup ko Mbo. Itu daftar ga bisa diakses online lagi, tapi masih bisa diakses via kantor dinas pendidikan se indonesia…
October 26th, 2008 at 5:14 pm
Maklumlah, para tubang pejabat disana adalah orang-orang yang tidak kenal teknologi dan kedahysatan internet.
October 31st, 2008 at 2:21 pm
[...] save your children (12 Oktober [...]
October 31st, 2008 at 6:38 pm
Kalo ngikutin cara “white hacker” sih sebaiknya diberi peringatan dulu kepada pihak yang telah menyebarkan informasi unethical seperti itu. Setelah masalahnya diselesaikan, dalam kasus ini filenya tidak dibuat publik barulah publish posting seperti ini dengan tujuan mengingatkan pihak lainnya agar tidak berbuat kesalahan serupa.
Saya khawatir kalau publish dulu malah justru membuat yang tidak tahu jadi tahu dan menyalahgunakannya.
Jangan sampai kita berusaha memperbaiki kesalahan dengan melakukan kesalahan (yang mungkin tidak disadari).
Saya sepakat kok dengan point dari postingan ini.
November 28th, 2008 at 10:13 am
[...] save your children (12 Oktober [...]
December 7th, 2008 at 1:56 am
Secondhand smoke, also know as environmental tobacco smoke (ETS), is a mixture of the smoke given off by the burning end of a cigarette, pipe or cigar and the smoke exhaled from the lungs of smokers. It is involuntarily inhaled by nonsmokers, lingers in the air hours after cigarettes have been extinguished and can cause or exacerbate a wide range of adverse health effects in children, including SIDS (Sudden Death Infant Syndrome), cancer, respiratory infections, ear infection and asthma.
Children’s exposure to secondhand smoke in Indonesia may be 43 Million.Around one-third of smokers - million people continue to smoke near children.Smoking by parents is the principal determinant of children’s exposure to secondhand smoke.
Please navigate to http://savechildfromsmokers.blogspot.com , and join this group : SAVE CHILD FROM SMOKE (Facebook Group) : working together make a smoke-free homes and smoke-free zones for all children. Dr Widodo Judarwanto, Jakarta Indonesia
June 22nd, 2009 at 2:13 pm
[...] yang ditulisnya, juga artikel-artikel lain yang senada seperti yang ditulis oleh Budi Putra, Venus, Leonnie FM, acha, Fajar Jasmin dan banyak lagi yang menuliskan tentang hal [...]