kutemani kau sampai saat gerimis berhenti, tak hanya kini tapi juga nanti. bahkan ketika tak ada lagi ruang tersisa untuk titik atau koma.
paragraf terakhir, cinta. yang tercantik di antara semua…
*link terkait: setelah hujan
kutemani kau sampai saat gerimis berhenti, tak hanya kini tapi juga nanti. bahkan ketika tak ada lagi ruang tersisa untuk titik atau koma.
paragraf terakhir, cinta. yang tercantik di antara semua…
*link terkait: setelah hujan
post terakhir. sampai hujan berhenti
nggremeng dhewe ik..
*dikemplang*
halah ente jugaaaaa
ada yg hrus diklarifikasi ke aku nich?? yudis, simbok?? kalian ini pd ngapain sich??
@aprikot: klarifikasi? emang aku ngapain? jgn cerewet, nona
setelah hujan…
tampaknya bunga-bunga akan bertaburan…
cie..cie… suwit suwiw…
hehehehehe
emang klo gerimis berhenti . . . masih seperti biasanya ya jeng . .
*nglepus . . . . ngukur amben
apa??
Sama bre, eh yudis, eh bronis, eh sopir???!
*lost focus*
weleh ..
.. ngremeng apa ngelamun nih ..??
jangan² kerasukan .. 
sebelum kau pergi, mungkin setelah hujan bre dan alrisha naek cetak yah, mbok? *ngarep*
yak, sayah doakan demikian klo bejituh..
*wink*wink*
^___^
ini masuk ke dalam cerbung itu ga??
Hmmm… Bre dan Risha mau berlibur bareng ini critanya?
hanya kopi yang bisa menemani dan kehangatan, halah….
hmm,,,,
hmm,,,
Swiiiw wiiit…
Selamat ngopo wae-lah….
Lam kenal, mbak…

kata-katanya bagus…. puitis ^^
semoga segera kembali
dan saya bisa kembali menikmati tulisan-tulisannya
kutemani kau sampai saat gerimis berhenti
kalo dulu semasa sma, itu biasanya bagian dari teka-teki, hehehe. Dan jawabannya itu biasanya yang disebut temen itu: kopi, rokok, atau indomie….
waduh tanpa titik koma, ngos2an nanti bah!

keren juga melompat antara bre dan ven…eh siapa risha? *suse aku mikirnya tadi* nyari2 sambungan setori.
bukannya lagi musim kemarau nih, tetangga?
pa kabar bunda… ??
Halahhh postingannnya kok makin irit ajah heheh. Btw temen-temen deketku waktu kuliah dulu mang segengster kalo manggil pake mbok heheh
@tuhu: owalah, pantes aku bingung. kok mbok?
sekarang yang menurut buku pelajaran harusnya musim kemarau koq malah sering gerimis dan hujan yah….
Sayank,…
Udah berhenti nih hujannya, yank… kamu mo pulang atau tetap nemenin aku disini?… Menghabiskan waktu, menatap senja nirwana yg memerah?
Sudah tidak usah kembali, temani aku saja, supaya ketika aku tak sadar menangis nanti, ada kamu yang menghapus airmataku…
(halahhh… merusak cerita bersambungnya ini namanya, hihihi… *sedang berusaha membelokkan cerita*, hahahahaha)
*dihajar pake sapu ijuk*
gerimis brenti??kluarin cucian lagi mbokkkk
gara2 pake modem jadi terlambat baca postinganmu, ini jg leuleut puollllllll, geemeeessssss
seperti biasa ora mudheng
met wiken yo, met kopdar2 meneh jeng!!
Kutemani engkau tak perduli panas atau hujan. Kupegangkan payung agar engkau tak kepanasan atau kedinginan. Dan akan tetap kutulis seribu prosa untukmu. Tak perduli titik atau koma, tak perduli abjad dan rangkaian kata.
Tapi tetap, bukan aku yang engkau cinta. Apa memang aku yang gila?
tentang apa atau siapa ya objeknya…. hmmmmm
gerimis memang membawa kisah sendiri…
ini koma apa titik?
*nunggu*
Hujan = Basah…..
hehehe.. wah musim hujannya masih lama,, jadi nemeninnya pas panas aja yach.. jangan pas gerimis..
tidak ada ruang untuk titik atau koma? berarti “spasi” aja ya mbok..
kirim ke 9 berapa berapa nih?
titik apa koma?
apa titik koma?
atau titik puspa?
-ga nyambung-
[...] some inspirational lyrics. If you’re talented, you can write your memories about garden, departure, infinity, faces, windows, and your love and polish it to become a [...]