Ini cuma copy-paste komentar saya di beberapa blog temen-temen menyoal berita memalukan sekaligus menjijikkan yang lagi rame beritanya di tivi.
ini memang negeri dagelan, negerinya orang2 goblok. percaya gak?
ini menjijikkan. mereka menjijikkan
jijik, paman. sumpah saya jijik liat mereka. lebih jijik lagi ketika tau bahkan aparat penegak keadilan di negeri ini tidak berbuat apa2 untuk menindak mereka. dan apa kabar MUI???? coba. kemana mereka? sibuk solat tengah malam tapi membutakan mata dan hati melihat kesintingan ini? hebat sekali. sungguh negeri dagelan. kenthir.
Not good enough? Maaf, tapi memang cuma itu yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan cukup mewakili apa yang saya rasakan.
Terima kasih.


lucu emang. kok ya bisa? ya iyahlah… wong ini endonesyah…
Percaya kok Jeng,
Ini memang sampah dan nista
sabar…sabar…mbok, lek melok-melok jadi benci ntar apa bedanya? toh mereka juga melakukan semua itu dengan penuh kebencian dan juga atas nama sebuah kebenaran yang mereka yakini.
*tapi yo ancene ngelamak iku wong-wong
simbok mewakili apa yang saya rasakan
sampai kaget mbok waktu baca artikelnya di Kompas onlen. Aduh, kok rasanya kurang gimanaaaaaa gitu. Nilai etikanya itu loh
ndak cuma bikin saya malu sebagai orang indonesia.
bahkan juga malu jadi manusia.
Barusan liat berita tengah malam.
Presiden beserta pejabat-pejabat lainnya tadi selesai Ratas, tapi hasilnya??? KOSONG!!!
Yang ada, DEPHUMKAM melempar masalah ini kepada DEPDAGRI.
Hahahahaha..
*copy paste hermansaksono*
simbok mewakili apa yang saya rasakan
Dan saya juga jijik, mbok…
Ternyata kita hidup di sebuah negeri seperti ini.
Wah siap-siap urut dada lagi nih..
haduhhh… iya, sama mbokkk… JIJIKKK… sumpahhh
milisi sipil itu hrus dibubarkan
Mestinya orang2 nista itu dibuang di TPA bantar gebang…
Mbok…
bisnis kaos dan merchandise FPI yuk..
Bagaimana bangsa ini bisa maju?
simbok salah…………….
negeri ini berisi orang-orang pintar bukan orang goblok
lihat aja ada yg pintar memutarbalikkan fakta, ada yg pintar menabung dan mejadi orang terkaya seasia tenggara, ada yg pintar ngebohongin rakyat dengan janji-janjinya yg ternyata BBM tetap aja naik, ada yg pintar “mencopet” dompet negara sampe trilyunan rupiah, dan yg lagi dibicarakan simbok itu mereka juga pintar lho, pintar menggunakan agama untuk menyalurkan hobby kekerasan, misuh-misuh, menyiksa dan segudang vandalisme yg lain.
Hidup Indonesia… Negeri dengan segudang orang pinter
mbujuk’isama. JIJIK!
saya juga jijik
najis
huh
kelakuan mereka emang bikin gemes! pengen palkkkkk-plaaakkk….plakkkk. Heran! orang-orang gitu kok dipelihara! Mau jadi apa kita!
kalau saja ini tidak sama menjijikkannya, INGIN SEKALI SAYA JATUHKAN BOM DI ATAS KEPALA MEREKA!
kalau saja….
kasus a ditutupi oleh kasus b, kasus b ditutupi oleh kasus c, selalu terus bgitu. sampai akhirnya nanti masyarakat melupakan semua kasus itu. bagian dari trik politik namanya mbok…
daripd ngomel2x bikin tensi naek, mendingan rame2x, kalo perlu semua bloggers unjuk rasa nyuruh bubarin tuh setan2x. tapi susahlah, barbar dilawan
Jamput . . . .
Asuuu… . . tapi memang cuma itu yang bisa saya sampaikan . .
Kata Ndorokakung ini namanya pulitik.
Salam kenal Bu
ironis..
contraproduktif. Seharusnya bukan cara-cara seperti itu untuk menunjukkan kebenaran.
waaaa….ndak mudeng blas…..enek opo seh???
Yah, sependapat mbok… Jijik juga…
Loh bukannya kita sudah sepakat
sebenernya kita hidup dinegeri antah berantah
peradaban kita sedang mundur, mbok
*copy paste mbak wieda
ganti kewarga negaraan aja mbok
yo wes.. sing waras ojo melu.. melu..
tadinya saya masih memandang ‘abu-abu’ dengan group ini, karena kasus ini tiba-tiba jadi hitam pekat…
walaupun cuman segitu yang disampaikan.. tapi itu sudah cukup. . ngga perlu panjang2 mbok
yuk, bikin lagi petisi BUBARKAN FPI
ndoro ketuanya
upssss….
*headache*
.
.
.*huekk*
tetap fokus dengan isu BBM lho mbokde, jangan teralihkan ^_^
salam
ipungmbuh sh
Sabar, Mbok. Mereka yang menanam buah tentu mereka besok yang akan memanennya.
ngeriii
merasa malu… lebih kesitu.. malu… karena nama yang dipakai… malu sekali… dan pengen ngamuk… pengen nampol…
kl menurut saya begini lho mbo’..
Nabi Muhammad SAW adalah pemaaf. Nabi memaafkan apabila ada yang meludahi dirinya, melempar Nabi dengan kotoran, memaafkan orang yang langsung menghina pribadi Nabi. Tapi bila pernah baca sirah nabawiyah tentang Musailamah alkadzab dari bani hanifah yang mengaku Nabi saat Rasulullah SAW masih hidup. Rasul menyiapkan pasukannya dan memberantas musailamah dan pengikutnya dan mati dalam keadaan murtad. Inilah contoh yang diberikan Rasul apabila ada yang melecehkan islam, trus ada lagi kisah syech siti jenar yang mengaku tuhan dan akhir nya di bunuh oleh sunan kalijaga karena byk org muslim yg terpengaruh, Islam itu lembut tapi juga tegas…dan kita sendiri tau kalo tidak ada lg Nabi setelah Nabi Muhammad…
Dan Ahmadiyah terang2an telah mengingkari ayat Allah…saya mungkin belum bisa menjalan kan islam secara total luar dalam, tapi saya akan merasa sangat bodoh banget lagi membiarkan ahmadiyah ttp ada di indonesia dan meracuni masyarakat islam di indonesia yg iman nya masih lemah…mencoba mengingkari syahadat…
saya sendiri bukan anggota FPI, tapi saya mencoba melihat dari sisi lain, melihat apa alasan FPI bersikap demikian…kita jangan dahulu men judge tanpa melihat alasan nya apa…dan saya rasa FPI juga punya alasan kuat atas tindakan2 mereka selama ini..
kita mungkin ga perlu ikut2an berjihad u memerangi org2 yg mengingkari alquran dan hadist, wong amalan bwt diri sndr aj kita msh berusaha keras melakukan nya.. tapi paling kurang kita tegas mengatakan yg salah adh salah…TIDAK ADA LAGI NABI SETELAH NABI MUHAMMAD…
Dan kita berani menentang Ahmadiyah serta pendukung nya…
Semoga hati kita semua tidak di butakan oleh bisikan syetan sehingga tidak bisa lagi membedakan yang benar dan salah…amiiin…
ps : coba baca langsung dr sumber nya… http://fpipetamburan.blogspot.com/2008/06/kronologis-provokasi-monas-1-juni-2008.html
Sekali lagi saya cuma melihat dari sisi lain..
MUI?!? lagi cari video clip yg bisa di cekal
mas dwi yg bikin saya tambah *headache*,
kita semua juga tau kalo menurut anda, teman anda, keluarga anda, FPI idola anda, dan banyak lagi orang yang sepemikiran dengan anda, dan termasuk SAYA, bahwa Ahmadiah menyimpang dari koridor Islam.
Tapi yang membedakan saya dengan anda (dan sejawat anda) adalah saya masih meyakini yang namanya HAK HIDUP. Santri tsanawiyah pun, yang baru sedikit belajar ttg syari’at, mengerti bahwa orang KAFIR yang dzimmi pun HARAM dilanggar kehormatan, harta dan bahkan nyawanya. Apalagi yang masih diperdebatkan keislamannya.
Dan kalo mau pun saya bisa menghujat keyakinan anda, yang melecehkan dan menistakan Nabi Muhammad :
- bahwa beliau pernah ngaco, tidak tau, dikelabui oleh setan sehingga mengira tengah menerima wahyu ayat suci
- memposisikan beliau dalam sosok seorang suami hiperseks dengan menggauli 9 istrinys sekaligus dalam satu malam
- bahwa beliau bangun kesiangan dan telat sholat subuh
- bahwa beliau kencing di jalanan orang
- bahwa beliau asyik masyuk dengan istrinya diiringi musik di depan umum
- bahwa beliau mengancam akan melakukan mutilasi
Dan masih banyak lagi. Astaghfirullahal adziim.
Heran ?? Gak percaya ??
Anda buka kitab-kitab hadits shahih, semisal Shahih Bukhari yang diklaim sebagai kitab paling shahih setelah Al-Qur’an, kitab-kitab yang kepadanya anda mendasarkan cara sholat anda, cara puasa anda, cara beribadah anda, cara beragama anda. Dari sanalah cerita-2 di atas berasal.
Anda pikir dari mana Salman Rushdi dapet bahan untuk novel Ayat-Ayat Setan nya ???
So, gimana… boleh saya bunuh anda sekarang ?
——————
(my lady venus, forgive me *take a bow*)
@dwi dan prince: aduh jgn berantem di sini dong
*gelar tiker ah, ini baru pertumpahan darah neneran nihhh…*
*siapin kopi ama ckrackers*
*makasih mbokk… saya nggak ngerokok*
*dipentung*
*pulang babak belur dihajar massa*
Apa salah saya… apa???…
@venus: I’m so sorry my lady *take a bow*
gemes aja ngeliatnya, dah jelas salah gebukin orang tak berdosa kok masih aja dibelain.
but don’t worry, it would be my only comment about this.
@mbo venus : tenang mbo’ saya ga akan terpancing sm kemarahan mas prince yang baik ini..saya malah berterima kasih karena dia menyentil saya, melihatkan kepada saya sisi lain dr masalah ini…well semua kritikan mas prince buat saya adh tambahan ilmu,menjadi cambuk utk saya agar semakin memperdalam pengetahuan saya…hehehe
@ prince : waduuh mas prince kok galak amat siih…ehmmm mas prince jangan panggil saya mas dwi dong, kan saya cewek…di panggil dek’ dwi aja ya…hehehe..
mas kl mo bunuh saya pk cinta aja ya kayak lagu D’Masiv itu lho..hihihi..
cinta ini membunuhku…
Woo… Huuu… Haa….
Adalah lebih baik bila kita melihat ini dari tempat yang benar. MUI boleh menyatakan Ahmadiah sesat. Memang itu tugasnya, mengayomi pemeluk agama Islam. Apakah langsung dinyatakan sesat? Saya yakin proses ini sudah lama, pasti ada pendekatan yang lebih halus kepada pemeluk Ahmadiah sebelum dinyatakan sesat. Sampai disitu ya sudah. Buktinya dulu LDII yang pernah dinyatakan sesat, sampai sekarang pun masih berdiri tegak. Kenapa? Karena pemerintah yang berhak membubarkan organisasi sesat tidak melakukan apa-apa. Jadi Ahmadiah pun, tidak akan bubar kalau pemerintah tidak memerintahkan pembubaran. Lagi pula, ideologi macam komunis pun masih tumbuh dengan baik meskipun PKI nya sudah dibubarkan. Jadi meskipun LDII nya dihapus, Ahmadiyahnya dilarang, ideologinya akan tetap hidup di Indonesia. Nanti bikin LDII dan Ahmadiyah Perjuangan.
Kemudian jangan dilihat respon di surat kabar saja dong. Umat Islam diperintahkan nasihat-menasihati dalam kebaikan. Kalau FPI berbuat yang kurang baik (saya juga ngga suka kekerasan FPI), ya pasti sudah dilakukan dong usaha menasihati oleh ulama MUI. Cuma ngga keliatan oleh anda. Emangnya harus lapor ke semua orang? Siape loe?
Terus memangnya apa yang diharapkan dari MUI? Membuat fatwa kalo FPI itu sesat? Nah, ini salah menempatkan lagi. Mau menangkap anggota FPI? Ini juga salah menempatkan lagi.
Jadi mungkin benar pernyataan simbok, kalau negeri ini negerinya orang-orang goblok. Yang melakukan kekerasan, bisa jadi goblok. Yang ngomentari pun bisa jadi goblok karena salah menempatkan. Tapi saya percaya, masih banyak orang Indonesia yang pintar, yang mau membangun bangsa ini walaupun banyak kesulitan yang dihadapi.
Sekalian nanya, sudah buat persiapan apa untuk mati? Orang MUI itu sudah sholat tengah malam dan berbuat kebaikan tanpa perlu bilang ke orang lain. Kita? Apa yakin dengan membuat tulisan di blog bisa membawa keselamatan di akhirat?
Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan, ngga perlu ngomentari keburukan orang secara berlebihan.
Cie, gue sok bijaksini.
@iwan: thx masukannya. sebagai manusia normal tanpa melihat apa agama saya atau seberapa tebal keimanan saya, tetep aja saya jijik ngeliat mereka yg pamer kekuatan seperti ini. kalo postingan saya terlihat sangat reaktif, ya gmn dong, memang itu yg saya rasakan kok, mas. saya ga terpengaruh berita atau opini siapa pun, di koran atau di tivi. saya ga baca koran dan jarang ntn tivi juga. jd ini bnr2 opini pribadi. Tp tetep makasih, saya ga pernah merasa paling benar, siapalah saya ini, persis sprti yg mas iwan bilang td


@dwi: heheheh…thx, dwi. berharap semua orang punya pendapat yg sama akan satu issue memang ga mungkin. Jd ya makasih komenmu yg lumayan berapi-api
@prince: prince, si dwi ini ceweee….mampus ga loh! sana minta maaf, ayo semua salaman. wah, rame euy
@dwi: wah… sori salah panggil, maaf ya mbak, mungkin tulisan saya terlalu keras, tapi maksud saya baik, saya cuman ingin menggugah kesadaran anda, dan mungkin juga mereka yg punya pandangan sama seperti anda sebelumnya, bahwa seberapa besar pun perbedaan pandangan dan keyakinan itu bukan berarti menjadi justifikasi bagi kita utk menentukan hidup mati seseorang. contoh yang saya berikan itu menjadi suatu bukti bahwa kita bisa menafsirkan keyakinan orang lain semau kita, termasuk mereka yang duduk di FPI, MUI, atau apapun, saya bisa menunjukkan bukti-2 kesesatan akidah mereka sedemikian rupa hingga mereka akan merasa menyesal seumur hidup karena pernah meyakini akidah tersebut. Tapi apakah lantas saya boleh teriak, “Sesat !! Bunuh saja, halal darahnya !!” ….
*mengulurkan tangan*
@venus: gak jadi my only comment
forgive me my lady *take a bow*