Mekanisme pertahanan diri. Rationalising, repressing, denying, displacing, sublimating, regressing, et cetera et cetera. Hah, ribet sekali kedengarannya, ya?
Tapi ternyata, berusaha bertahan agar tak benar-benar tumbang memang susah. Karena memang tak pernah mudah dan sederhana jika bicara soal hati dan rasa. Saya harus melewati dua hari yang menyakitkan dalam diam, linglung gak jelas dan merasa kosong. Baru pada hari ketiga saya bisa menangis, sebentar saja, dan itu cukup melegakan karena berarti saya masih normal, kan?
Dan kemarin siang saya jalan. Sendirian, mendengar Audioslave yang saya putar agak terlalu kencang, berusaha menikmati sepuluh kilometer perjalanan dan mengabaikan kemacetan. Saya butuh kopi, dan secangkir cappuccino membuat saya merasa jauh lebih baik. Itu, dan percakapan dengan seorang kawan malam sebelumnya. Seorang kawan yang luar biasa karena ia rela menampung muntahan cerita, tak pernah menghakimi dan mengerti benar kegalauan saya, bersedia mendengar tanpa prasangka, meyakinkan saya bahwa dia menyayangi saya, dan pada akhirnya membuat saya percaya bahwa waktu akan menyembuhkan semua luka.
“Aku tidak membencimu. Tidak pernah. Kamu temanku, and I love you. Prek orang mau bilang apa aja tentang kamu.”
*terima kasih, mas. I know I can always count on you. And I love you, too.

May 24th, 2008 at 9:50 am
kira kira dia mencintaiku juga tidak yo mbok?
May 24th, 2008 at 10:31 am
garuk…garuk…thok deh
May 24th, 2008 at 11:03 am
kopine apik mbok, walopun agak menceng ke kiri sitik. kopi macem gitu lebih enak buat foto2an daripada diminum ya mbok? hehe
May 24th, 2008 at 11:09 am
prek?? hahahahahaha…. dah lama g denger kata itu mbok
berusaha bertahan agar tak benar-benar tumbang memang susah mbok…
tapi terkadang berdamai dengan diri sendiri lebih susah… gak nyambung? ya saya tau itu….
May 24th, 2008 at 11:30 am
terima kasih pada sahabat yang bisa ada di dunia
trus abis gitu makan coklat bu…
meningkatkan kadar serotonin
baca judulnya kirain awalnya akan mirip sama bahan kuliah smester awal dulu heuheuheuheueh
May 24th, 2008 at 12:15 pm
mboooook…. rokokku karii nang kantoooooor
May 24th, 2008 at 12:40 pm
kamu kenapa lagi mbok? **peluk peluk**
May 24th, 2008 at 1:40 pm
kalo mekanisme pertahanan saya biasanya tidur
itu udah paling ampuh deh hehehe
May 24th, 2008 at 1:45 pm
oh, dia? ya, kawan yang baik sekali. tapi kadang2 suka menyebalkan kalo isengnya kumat
May 26th, 2008 at 11:38 am
itu dia namanya teman
May 26th, 2008 at 12:52 pm
hmm..semangad mbokde..
kebangkitan nasional, jo menye2 trus..^_^
salam hormat
ipungmbuh sh
May 26th, 2008 at 2:32 pm
kabarku apik2 ae mbokdhe…
lha mbokdhe piye kabare???
waaaaa… potone kopi marai ngiler ki… hayo tanggung jawab gawekke aku kopi!!!!
May 26th, 2008 at 4:37 pm
(”,) edy
makan dy…
makan…
May 26th, 2008 at 6:00 pm
Friends will be friends
When youre in need of love they give you care and attention
Friends will be friends
When youre through with life and all hope is lost
Hold out your hands cos right till the end-
Friends will be friends
~ Queen ~
May 26th, 2008 at 6:34 pm
teman yang tidak menilai, teman yang menjadi bahu yang kita butuhkan saat kita perlu bersandar dan menangis, teman yang sejati..ada apa mbok?
*nawarin bahu en secangkir frapucinno*
May 26th, 2008 at 6:38 pm
loph yuh mbok… *ndak usah ndengerin muntahan, nemenin ngopi ajah*
May 26th, 2008 at 9:07 pm
friends will be there
for good and bad times
berbahagia lah punya teman seperti itu, mbok…
May 26th, 2008 at 10:01 pm
perjalanan jauh tanpa mengabaikan kemacetan adalah tindakan berbahaya…palagi pas lagi nyetir sambil minum cappucino, tambah bahaya lagi…
May 29th, 2008 at 3:16 am
PREK! sebuah indikasi bukan orang sunda.
disini saya biasa dengar BRING. jadi,…
Bring orang mau bilang apa aja tentang kamu.
KOK JANGGAL YA?