venus to mars


24th May 2008

self-defense mechanism

FILED UNDER cermin |

cappuccino.jpg

Mekanisme pertahanan diri. Rationalising, repressing, denying, displacing, sublimating, regressing, et cetera et cetera. Hah, ribet sekali kedengarannya, ya?

Tapi ternyata, berusaha bertahan agar tak benar-benar tumbang memang susah. Karena memang tak pernah mudah dan sederhana jika bicara soal hati dan rasa. Saya harus melewati dua hari yang menyakitkan dalam diam, linglung gak jelas dan merasa kosong. Baru pada hari ketiga saya bisa menangis, sebentar saja, dan itu cukup melegakan karena berarti saya masih normal, kan?

Dan kemarin siang saya jalan. Sendirian, mendengar Audioslave yang saya putar agak terlalu kencang, berusaha menikmati sepuluh kilometer perjalanan dan mengabaikan kemacetan. Saya butuh kopi, dan secangkir cappuccino membuat saya merasa jauh lebih baik. Itu, dan percakapan dengan seorang kawan malam sebelumnya. Seorang kawan yang luar biasa karena ia rela menampung muntahan cerita, tak pernah menghakimi dan mengerti benar kegalauan saya, bersedia mendengar tanpa prasangka, meyakinkan saya bahwa dia menyayangi saya, dan pada akhirnya membuat saya percaya bahwa waktu akan menyembuhkan semua luka.

“Aku tidak membencimu. Tidak pernah. Kamu temanku, and I love you. Prek orang mau bilang apa aja tentang kamu.”

*terima kasih, mas. I know I can always count on you. And I love you, too.

 

 

 

19 Responses to “self-defense mechanism”

  1. aprikot Says:

    kira kira dia mencintaiku juga tidak yo mbok?:D

  2. Epat Says:

    garuk…garuk…thok deh

  3. fahmi! Says:

    kopine apik mbok, walopun agak menceng ke kiri sitik. kopi macem gitu lebih enak buat foto2an daripada diminum ya mbok? hehe :D

  4. datum Says:

    prek?? hahahahahaha…. dah lama g denger kata itu mbok :D

    berusaha bertahan agar tak benar-benar tumbang memang susah mbok…
    tapi terkadang berdamai dengan diri sendiri lebih susah… gak nyambung? ya saya tau itu…. :P

  5. natazya Says:

    terima kasih pada sahabat yang bisa ada di dunia :D

    trus abis gitu makan coklat bu…

    meningkatkan kadar serotonin :D

    baca judulnya kirain awalnya akan mirip sama bahan kuliah smester awal dulu heuheuheuheueh

  6. Gum Says:

    mboooook…. rokokku karii nang kantoooooor :((

  7. -tikabanget- Says:

    kamu kenapa lagi mbok? **peluk peluk**

  8. edy Says:

    kalo mekanisme pertahanan saya biasanya tidur :D
    itu udah paling ampuh deh hehehe

  9. yati Says:

    oh, dia? ya, kawan yang baik sekali. tapi kadang2 suka menyebalkan kalo isengnya kumat :p

  10. harri Says:

    itu dia namanya teman

  11. ipungmbuh sh Says:

    hmm..semangad mbokde..
    kebangkitan nasional, jo menye2 trus..^_^

    salam hormat

    ipungmbuh sh

  12. thuns Says:

    kabarku apik2 ae mbokdhe…
    lha mbokdhe piye kabare???
    waaaaa… potone kopi marai ngiler ki… hayo tanggung jawab gawekke aku kopi!!!!

  13. sez Says:

    (”,) edy
    makan dy…
    makan… :p

  14. Gandhi Lagi Says:

    Friends will be friends
    When youre in need of love they give you care and attention
    Friends will be friends
    When youre through with life and all hope is lost
    Hold out your hands cos right till the end-
    Friends will be friends

    ~ Queen ~

  15. stey Says:

    teman yang tidak menilai, teman yang menjadi bahu yang kita butuhkan saat kita perlu bersandar dan menangis, teman yang sejati..ada apa mbok?
    *nawarin bahu en secangkir frapucinno*

  16. rara Says:

    loph yuh mbok… *ndak usah ndengerin muntahan, nemenin ngopi ajah*:D

  17. latree Says:

    friends will be there
    for good and bad times
    berbahagia lah punya teman seperti itu, mbok…

  18. cempluk Says:

    perjalanan jauh tanpa mengabaikan kemacetan adalah tindakan berbahaya…palagi pas lagi nyetir sambil minum cappucino, tambah bahaya lagi… :)

  19. bodhi Says:

    PREK! sebuah indikasi bukan orang sunda.

    disini saya biasa dengar BRING. jadi,…

    Bring orang mau bilang apa aja tentang kamu.

    KOK JANGGAL YA?

Leave a Reply