Tak ada yang gratis di dunia ini, kawan. Jika hari ini kau ambil sesuatu yang bukan milikmu, satu saat, seseorang akan mengambilnya kembali darimu. Begitu seterusnya. Jadi tentu saja saling menyalahkan bukanlah penyelesaian. Hadapi saja monstermu, karena bukankah selalu ada harga yang harus kau bayar untuk sebuah kesalahan?
Whew, hari yang melelahkan.

May 22nd, 2008 at 8:52 pm
waduhhh.. yang gratis dah pada abis ya mbok?
May 22nd, 2008 at 9:49 pm
jadi semua itu cuma mubeng saja ya mbok? cokro manggilingan? setiap perbuatan pasti ada sapu dendaning jawata?
May 22nd, 2008 at 9:56 pm
mbok, ngeblog di dagdigdug gratis lho, hehe
May 22nd, 2008 at 10:04 pm
kata pepatah jawa : jer basuki mowo beyo.
May 22nd, 2008 at 10:39 pm
masih ada satu yang gratis, udara
May 22nd, 2008 at 10:47 pm
komen di sini juga ga pake bayar.
kecuali biaya koneksi supaidi, tentunya
May 22nd, 2008 at 10:52 pm
Lah mbok, kapan sembuhnya kalau mikir teruuusss??
Istirahat mbok
May 23rd, 2008 at 1:02 am
mbok… cepet sembuh yach…
btw, emang benar, selalu ada harga yg harus kamu bayar untuk sebuah kesalahan… this is nice qoute of this day…
May 23rd, 2008 at 1:17 am
kalo yg mau diambil lemak diperut gue sih, dg senang hati
May 23rd, 2008 at 1:42 am
untuk post kali ini,..
bener2 membuat pencerahan luar dalem , Mbok ..
tumben ,..biasa ne curhatttt
May 23rd, 2008 at 7:18 am
kayaknya bukan gratis atau ga gratis deh tapi keseimbangan, semesta selalu mencari keseimbangan dengan caranya sendiri **hi mbok**
May 23rd, 2008 at 7:42 am
tapi bener2 ada lho yang gratisan.
hayo, siapa yang mau angkat tangan…
May 23rd, 2008 at 7:53 am
iya…
May 23rd, 2008 at 7:59 am
berani berbuat berani tanggung jawab
jng mau enaknya aja
May 23rd, 2008 at 8:03 am
rantai kehidupan..
May 23rd, 2008 at 9:18 am
jadi inget lagu BJ:
“I play my part and you play your game”
May 23rd, 2008 at 10:29 am
Hm… selalu ada harga yang harus dibayar ya…..
Berapa mbak?
Murah gak?
Gak bisa diobral yah?
Diskon dikit kek!!
Sama temen juga!!!
May 23rd, 2008 at 10:38 am
sayangnya kalau di dunia nyata, orang cenderung mencari orang yang bisa di salahkan daripada mengakui kesalahan dia… yeah rite… sesuatu yang bernama dunia nyata… begh….
May 23rd, 2008 at 10:55 am
mana ada yang gratisan. pipis aja bayar..
*kecewa pipis di blok M mesti bayar seribu*
May 23rd, 2008 at 11:17 am
iya setuju mbok, haree genee mana ada yang gratis…
ada harga yang harus dibayar untuk sebuah keputusan …
May 23rd, 2008 at 11:22 am
Capek?? Mo tak pijetin mbok??
May 23rd, 2008 at 11:42 am
kalok gratisan ya di akhirat sono….
May 23rd, 2008 at 11:50 am
benar, mbok. selalu ada harga untuk “sesuatu”….
May 23rd, 2008 at 12:00 pm
kurang lebih setuju, bu…tapi sejauh ini masih ada satu yg selalu gratis dan akan begitu sampai kapanpun, udara.
May 23rd, 2008 at 12:38 pm
Iyaaa,
kurang lebih begitu jg do’aku untuk org yg tega ngambil HP ku mboookk
eh eh, tp..
suwer deh mbok,
rasanya aku gak pernah ngambil HP orglain.. O_o
May 23rd, 2008 at 1:12 pm
[...] Tak ada yang gratis di dunia ini,[...]
ADA AJA..!!! CUMAN KAMU GA NGERTI..!!!!
MAKANE,..ah sudahlah
May 23rd, 2008 at 1:22 pm
word***** masih gratis jeng
May 23rd, 2008 at 4:08 pm
@Hedi: suatu saat udara juga bakalan bayar.. seperti halnya air nanti udara bersih sangat jarang kita jumpai.. ntar ada yg jualan udara bersih dalam bentuk tabung
May 23rd, 2008 at 4:23 pm
kata-katanya bagus banget mbok…
siapa yang menanam kebaikan dia akan menuai kebajikan tetapi siapa menanam dendam dia akan menuai badai…
May 23rd, 2008 at 5:04 pm
sampai kapan udara gratis? you’ll never know. dulu air juga gratis, tapi sekarang tiap bulan musti bayar PDAM.
kau menanam kau menuai, pasti.
May 23rd, 2008 at 5:22 pm
makanya memberi aja yg byk mbok, kalo sering memberi pasti nanti akan cepat kembali
May 23rd, 2008 at 8:33 pm
harga yg dibayar untuk sebuah kesalahan? Rugi banget. Tapi untuk kebahagiaan, kasih aku harganya, tak akan kutawar-tawar.
May 23rd, 2008 at 11:41 pm
emang gak ada yg gratis kawan
dunia ini sudah berubah menjadi arena dagang
cinta pun kadang disifati demikian
take and give = dagang
tak jarang juga persahabatan pun demikian
saling ini… saling itu… dan banyak saling lainnya
coba perhatikan ? kata ’saling’ itu esensi dari dagang
*headache*
May 24th, 2008 at 3:55 am
Awal : Abisnya enak sieh…..
Akhir : Emang enak!
deuhkah….
May 24th, 2008 at 4:06 am
Untuk aku, tergantung sudut pandangnya, mbok. Karena kadang-kadang yang bayar itu malah ternyata gratis setelah dicermati dan dihitung lagi. Tak jarang juga yang gratis itu ternyata banyak embel-embel di belakangnya.
Tergantung esensinya juga, apakah uang dianggap satu-satunya alat barter di dunia ini. Jika iya, maka memang, selain udara tidak ada yang gratis. Tapi jika tidak, banyak sekali yang gratis.
Tapi aku rasa konteksnya bukan soal itu kan, mbok? Karena aku percaya pepatah londo itu; what goes around, comes around. Baik atau buruk, tergantung sudut pandangnya saja. Hehe.
Aduh, kapan bisa ngopi-ngopi kita, mbok?
May 24th, 2008 at 10:26 am
kata orang there’s such no free lunch ???
May 24th, 2008 at 10:44 am
@poetra: ngopi??? deal. selalu ada waktu untuk ngopi. ntar aku kabarin, aku cari dulu temen2 yang bisa diseret2 diajakin ngopi bareng
May 26th, 2008 at 6:37 pm
ehhh mau dong mbok, diseret ngopi bareng..hehehe..
May 29th, 2008 at 3:19 am
ieu teh naon? KARMA, kitu?