Cinderella dan sang Pangeran siapa-itu-namanya belum tentu live happily ever after, lho. Tak ada yang tau apa yang terjadi setelah tiga atau lima tahun perkawinan mereka, bukan?

Dalam imajinasi mesum ngawur saya, pada tahun ketiga, Cinderella tak sengaja bertemu seorang brondong manis. Di atas kereta malam Jakarta- Surabaya, atau dalam pesawat dalam perjalanan liburan ke Milan, misalnya. Mereka flirting-flirting kemudian jatuh cinta, dan Cinderella jadi MALES PULANG! Dia berpikir, ah suamiku sang pangeran tampan itu tak ada apa-apanya dibandingkan si bronis ini. Dan dari Milan, Cinderella mengirimkan sebuah pesan singkat. Untuk suaminya, bukan untuk si brondong.

“I’m sorry. Good bye�

Yet another happy ending. Buat Cinderela.

*males mikir, cuma kopas dari blog yang itu.