venus to mars


 

April, 2008

my sunday afternoon

Sunday, April 27th, 2008

witch1.jpg

I’m at ohlala cafe again, alone but not lonely, having an iced lemon tea which surprisingly tastes funny (haha!), trying to finish ‘The Witch of Portobello’, a book Mr. Aroengbinang sent me the other day. I hate the crowd but uh, I’m okay.

See ya, people. My book is waiting.

 



funny weekend

Sunday, April 27th, 2008

How’s your weekend, people? Mine, it’s…..FUNNY LIKE HELL!

Funny weather, funny mood, funny conversations, funny blogs, funny friends. And a funny fight with a friend who has oh-so-cute things to say. Ah, wait a sec. Did I say cute? Well, I meant rude.

Funny funny funny.

 



lakon satu babak

Saturday, April 26th, 2008

Ini dongeng pengantar tidurmu malam ini, tuan. Cerita perjalanan seorang perempuan. Telah lelah ia berlari mengejar pelangi. Ia berharap pada pagi, malam hingga pagi lagi, juga senja yang sejenak singgah hanya untuk mengantarnya, sekali lagi, mengarungi malam. Masih ditahankannya penat karena perempuan itu percaya, esok atau esoknya lagi akan digenggamnya selarik warna biru, hijau, dan lila, menetes ke telapaknya, kemilau serupa permata, jelmaan titian para bidadari.

Kemudian suatu siang saat matahari begitu garang, nyaris membutakan, ketika ketika kedua kakinya tak kuasa menapak, sekujur tubuhnya basah bermandi peluh, dan disangkanya sedikit lagi ia akan sampai di akhir kehidupan, ia berpapasan dengan seseorang. Seorang lelaki, tuan. Yang konon lahir saat laut pasang dan ombak bergulung-gulung menghantam garis pantai, berwajah rupawan dengan otot dada dan lengan yang liat, yang kulitnya indah berwarna tembaga. Lelaki itu menangkapnya tepat sesaat sebelum si perempuan terpuruk jatuh di bentangan cadas yang panas terpanggang di padang gersang. Lamat-lamat didengarnya lelaki itu mendendangkan sebuah tembang, keindahan yang musykil dan abstrak, sebentuk suara asing yang seolah datang dari negeri yang jauh, dengan bahasa yang belum pernah didengarnya. Lelaki itu memeluk sembari terus membisikkan kidung ajaibnya. Dan perempuan itu jatuh hati begitu saja. Pada rautnya, kulitnya yang sewarna tembaga, barangkali juga lengan-lengannya yang kuat mendekap. Pada aroma tubuhnya.

Lakon selanjutnya, tuan pasti sudah paham. Perempuan itu, yang wajahnya pias oleh duka berabad-abad kembali merona oleh darah kehidupan yang lelaki itu tawarkan. Ia mabuk hanya dengan memandang matanya yang berpendar-pendar mengisyaratkan cinta. Yang perempuan itu lupa, mencintai bisa membuat mata hatinya buta. Lelaki itu seolah menggenapinya, membuat perjalanan terasa sempurna. Terlihat sempurna. Tanpa sedikit pun cela. Sampai suatu malam, berhembus kabar dari penjuru yang entah. Lelaki yang dipujanya, tuan, ternyata tak seelok wajahnya. Ia lahir bukan saat purnama dan laut pasang. Ia jelmaan api, terpercik dari pusat galaksi kemudian mewujud lelatu di pucuk pohon-pohon randu. Racunnya terasa madu, onak duri dibuatnya seindah rangkaian worawari.

Tertebakkah akhir cerita ini, tuan? Suatu pagi saat embun bahkan belum pergi, perempuan itu ditemukan tergeletak tak jauh dari ujung pelangi. Wajahnya lesi. Di jantungnya tertancap sebilah belati. Udara mendadak beku, menguarkan bau mayit dan kembang tujuh rupa yang menggigilkan tulang.

Berkubang darah, tergerus oleh ketololannya sendiri, perempuan itu….mati.

*terima kasih buat ndoro.

 



teuing!

Thursday, April 24th, 2008

2d_by_tribianni.jpg

You give me hope, the strength, the will to keep on
No one else can make me feel this way
And only you can bring out all the best I can do
I believe you turn the time
And make me feel real good inside

You push me up when I’m about to give up
You’re on my side when no one seems to listen
And if you go, you know the tears can’t help but sure
You’ll break this heart and tear it apart
Then suddenly the madness starts

It’s your smile, your face, your lips that I miss
Those sweet little eyes that stare at me and make me say
I’m with you through all the way
Cause it’s you who fills the emptiness in me
It changes everything you see
When I know I’ve got you with me

You ~ Basil Valdez

*Balibul, thank you! Beneran hari ini saya yang tiba-tiba mellow shallow gelo. Yang lain silakan muntah dah, ini memang edisi menye-menye jijay.

 



a note #7

Wednesday, April 23rd, 2008

I remember asked you one stupid question once, almost a year ago. What are you made of? And you said something like, “Haha…I don’t know. Stardust, I think.”

Now let me ask you again, sweet thing. What are you made of? Because stardust, can’t be as beautiful as you..