venus to mars


 

April, 2008

untukmu, tuan

Wednesday, April 30th, 2008

kucari jejakmu
hingga jauh ke tepi cakrawala
kutanya pada angin, pada hujan yang tempias di daun jendela
kutanya awan juga bintang-bintang
‘adakah dia menitip rindu sebelum senja tiba?’

tapi bahkan langit pun khianat
malam ini bulan merah bata
dan gelisahku menjelaga

*ini untukmu, tuan.

 



saga

Wednesday, April 30th, 2008

di antara kata dan jeda
kamu prosa liris smaradana

purnama sepanjang malam
terang selingkar badan

di sela harum rumput savana
kita memalun senja
menjadi saga

*hadiah dari ndoro lagi. tenkyu, ndoro. betapa aku padamu…

 



megatruh buat kamu

Wednesday, April 30th, 2008

kosong jalanku
berdebu tanpa kamu

kamu bedebah manis nomor satu
tawa dan senyum racun rindu

renggut ruang dan waktuku
jadi bisu

tapi mestinya kamu tahu
gulanaku bisa beku
membiru sebiru-biru
lalu waktu bukan giliranmu …

*puisi. yang ini beneran puisi. hadiah dari ndorokakung. entah apa maksudnya.
**maturnuwun, ndoroku. aku padamu.

 



bukan puisi cinta

Monday, April 28th, 2008

kiss3.jpg

kau tak pernah bertanya, tapi biar kuberi jawabnya

:kamu lah api, anggur, gelombang pasang,
angin puting beliung yang meluluhlantakkan seantero negeri
kamu matahari di bulan juni

jangan tanya apa rasanya saat kau katakan kau butuh sedikit ruang
aha!
ruang, ya?
ya ya, rasanya tak mengapa juga
kuberikan kau ruang agar kita tak saling kehilangan
dan saat kau kembali
kita akan berkelana sekali lagi
bertemu lalu bercinta di sudut-sudut gelap kota
dan hey,
bukankah yang terburuk pun telah kita lewati?

jadi begitulah
kau boleh pergi
bawa saja separuh hatiku
tanpamu, sepertinya aku tak membutuhkannya lagi

*sungguh, ini bukan puisi cinta. hanya sedikit catatan tentang hari ini. percakapan yang tak selesai. cerita yang belum (barangkali memang tak harus dan tak akan pernah) usai. tentang kamu.

 



Laila kepada Sihar

Sunday, April 27th, 2008

sex_machine_by_karmaone2.jpg

kuinginkan mulut yang haus
dari lelaki yang kehilangan masa remajanya
di antara pasir-pasir tempat ia menyisir arus

Saman ~ Ayu Utami

*another repost, I know. bosen ya udah, saya gak pernah bosen sama buku Ayu Utami dan puisi yang ini.