venus to mars


 

March, 2008

weekend paling indah

Sunday, March 23rd, 2008

“Bleh, dikon rene mbek Mbilung soale ga onok sing ngomong saru”, bunyi sms dari Hedi, hari Jumat sore. Artinya kurang lebih, “Jack, suruh ke sini sama Mbilung soalnya ga ada yang ngomong jorok”. Haduuuuh…

Dan dengan perjuangan panjang, akhirnya nyampe juga saya ke rumah Mbilung, ketemu sama temen-temen blogger yang saking seringnya ketemuan, kita gak lagi bilang ini acara kopdar. Ada Hedi, Mbilung, Mita, Balibul, Tito, Rara Koin, Eny, Dinda, Papin, Dita, dan kenal beberapa temen baru, Suprie dan Gage.

Menyenangkan sekali berada di antara mereka, menjadi satu-satunya perempuan (eh, yakin saya perempuan? mwahahaha…) yang bersama lelaki-lelaki laknat itu begadang sampe tepat jam 3 dini hari, ngobrolin hal-hal gak penting dan kadang amat sangat gak cerdas, ditemenin bergelas-gelas kopi berkaleng-kaleng bir dan berbungkus-bungkus rokok, dengerin mereka (saya gak, lhoh! saya enggaaaa…) bertukar koleksi kata-kata dan cerita-cerita paling jorok dan menjijikkan yang bikin kita ngakak gila. Tsk, I love these guys.

Sabtu tengah malam, Gage balesin ’sms terimakasih’ saya karena dia bantuin kita nyari jalan alternatif biar gak ketemu jalan rusak, muter-muter motong jalan sampe ke gerbang tol Jagorawi.

“Ho ho…sama2, mbak. Tadi selamat kah? Btw, umur kamu berapa?”

 



bad day

Friday, March 21st, 2008

knifeset.jpg

Had a bad day. Toothache and everything. And my dentist, she goes out of town.

Perfect, doc.

This weekend sucks. Uh, and something is missing. Damn!

 



a poem, from a stranger

Tuesday, March 18th, 2008

 

Rindu itu telah mengalahkan tawaran minum kopi,
Yang tiap hari kujalani berlama-lama, tanpa jemu.
Ah, rindu telah menenggelamkan ketidakjemuan, memacu
deru jari mengetik pada tuts laptop
: terkadang, tak sabar….
Rindu telah mengalahkan percintaan jarum pendek
dan jarum panjang, yang senantiasa
berciuman lama pada angka dua belas,
mengubah letak pelukan ke percintaan yang lain
Membiarkannya menyelingkuhi rindu
: adakah rindu telah membiru?
Ataukah malah jadi jelaga dan mengelam,
karena rindu begitu telanjang…..
Atau,
Rindu seperti kopi tanpa gula
: Pahit, tapi penuh aroma………..
bergelinjang di dasar cangkir, gelap….
Membiarkan rindu menadah geram
: salahkah?

the sultan, 23.07.wib
untuk R

Kiriman puisi dari seseorang yang saya terima beberapa menit yang lalu, saya temukan di email inbox saya.

Buat kamu yang udah repot-repot nulis ini, makasih banyak. Whatever it means, or whoever you are, saya tetep bilang makasih. This is sweet. Dan mengerikan. D’oh!

 

 



a note #4

Tuesday, March 18th, 2008

Masih pertanyaan yang sama. Kamu pasti belum lupa pesan pendek yang kukirimkan hampir setaun yang lalu.

What are you made of? Stardust?

Serius. Menurut kamu, siapa yang membuat inspirasi mendadak mati sepagi ini?

Kamu mengerikan.

 



infected!

Saturday, March 15th, 2008

kemalkerens-blog.jpg

KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!

He blogs! Precil saya yang ganteng ini akhirnya ngeblog juga. Dulu udah sering saya tawarin buat bikin blog tapi dia gak pernah mau. Males, katanya.

Selamat datang di blogosphere, baby! You be good, okay?