Rindu itu telah mengalahkan tawaran minum kopi,
Yang tiap hari kujalani berlama-lama, tanpa jemu.
Ah, rindu telah menenggelamkan ketidakjemuan, memacu
deru jari mengetik pada tuts laptop
: terkadang, tak sabar….
Rindu telah mengalahkan percintaan jarum pendek
dan jarum panjang, yang senantiasa
berciuman lama pada angka dua belas,
mengubah letak pelukan ke percintaan yang lain
Membiarkannya menyelingkuhi rindu
: adakah rindu telah membiru?
Ataukah malah jadi jelaga dan mengelam,
karena rindu begitu telanjang…..
Atau,
Rindu seperti kopi tanpa gula
: Pahit, tapi penuh aroma………..
bergelinjang di dasar cangkir, gelap….
Membiarkan rindu menadah geram
: salahkah?the sultan, 23.07.wib
untuk R
Kiriman puisi dari seseorang yang saya terima beberapa menit yang lalu, saya temukan di email inbox saya.
Buat kamu yang udah repot-repot nulis ini, makasih banyak. Whatever it means, or whoever you are, saya tetep bilang makasih. This is sweet. Dan mengerikan. D’oh!

March 19th, 2008 at 12:12 am
untuk “R” hmmmm RINA?
**setater motor, tancep gassss……….**
March 19th, 2008 at 12:25 am
rindu itu jelas jahanam
tapi knp jadi romantisme kehidupan
hitam melebihi serbuk kopi
selalu saja membuat bekas tipis ditepi bibirku
selalu saja membekas dan membekas
arrgghhh…
rindu, tolonglah aku ni…
pergilah sebentar dari pikiranku
sebentar saja… sebentar..
meski ingin kadang aku bercinta denganmu
ingin kadang aku mencumbumu
ingin kadang aku membelaimu
tapi tak ingin aku terbuai olehmu
rindumu sungguh romantisme yang jahanam nan memabukkanku..
March 19th, 2008 at 12:30 am
@fiand, piaraan paling setia sepanjang masa:
apa sih, fiiii??? pengen ditabok, yak?
March 19th, 2008 at 12:38 am
hehehehe…
March 19th, 2008 at 1:16 am
wahhh… masih bagus mbak ada yang ngirimin puisi… saya kok ndak ada yang ngirimin yach???, hehehe…
mbak… dari coment2 diatas, masak tidak bia menyimpulkan siapakah pengirimnya???…
March 19th, 2008 at 1:56 am
dari bre ini, pasti dari bre
*tatapan serius baca puisi
March 19th, 2008 at 2:00 am
duh, puisi, rindu, kopi, pahit, manis, garam, biru.. yang saya tau rindu itu kangen, yang tak pernah terpuaskan oleh katakata di monitor, ato obrolan di tilpun, apalagi bila rindu itu memiliki satuan kilometer *sigh*
March 19th, 2008 at 6:04 am
piye to carane ngirim sms cinta2 an ngunu???
hahahahahahahahaha……..
ga pernah dapat sms….
March 19th, 2008 at 6:14 am
wah makin banyak aja yang diam diam ( dan teran-terangan juga) ngefans…. suit suit….
March 19th, 2008 at 6:53 am
jadi rindu selalu menagih penuntasan tak berujung ya…..hhhhh…..
March 19th, 2008 at 7:00 am
imel aja segitu complicated-nya
March 19th, 2008 at 7:51 am
mesti salah kirim kui mbok, buat saya itu.
March 19th, 2008 at 8:25 am
wow…..puitis sekaleeee…..
tapi bikin merinding juga hi……..
March 19th, 2008 at 8:27 am
“Rindu seperti kopi tanpa gula : Pahit, tapi penuh aroma………..”
analogi yg bagus, rindu = kopi
tapi klo persepsi saya mbok,
rindu = perasaan harap2 cemas yg sangat menyiksa.
fiuhhh….begitu menyiksa!
March 19th, 2008 at 8:27 am
yang jelas bukan saya mbok

tapi kiriman puisi itu makin menegaskan suasana perselingkuhan
dan mesumdi blog iniMarch 19th, 2008 at 8:37 am
*ngakak baca komen pakdhe mbilung*

iya, mungkin bukan buat Rina, tapi Rudyanto.
March 19th, 2008 at 9:04 am
Sebab rindu lah yang mengantarkan cintamu lewat partikel udara yang kuhirup, lewat jutaan byte yang berpendar di layar monitorku atau lewat gelombang elektromagnetik yang membawa desahmu.
Bagaimana bisa aku membenci rindu?
March 19th, 2008 at 9:15 am
ya ampyuuun puisinya bagus banget, kok bukan buat gue sih *jeles*
“This is sweet. Dan mengerikan. ”

bikin nyesek gue ven
pasti yg ngirim baca2 komen orang nih
March 19th, 2008 at 9:29 am
ehmm..segitu merindunya sampe harus menyelingkuhinya karena ingin membunuh rindu..
bisa dicoba..hehehe..
*ditampar*
March 19th, 2008 at 9:33 am
R,
masak kamu nggak tahu sih..?
Setidaknya dia pasti sangat concern, committed dan rich !
* pakai nginep di Hotel Sultan hanya untuk mengirim sebuah puisi
March 19th, 2008 at 9:39 am
Ituh dari Sultan Ndoyokarto Hadiningrat yah, mbok?

March 19th, 2008 at 9:45 am
wah mana crita ama bre nya mbok
karna isina dah mbok penus bangeddd dah..
hihih..
surat na kekna ngerti dirimuh banged mbok..
March 19th, 2008 at 9:53 am
“The sultan” bukannya itu berarti Zam yang tak lain adalah The Sultan of Ndoyokarta Hadiningrat Palace
Ah zam, ternyata bisa romantis juga :lol:
March 19th, 2008 at 10:45 am
Saya R!! Haha..
Iya, sweet and horrid bgt ya mbok.. Hiiiiii..
Mbok, ada sapa tuh dibelakang… *minggat!*
March 19th, 2008 at 12:23 pm
mbok. salamin ya.
**berusaha tenang**
March 19th, 2008 at 1:58 pm
ealah aku tunggu2 itu email kog malah nyasar ke inbox mu mbok
March 19th, 2008 at 2:59 pm
puisinya bisa dituker tiket pesawat ke italy nda mbok?
March 19th, 2008 at 3:36 pm
ngakak baca komentar jeng Kenny
March 19th, 2008 at 4:11 pm
kok yo mesti diselipin kata2 “bergelinjang” seeh???
saya kan masih keciiil….
March 19th, 2008 at 5:02 pm
kalo puisi buat “N” atau “J” gitu… ga ada ya, mbok?
*ngarep, malah mesen*
March 19th, 2008 at 6:21 pm
*gelar tikar liat oom fian flirting*
March 19th, 2008 at 8:05 pm
R.. dari group radja kali ya mbok
March 19th, 2008 at 10:21 pm
siapa yang rindu mbok d?! whaaa… kapan ada yang ngirimin aku puisi kayak gitu???
March 19th, 2008 at 10:41 pm
benar2 dahsyat,
cocok mBok, ‘This is sweet. Dan mengerikan’
March 20th, 2008 at 3:05 am
ehm, you don’t just REPLY the stranger, do you? you have KIDS!
March 20th, 2008 at 6:34 am
@bodhi: umm…I replied, and that’s it. I told the guy I’m taken, right from the very beginning.
Easy now, kid. I know what I’m doing, okay?
*wah, seneng euy…dari semua komentar, cuma bodhi yang protes. tenkyu, bodh! love you!*
March 21st, 2008 at 7:23 am
lha ini puisi
March 21st, 2008 at 8:05 am
waduh mbak, udah dibilang gak usah diposting di sini tho, jadi gak enak hehe *bacanda*
March 21st, 2008 at 10:06 am
wah jangan2 ada secret admirer nie mbok ve?
March 21st, 2008 at 11:14 am
secret admirer nih kayanya?
March 21st, 2008 at 11:29 am
ehhh… secret admirernya beneran bukan aku kok mbakyu… suerr… suerrr… beneraannn
March 21st, 2008 at 10:13 pm
bergelinjang di dasar cangkir …
wah kok jadi teringat seorang blogger top yg memperkenalkan dan sering menggunakan kata bergelinjang dlm postingannya. apakah beliau pengirimnya
March 22nd, 2008 at 3:27 pm
“….Rindu seperti kopi tanpa gula
: Pahit, tapi penuh aroma………..”
Setujuuu…!!!!
March 23rd, 2008 at 5:04 pm
so sweet
March 24th, 2008 at 1:49 pm
Kok malah jadi inget truk kapan itu ya?
Bilangin ke si stranger (-in the night?), obat rindu tuh makan sepatu.
March 26th, 2008 at 5:19 pm
analogikan rindu dengan teh, vanilla atau coklat dunk…
aku ga suka kopi…
*ditabok*