Maafkan aku, bintang.

Jarak memang selalu membuatku gamang. Bukan hanya soal angka-angka koordinat di peta, karena bagiku tak soal di belahan bumi mana kau berasal atau tinggal. Bicara jarak, yang terbayang adalah perbedaan begitu rupa yang membuatku tak mungkin memelukmu, memberimu ciuman selamat pagi sembari menengadah menatap ke kedalaman matamu dan berkata aku mencintaimu.

Tapi seperti katamu, mestinya tak ada lagi yang kita takutkan. Tidak jarak, tidak juga ruang. Dan di atas segalanya, bukankah jarak dan ruang lah yang membuat kita saling menemukan?

**buat kamu, bintang. sampai ketemu lagi di mimpiku, nanti malam.