Hujan masih deras di luar. Tapi entahlah, sepertinya memang hujan, atau cuma gerimis, atau justru matahari sedang bersinar dengan garang, aku tak benar-benar tau. Tak peduli. Aku lebih suka bergelung di balik selimut, melindungi kulitku yang telanjang dari serbuan udara dingin AC kamar, meringkuk mencari kehangatan dalam pelukanmu yang nyaman sambil diam-diam menghitung dalam hati berapa menit lagi waktu tersisa sebelum malam jatuh dan memaksaku pulang. Telepon genggamku berdering-dering sejak tadi, dan kita pura-pura tak mendengar, membiarkan deringnya berhenti setelah beberapa kali tak mendapat jawaban.
“Siapa?”
“Gak tau, biarin aja.”
Dan kamu tersenyum, mencium lembut puncak kepalaku, membelai pipiku kemudian di bawah selimut tanganmu yang lain kembali menjelajah nakal, tak peduli protes pura-pura dan omelanku.
“Sayang…”
“Ya?”
“Aku gak pengen pulang”
“Kalo gitu gak usah pulang. Di sini aja. Berani?”
Pertanyaan yang kita sudah tau jawabannya. Pertanyaan yang membuatku menyembunyikan tangis dan berpura-pura sibuk mencari pakaian dalam yang terberai entah kemana, membiarkanmu menertawai serapahku. Tentu saja aku tak bisa tinggal. Aku harus pulang dan menyiapkan alasan paling masuk akal kemana saja aku pergi seharian.
“Baby..”
“Ya, sayang?”
“Inget gak, aku pernah bilang waktu itu. If loving you is wrong….”
“Then I don’t want to be right. Yang itu, kan? Iya, aku inget.”
Rasanya memang tak ada lagi yang harus kita ucapkan. Diamku, kebisuanmu telah menjelaskan semuanya. Kita jatuh cinta, dan akan memeliharanya sampai batas kesabaran kita. Dan kerelaan. Dan kebersediaan berkorban. Dan keinginan yang kuat untuk saling menunggu. Entah apa yang kita tunggu. Entah sampai kapan. Atau bagaimana kita akan melewati kesedihan di antara waktu-waktu di mana aku tak bisa menyentuhmu.
Kalau saja bisa…kalau saja kita punya kuasa menafikan sekian banyak perbedaan, melupakan kemungkinan bahwa semua mata akan memandang kita sebagai manusia-manusia aneh dan sakit jiwa karena jatuh cinta pada saat dan kepada orang yang sangat sangat sangat salah, aku ingin bersamamu malam ini, dan besok malam dan besok malamnya lagi. Aku bahkan rela meninggalkan rumah dan hidupku yang nyaman, terbang bertualang dan berjudi dengan hidup sekali lagi, bersamamu.
**to be continued. IF YOU’RE LUCKY *grins*


Hmm… Ini cerpen apa beneran mbok??
adiiiitttt!!!! ampun dah ni bocah bener2…
ini fiksi, tauuuuu…..
memetics? halahhh….
… liat2 kondisi dulu, dah janji ini itu duluan soalnya
selingkuh kok berulang-ulang …
wedew Mbok ..
di angkat dari kisah nyata ya mbok?
keep on mbok… ibarat film… ini masih episode pilotnya ya kayaknya….
@leksa & datum: jangan sok tauuuu….jangan pada sok tauuuuu….weeeiiihhh bisa jadi masalah ini kalo kalian nyari gara2
… omaigod! don’t tell me that you, ah… begitulah.
INI FIKSI TAUUUU!!!!!!
hujan emang kepinginnya kelon terus yo , ini cerita betul apa betul-betul cerita betul mbok??
jaaahhhh!!! saya juga punya tulisan kek gini!! dari sudut pandang laki2 tapinya…
astagaaaa…komentar2nya lebih panas daripada isi postingan keliatannya, ya? baguuussss…..
eh tukangkopi, ayo segera dipublish. penasaran, euy..
bentar dicari deh. mudah2an ada di laptop. dan mudah2an ceritanya dah selesei.
*kebiasaan jelek gak beresin tulisan*
@yudhis tukangkopi: kalo berani, lanjutin aja cerita yg ini. plotnya ngasal aja, ntar aku lanjutin lagi dari sana. berani gak lo?
*hah, keren ini kalo ada yg mau bantuin nulis saut2an…
dejavu..?
kok persis dengan kejadianku sore ini ya ???
rangkaian seri cerita perselingkuhan…
wakakakakkk…
**nunggu**
yihaaaaaa keren….
**siap jadi penerbit novel**
yup, beginilah sinema perselingkuhan…
persis…
Lanjutan plotnya kira2 gini… Suatu ketika kisah inipun tercium oleh suami si cewe dan secara klise bin garing memicu terjadinya perceraian. Tapi kerinduan dua insan horny ini tak malah reda, justru makin berapi2. Istri syah si cowo pun akhirnya mengendus adanya aroma uterus yang lain.
Nah, apa yang akan dilakukan sang istri? Bagaimana masa lalu yang penuh dengan cuci otak religius akan mempengaruhi pertimbangannya?
Ikuti kelanjutannya dalam kisah2 nyata para istri saleh yang mendukung suaminya berpoligami
nyahahaha
Jadi pengen bisa nulis kayak gitu. Belajarnya gimana Bu?
@guh: wah, plotnya gak kesana arahnya, boss.
good news, tadi si tukangkopi udah konfirmasi, katanya dia berani nulis berdua, bikin cerita sepanas2nya, hyahahaha…
eh, good news ato badnews yak? lha kapan aku bisa ngeblog dengan damai kalo harus nulis serius gini? *merenung setengah nyesel*
pantesan tilpunan saya ke simbok ga diangkat2 waktu itu…ternyata…
saya tu mau nagih kontrakan yang udah nunggak 5 bulan, mbok…
Hmmmm… penasaran sama lanjutannya… More “heat” please
I’m not Lucky, I’m Nazieb, by the way
..lha kapan aku bisa ngeblog dengan damai kalo harus nulis serius gini? *merenung setengah nyesel ..
ga jadi bloger terbelakang dunk, Mbok
*siul2
mestinya ini masuk kategori 18+ mbok

ditunggu lanjutannya…. (gelar tikar siapin kacang garuda)
Kalo di film ada istilah seminya.
Kalau menurut pak Taufik Ismail, ini termasuk semi SMS (Sastra Mahzab Selangkangan).
kayak cerpennya djenar ya mbok? mmm..ini po mbok postingan brutal nya? wakkakkakaka
lhaaaa, mulai bercumbu dengan bayang-bayang …. lanjooooot
[...] ini adalah secuil tulisan lama yang akhirnya dipublish setelah membaca tulisan Venus yang settingnya mirip sekali dengan cerita ini. Hanya yang bercerita disini adalah seorang [...]
hya!!!
nunggu kelanjutan ajah
@mbilung: situ pengen tau kelanjutannya, atau karakter2 yg saya ceritan di sini? janji gak stroke ya? i dont want you to die…yet.
diam ku kebisuanmu telah menjelaskannya..hmm..diam aja udah jelas, apalagi ngobrol y mbok ??
GUWAH BANGET!!!hahahaha..
@pakdhe mbilung: klarifikasinya ke saya ajah pakdhe, ato perlu jumpa pers ttg cerita ini selanjutnya
lanjooot mbok
adem adem kelon ancen enak…=)
duuuhhhh,, jadi pnasaran lanjutannya,,
>>telpon itu dari suami si perempuan itu kah??
>>gimana kalo ternyata suami nya si perempuan itu juga selingkuh?? dan ternyata menelpon dari hotel tempat dia menginap bersama wanita lain, untuk pamit gak pulang malam itu dengan alasan klise bahwa “ada tugas luar kota”
>>jadi perempuan itu nyesel pulang ninggalin selingkuhannya,,
hwwwwaaaa…. balik lagi aja ke tempat selingkuhannya itu,,, hihihihihihi :mrgreen:
ayo lanjutin lagi ceritanya,, *ngarep mode ON*
hohoho…gak sabar nunggu lanjutannya Mbok..
we want more! we want more!

*sambil gebrak2 meja*
Ternyata ini bukan jilid satu
Mencintai tidak pernah salah. It’s only human. Yang salah target audience-nya ama timing-nya aja kayaknya…
Wekekeke…
mbok, kirim aja ke majalah Femina. honornya lumayan tauuu…
fiksi kan? hihihi…
Kang kopi suruh mampir kesini .. *curiga*
Ven .. cerita kumpul kebo ya?? :evil:
*narik napas panjang*
yakin ini fiksi mbak? ^_*
wah mbok…terbitin jadi novel aja. siapa tau bisa nyaingin clara ng..
wih…gak sabar nunggu lanjutan roman pi…, eh nggak ding….
kalau jadi best seller, jangan mau dibuat film ya!
Judul Novel = Cerita si Mbok
Mbom ending storynya harus bisa bikin deg2an ser yah hihihihi
ckckckckckck…..kumat wes
lanjutane, ambil setting di bandara/stasiun aja mbak, ehmm karena menurutku akan asyik jika endingnya dibikin pisahan…
mmmm
mira.w sekali dirimu tan
kyaaaaaa!
Mbok, sampeyan ternyata ada di sini
kacau nich postingan…
rgggggggggg:
koq bisa pass disini lg ujan …
wah, kok serasa bernostalgia dengan postingan2 17 taun dot crot ya?
*merinding*
lagi, mbok… lagiii.. ^^
kok pada mau-maunya dikibulin cerita palsunya simbok…
Habis dari tempat tukangkopi trus mbandingin kesini. Wedeh…mirip banget..Wes klop tenen!! Ayo dilanjuuut…Aku boleh ikutan ndak mbok??? wekekekek..
baca 2 cerita kok temanya mirip2, hmmmm…..jd penasaran sama penulisnya, hahahahaha….
ayo mbok jadikan buku
Wauw… sepertinya hari ini saya harus menurunkan angka di remote AC menjadi 16 krn kepanasan abis baca cerita simbok. Hot euy… :mrgreen:
slrrrrruupppp…..
*pengen*…loh..otakku jeng edunn lan bajingan juga ternyata
[...] berhasil, berarti memang cowo kamu tak punya hati. Kamu bisa mulai selingkuh dengan lelaki lain, serial fiksi seksi Tante V mungkin bisa jadi inspirasi. Suatu ketika “penghianatan” kamu akan [...]
Mboook… ceritane ciamiiik…
*emotikon keplok keplok*
ini pengalaman pribadi atawa bukan toh Mbok?
betewe, apapun itu, aku seneng iki mBok…
*sok dewasa aku iki*
Apa ini bisa di-kategori-kan bagian dari dari cinta sejati? atau mungkin proses pen-capai-an-nya mbak?
kereeeeeennn.. top abizzz..
[...] #1 no title [...]
wow…
ceritanya bagus…
eh salam kenal btw…
[...] sebelumnya: #1, #2, #3, [...]
[...] Episode 1 : no title [...]
[...] sebelumnya: #1, #2, #3, #4, #5, #6 Possibly related posts: (automatically generated)Selalu ada kopi panas untukmu [...]
[...] #1: cerita kemarin #2: perempuan kedua #3: senja di atas kereta #4: kalah #5: selamat ulang tahun, arimbi. aku pergi [...]
Wah, wah, wah, Mbok, bagus bener tuh cara nulisnya. Bisa jadi best seller lho kamu!! Ayo terusin dan kutunggu novelnya keluar.. kalo perlu aku sponsorin sebagian deh buat cetak nya secara self publish.
Rasanya sexy banget tuh cerita… persis kaya pengalaman pribadi saya sendiri… Ayo Mbok, jangan mundur. Baca cerita itu kayak photographic deh, rasanya kayak ngeliat filmnya. Grafis banget, mbok!!
Bagus, ayo!!
andi.
[...] #1: cerita kemarin #2: perempuan kedua #3: senja di atas kereta #4: kalah #5: selamat ulang tahun, arimbi. aku pergi [...]