Iya, percaya apa kata hatimu saja, karena saat cinta meracuni otakmu, percayalah, akal sehat dan yang kalian sebut logika akan terang-terangan mengkhianatimu. Dan tiba-tiba saja kamu menjadi bebal, mendadak bego dan melakukan kebodohan-kebodohan memalukan seperti misalnya SALAH KIRIM sms nakal, salah tingkah dan tersipu-sipu najis seperti gadis belasan tahun saat laki-laki yang kamu cintai memandangimu dengan cara tertentu (entah memuja entah nafsu. beuh!), atau udara di sekitarmu tiba-tiba terasa beku dan DENGAN TOLOLNYA kamu bilang ‘makasih’ pada saat seharusnya kamu menjawab bisikan manisnya dengan ‘i love you, too’.
Tapi bukankah hanya cinta yang sanggup membuat pipimu merona dan kehilangan semua perbendaharaan kata ketika dia bertanya ‘bolehkah aku mengecup bibirmu?’, bukankah memang cinta dan hanya cinta lah yang mampu membuatmu bahagia, merasa sangat perempuan, dan entah bagaimana membuatmu menangis karena merasa cantik dan diinginkan? Dan apalagi selain cinta yang membuatmu bersedia melakukan apa saja hanya supaya kau bisa memeluk dan mendengar debar jantungnya? Untuknya, percayalah, kamu akan rela menembus macet dan hujan berjam-jam, melupakan betapa melelahkannya bercinta beberapa kali dalam rentang waktu yang tak sampai hitungan sehari semalam, atau betapa berbahaya dan tak sehatnya jika kamu nekat melewatkan jam-jam makan yang normal dan hanya mengkonsumsi selembar roti tawar dan secangkir kopi hanya karena kamu tak mampu mengatasi detak jantung yang degupnya kau rasakan begitu kencang, bukan lagi di dada melainkan sudah naik sampai ke tenggorokan, mencekikmu perlahan-lahan dan membuatmu mual.
Hhhhhhhhh…… Cinta dan logika. Kayaknya dari dulu memang musuhan, ya? Heran.
*hey you! I do love you, too…

February 28th, 2008 at 2:45 am
HEEEE….!!!!!!!!!
kok post ini NANCEP banget ama saya saat ini..
arghhh… cape mbo..cape….
February 28th, 2008 at 6:22 am
nggak ah, nggak musuhan……cuma orang2 cengeng aja kali mbak yg membuat cinta dan logika selalu bermusuhan……atau sengaja mau meminggirkan logika dalam bercinta……
February 28th, 2008 at 7:16 am
@leksa
knp tiap ada postingan begini lo selalu tertohok sih? ada apa denganmu ha?
cinta dan logika itu emang asal muasalnya beda mbok. Satu bapak lain ibu..
February 28th, 2008 at 8:02 am
klo cinta datang knapa manusia jd ngga bisa berpikir, mendadak bego dan malahan mules.
jadi cinta itu sama dengan mules mbok?
February 28th, 2008 at 8:14 am
jadi begitu?
saya merasakan bagaimana susahnya menerima sebuah balasan “MAKASIH’ padahal yang saya harap adalah ‘I LOVE U TOO’
huuff..
sayang kita tidak hidup dalam dunia Fujiko F. Fujio yg bisa menciptakan karakter doremon dan mengeluarkan alat semisal pemancar-kata-hati-pemusnah-semua-logika.
kenapa semuanya mesti terjadi?
hari inipun saya merelakan terjebak dalam kemacetan ibukota hanya untuk sekedar melihat kembali wajahnya, dan blaaaaar.. semua hilang berlalu begitu saja.
fyuuh..
February 28th, 2008 at 8:29 am
Adu du duh, baca tulisan ini malah semakin kusut aku.
February 28th, 2008 at 8:33 am
cinta memang memabukkan, selama belum kudu mikirin piye carane tuku omah, piye carane nggolek duit yang lebih banyak, piye carane nguripi bojo sampai mati, piye carane ora bose. dll. intine, cinta selama tidak mewajibkan komitmen mah asyik asyik aja.
February 28th, 2008 at 8:41 am
suit suitttttttttttt suittttttttt
ada yang lagi berbunga-bunga nihhh, beruntung banget dia mbok
February 28th, 2008 at 8:48 am
kalo kata agnes monica, cinta itu tak ada logika…
kita mengikuti semua kata hati, walaupun kadang hasilnya tak sesuai dengan yang diinginkan
February 28th, 2008 at 8:49 am
Hadooooh, kalau cinta bener2 ndak pake logika. Semoga cinta ndak butuh mikir dalem2 buat biaya kawin, biaya hidup dan biaya ini-itu laennya. **ngarep**
February 28th, 2008 at 8:54 am
kalau sudah menikah sih tiap hari cinta!!!!
February 28th, 2008 at 8:59 am
tapi jamane wes bedho mbok..
saiki cinta atek logika.. *wkakkak*
moso urip muk cinta tok.. lak ga iso urip ..opo ga mangan?
February 28th, 2008 at 9:01 am
Saya kegaplok..nyindir ini,hehehe..ah cinta..
February 28th, 2008 at 9:27 am
“But love is much like a dam; if you allow a tiny crack to form through which only a trickle of water can pass, that trickle will quickly bring down the whole structure and soon no one will be able to control the force of the current.”
(By The River Piedra I Sat Down And Wept- Paulo Coelho)
February 28th, 2008 at 10:11 am
lah trus percaya sama siapa mbok?
February 28th, 2008 at 10:13 am
saya rasa, cinta melebihi logika ketika seorang lelaki memutuskan untuk menikahi seorang perempuan, tapi bisa sebaliknya bila seorang perempuan sampai pada keputusan menerima pinangan seorang lelaki…gimana hayo ?
February 28th, 2008 at 10:18 am
Aduuuh mbook…jadi pengen jatuh cinta lagi nich. He he he he
February 28th, 2008 at 10:41 am
Hmm… Mo nikah aja deh mbok…
February 28th, 2008 at 10:56 am
apa itu cinta? oh, aku tak merasa pernah mendengarnya, apalagi mengenalnya dan merasanya…apa karena hamba terlalu nista untuk bisa tahu apa itu cinta?…yang hamba tahu hanya logika, logika saja….ah, logika…jangan2 engkau yang menyembunyikan cinta dariku…
February 28th, 2008 at 11:30 am
“jangan percaya logika saat kamu jatuh cinta”
trus musti percaya sama siapa ???
klo percaya sama setan seh biasanya dibisikin yang asik asik
February 28th, 2008 at 12:46 pm
Barusan berantem soal ini, tentang kalau sudah cinta si cewek bertindaknya ga pake otak tapi pake hati terus. Payah..
Si cewek jawab, logikaku mati karena aku cinta kamu.. Beh..
February 28th, 2008 at 12:47 pm
belom pernah ngerasain jatuh cinta budhe
February 28th, 2008 at 12:50 pm
tiba tiba ada lagu Joan Jett…i hate myself for loving u ….
logika saya ketika cinta datang, berusaha untuk terus berpikir ” why me ” ( karena cinta bisa datang tiba tiba tanpa saya mau..) ” eling eling..”
Dan sampai sekarang saya tak pernah menemukan jawaban itu
February 28th, 2008 at 12:52 pm
Salah, ternyata dia bilangnya gini It’s hard to think logically when you are in love…
Beh…
February 28th, 2008 at 12:53 pm
enak kali ya bisa jatuh cinta lagi….? hehehe……
*salam buat meneer kriwil*
February 28th, 2008 at 2:13 pm
Mencerahkan….
*segera telpon nyonyah saya..
Iya yah, bahkan temen saya pemuja logika bisa jadi insane saat kesengsem sama seorang gadis…

Apakah cinta dan logika itu tak bisa hidup bersama?
February 28th, 2008 at 2:33 pm
Cinta adalah hakekat….
Syariatnya adalah bercinta
bukan begitu mbok?
wahahaha…..
howdy? longtime…….
February 28th, 2008 at 2:42 pm
namanya juga cinta, bikin orang klepek klepek lupa ingatan dan daratan
apa kabar jeng Venus ?
February 28th, 2008 at 3:29 pm
periksa chemical substance in ur head pasti sama kaya orgil huaaa hahaha
ven napa url mu gak bisa diklik langsung? ini pake link yg dari endang, bantuin dunk biar bisa lagi.
February 28th, 2008 at 3:29 pm
harusnya begini.
logika, itu membantu daya pikat dan daya kejar.
nah, masalahnya ada satu daya penghambat semua itu.
daya gengsi.
begitu daya ini udah keluar, logika, daya pikat dan daya kejar ketutup..
February 28th, 2008 at 3:30 pm
kalau ingin jatuh cinta lagi gak bisa disengaja yo?
February 28th, 2008 at 4:38 pm
kenapa mbok..lagi jatuh cinta ??? tapi logika melarang ??? hihihihi
February 28th, 2008 at 4:44 pm
**skip dulu**
ehmmm iki critane jik puber po mbo??
**mulai baca**
February 28th, 2008 at 4:52 pm
dududududuh …. eling, mbok.
February 28th, 2008 at 5:05 pm
minta ijin nulis bisnis simbok ya…. ditunggu di blogku
February 28th, 2008 at 6:17 pm
Love melulu
*Kabur*
February 28th, 2008 at 6:39 pm
February 28th, 2008 at 7:27 pm
Cinta selalu membikin serasa melambung ke atas langit, namun terkadang cinta juga membikin prusing kepala, apalagi kalau menggunakan logika. Cinta membuat kita malas berpikir
February 28th, 2008 at 7:37 pm
itulah kenapa saya benci ketika sudah mulai “jatuh cinta”…
*
kok rasa2nya jd murahan?
aaarrrggghhh…!
*ntahlah, mungkin cuma perasaan saya aja.
February 28th, 2008 at 7:59 pm
kalau pas ketemu cinta logika saya malah berjalan dengan baik mbok, cuman pas waktu PDKT itu yg saya heran…. logika mawut semua..!!!
February 28th, 2008 at 9:36 pm
jadi, dimana posisi cinta? gimana komposisinya, setengah beracunkah? apa karena itukah kebanyakan laki beristri masih ingin memompa adrenalinnya?
February 28th, 2008 at 10:52 pm
anu mbok,,, muncule tanggal 1 hehehe..
February 28th, 2008 at 11:26 pm
hemmm…cinta emang gila mbok de…
February 28th, 2008 at 11:45 pm
hehehe… bener bangeeeeets
February 29th, 2008 at 12:02 am
enak seh jatuh cinta…..hihihi makanya tiap hari aku jatuh cinta…biar jauh2 dari logika, tapi mbikin senyam senyum…dan ber bunga2……..yuhuiiiii…cintaaaaa…ooooohhhh cintaaaa…aku jatuh cintaaaa……
walah..lupa ngisi math nya…
February 29th, 2008 at 1:16 am
Ini dia namanya Romantika Sarkasme

Sepertinya kita semua pernah mengalami begitu.., cinta dan logika itu mirip kurs dollar yang setiap hari berjingkrak naik dan turun, sepertinya saat ini (disini) dia sedang bergerak menurun..
Namun demikian, Cinta - sangat kuat hingga dunia dibuat berputar olehnya
—> halah!
February 29th, 2008 at 1:28 am
@anang : siap-siap saja dirajam simbok
February 29th, 2008 at 2:42 am
cinta kan anugrah mbok lagian gak dosa tho klo jatuh cinta dan diucapkan aja
February 29th, 2008 at 7:39 am
klo cinta ditolak jangan lupakan logika.. bisa masuk penjara… ;p
luv u..
February 29th, 2008 at 12:20 pm
kayak saya…bego banget klo lagi falling in luv…!!
February 29th, 2008 at 12:32 pm
Karena klo kamu BERLOGIKA kamu BENAR tapi klo kamu MENCINTAI kamu BAHAGIA
February 29th, 2008 at 2:37 pm
jadi inget lagu “Something Stupid” nya Robbie Williams sama Nicole Kidman (???). jatuh cinta bisa bikin konyol, bodoh dan wagu. wakakakak…
February 29th, 2008 at 3:39 pm
huaaaaaaaaaa melu deg2an mocone
February 29th, 2008 at 7:41 pm
Jatuh cinta emang top…obat lupa yang paling mujarab. Ga pake logika-logika’an. Yang baru diputusin pacar aja bisa sketika ngelupain sakit hatinya..
March 1st, 2008 at 5:42 pm
tapi kadang saya pake 2-2nya koq logika dan perasaan… tergantung mood..
March 1st, 2008 at 7:31 pm
Kalaupun cinta menyebabkan kita jadi bebal, mendadak bego dan melakukan kebodohan-kebodohan memalukan, jadi harus ada penolongnya untuk kita percayakan pada ’sesuatu’. Kalau begitu, kita harus percaya sama apa? hehehe….
March 2nd, 2008 at 12:00 am
Sejak dulu itulah CINTA
LAURA…March 2nd, 2008 at 6:27 am
Hehehe… gue nyambung Suwahadi aja dehh yaa…
Penderitaannya tiada henti….
wakakakaka….
Salam kenal anyway
March 2nd, 2008 at 12:54 pm
cinta dengan logika, barangkali cuma bisa oleh programer…
cinta pada coding, bukan ke orang ;p
March 2nd, 2008 at 2:27 pm
ga boleh mengecup bibirku, mmgnya kamu siapa??
sekarang gitu mbok prinsip ku.
wakakakkakaa. waiting for the real good kisser. tsahhhh!
March 2nd, 2008 at 3:04 pm
setujuuu mbokk…..
March 2nd, 2008 at 5:37 pm
setuju… apalagi kalo nafsu dah berbicara
huakakakakakaka
March 3rd, 2008 at 3:47 pm
huahaha…cucok ma sayah…
tapi band efek rumah kaca bilang “Jatuh cinta itu biasa saja”, setuju ga mbok?
March 3rd, 2008 at 4:23 pm
Wah… jangan2 lelaki yang tidur disamping saya tiap malam itu sudah tidak jatuh cinta lagi sama sayah… soalnya dia tidak pernah rela lagi melakukan semua hal2 yang dirimu sebutkan pada paragraf terakhirmu itu…
gimana dong bikin dia jatuh lagi???…
hakhakhakahkahakahkahkahk…
March 4th, 2008 at 10:10 pm
mungkinkah ada cinta yang logis, mbok?
March 25th, 2008 at 6:12 pm
klo ma lagunya si agnes monica, “cinta ini, kadang2 tak ada logika… bla bla bla..” nyambung gak ya, hehehe
nyanyi sambil tuker link ya: http://www.infogue.com/seni_budaya/jangan_percaya_logika_saat_kamu_jatuh_cinta/
April 2nd, 2008 at 1:18 am
“Tapi bukankah hanya cinta yang sanggup membuat pipimu merona dan kehilangan semua perbendaharaan kata ketika dia bertanya ‘bolehkah aku mengecup bibirmu?’, bukankah memang cinta dan hanya cinta lah yang mampu membuatmu bahagia, merasa sangat perempuan, dan entah bagaimana membuatmu menangis karena merasa cantik dan diinginkan? Dan apalagi selain cinta yang membuatmu bersedia melakukan apa saja hanya supaya kau bisa memeluk dan mendengar debar jantungnya?”
mbok, lancang nih…muaap ya
kalimat ini kukutip dan kukirim buat pangeranku
nothing can describe my feeling better than these words…