Iya, percaya apa kata hatimu saja, karena saat cinta meracuni otakmu, percayalah, akal sehat dan yang kalian sebut logika akan terang-terangan mengkhianatimu. Dan tiba-tiba saja kamu menjadi bebal, mendadak bego dan melakukan kebodohan-kebodohan memalukan seperti misalnya SALAH KIRIM sms nakal, salah tingkah dan tersipu-sipu najis seperti gadis belasan tahun saat laki-laki yang kamu cintai memandangimu dengan cara tertentu (entah memuja entah nafsu. beuh!), atau udara di sekitarmu tiba-tiba terasa beku dan DENGAN TOLOLNYA kamu bilang ‘makasih’ pada saat seharusnya kamu menjawab bisikan manisnya dengan ‘i love you, too’.
Tapi bukankah hanya cinta yang sanggup membuat pipimu merona dan kehilangan semua perbendaharaan kata ketika dia bertanya ‘bolehkah aku mengecup bibirmu?’, bukankah memang cinta dan hanya cinta lah yang mampu membuatmu bahagia, merasa sangat perempuan, dan entah bagaimana membuatmu menangis karena merasa cantik dan diinginkan? Dan apalagi selain cinta yang membuatmu bersedia melakukan apa saja hanya supaya kau bisa memeluk dan mendengar debar jantungnya? Untuknya, percayalah, kamu akan rela menembus macet dan hujan berjam-jam, melupakan betapa melelahkannya bercinta beberapa kali dalam rentang waktu yang tak sampai hitungan sehari semalam, atau betapa berbahaya dan tak sehatnya jika kamu nekat melewatkan jam-jam makan yang normal dan hanya mengkonsumsi selembar roti tawar dan secangkir kopi hanya karena kamu tak mampu mengatasi detak jantung yang degupnya kau rasakan begitu kencang, bukan lagi di dada melainkan sudah naik sampai ke tenggorokan, mencekikmu perlahan-lahan dan membuatmu mual.
Hhhhhhhhh…… Cinta dan logika. Kayaknya dari dulu memang musuhan, ya? Heran.
*hey you! I do love you, too…