world’s no. 1 killer
You know what it is? Yup, it’s BOREDOM
Now what you have to do is…….Tsk, let’s make it quick. Here’s the list:
1. go shopping
2. have some coffee. black, no sugar
3. clean up the house
4. find something good on the internet. try porn sites or stupid yet tempting quotes on atheism. yummy
5. get yourself a plastic bag. boredom kills, remember? you might feel a little nauseous in the process
6. if death fails you, it fails you. now go to bed, try to get some sleep. you need it.
Ah, story of my life…
perempuan di penghujung hari
Repost. Percakapan saya dengan seorang kawan, setaun yang lalu.
beberapa saat sebelum tengah malam…
saya: pernah gak, tiba-tiba merasa pengen mati aja?
dia: pengen mati? pernah. tapi terlalu pengecut untuk bunuh diri.
saya: capek, merasa kosong, bodoh, dan gak pengen apa-apa lagi.
……………..
saya: ada gak sih, cara bunuh diri yang prosesnya cepet, gak sakit, dan tetep keliatan cantik?
dia: ada, pake suntik aja. kan bisa pasang senyum manis sebelum mati. tapi jangan suntik KB ya..hehe…ono opo kiiiy?
saya: gpp. cuma lagi sedih dan pengen mati. i’ll be fine. thx, wi. g’night.
dia: i know u’ll be fine. syukurlah kita ini pengecut, yang mau gak mau musti berjuang selama masih hidup. karena memang kita tak punya kuasa untuk sebuah akhir. jangan berhenti, bu !
saya tau saya tak boleh berhenti. saya cuma ingin pergi menjilati luka sendiri. sehari, dua hari, tiga hari. mungkin saya akan kembali. siapa tau…
*makasih banyak buat dewi, perempuan di penghujung hari.
Begitulah. Setaun yang lalu saat saya merasa berada di salah satu titik terendah dalam hidup (di antara sekian titik yang lain, sebagian terekam sebagian lagi terabaikan), perbincangan aneh dan horor itu terjadi. Barangkali ini juga yang membuat saya selalu mencintai perempuan ini. Dan perjumpaan dengannya kemarin sore, seperti sudah saya duga, telah menutup dengan indah hari saya yang berantakan. One perfect happy ending.
Makasih banyak, Dew. I love you…
menunggu paman gober mati
Saya pengen tanya terutama kepada temen-temen blogger yang berprofesi sebagai orang media.
KENAPA semua orang merasa perlu ngikutin proses kematian Paman Gober? KENAPA?? Penting banget yak? Gak ada issue lain yang lebih penting?!! Hellooooo….????!!! Ada yang bisa bantu jelasin?!!
Fuck! Lebih baik saya nonton Insert biar pun isinya sama-sama gak penting dan menjijikkan.
birthday
Susah sekali mencari bunga liar di tempat ini
Ini terbaik yang bisa kudapat
Walau bukan edelweis si bunga tangguh seperti dirimu
Selamat ulang tahun
Semoga surat ini bisa nyampe tepat waktu
(repost setaun kemaren)
Hari ini saya ulang taun. Sama sekali gak penting. Tapi makasih banyak buat temen-temen yang inget, yang gak inget, yang gak tau, yang lupa, atau yang saya paksa-paksa supaya inget bahwa hari ini saya ulang taun. Makasih buat Antobilang, Yoyok, Yati (itu doang kadonya yak?), Tito, Stey, dan Mas Mbilung sekeluarga. Dua nama terakhir, saya tetep mau bilang makasih banyak biar pun memori dan atau kalender di hape mengkhianati mereka. Kemaren pagi-pagi banget si Stey ngasi selamat lewat sms. Siangnya Mas Mbilung dengan suara yang seneng banget, pede banget, nelpon saya ngucapin selamat ulang taun. Aduh…..
Jadi ya Stey, mas Mbilung, yang bener 15 Januari, BUKAN 14.
Tapi ngemeng-ngemeng, selain sebagai ‘reminder’ yang tugasnya ngingetin bahwa jatah umur kita semakin berkurang, emang ulang taun artinya apaan sih? Saya kok malah merasa kosong, ya? D’oh!
Jubing Kristianto
Nama Jubing Kristianto mungkin terdengar asing di telinga. Tapi buat penikmat musik yang sok pinter dan merasa tau lumayan banyak (seperti saya, hahah!), sosok seperti Jubing justru jauh lebih keren DAN mahal. Edan.
Dua orang temen blogger, Ekowanz dan Fitri Mohan, juga pernah menulis tentang dia dan album Becak Fantasy yang dirilis kurang lebih setaun yang lalu. Permainan gitar akustiknya keren sekeren-kerennya. Ditangannya, sebuah lagu anak-anak yang sederhana seperti Becak Fantasy bisa menjadi begitu berbeda. Saya dibuat terkaget-kaget dan akhirnya nyengir beneran saat masuk di menit ketiga, Jubing membelokkan nada asli lagunya, memelintirnya dengan halus, menjadikannya sesuatu yang terasa begitu kekanakan dan jenaka. Di detik lain, dengan keahlian seorang maestro, Jubing memasukkan nada-nada pentatonis sehingga mood kita seketika berubah mengikuti petikan gitarnya. Bahkan endingnya juga mengagetkan karena sungguh tadinya saya gak kepikiran bahwa nadanya akan lari ke sana.
Dan coba dengar Sinaran yang adem dan dia bawakan dengan gaya, atau Morning Rain dan Waiting for Sunset yang manis, melodius, dan bikin saya meleleh.
Cuma satu kata buat seorang idealis seperti Jubing. Genius.
updated: kata ekowanz, itu bukan pentatonis, tapi diminorin.iya sih, kayaknya kuping saya yg ngawur. yah namanya juga review sok tau. dengan ini, kesalahan sudah saya perbaiki. halah.






My name is Venus, perempuan, istri, ibu rumah tangga dengan dua anak laki-laki yang pinter-pinter dan ganteng-ganteng.